Rabu, 10 Juni 2015
Murottal MP3 Ustadz Fathul 'Aziz Rohimahullah
Minggu, 07 Juni 2015
Persembahan Buat Ayah Dan Bunda
15 Nasihat Untuk Ibu Demi Masa Depan Putri-Putrinya
Sabtu, 06 Juni 2015
من أجلك أنت...
من أجلك أنت...
النبي ﷺ بكى من أجلك، وضرب من أجلك، وطرد من أجلك، وطلّقت بناته من أجلك وأنت تستحي من سننه ﷺ؟تستحي أن تظهر السنة؟ تخجل أن يقول الناس عنك "ماذا تفعل...؟"
نخجل أن تطلق لحانا، أن نقصر ثيابنا، أن نمشي كمشيته، أن نقول كمقالته، أن نحفظ كلامه، أن نصفه ونمدحه بين الكفار.
نخجل من الدعوة كما كان يدعو، نخجل من الأذكار بين الناس كما كان يذكر الله بين الناس، نخجل أن ندعو الناس إلى اتباع سنته، نخجل من سنة محمد ﷺ الذي كاد أن يقتل مرارا وتقرارا،، من أجلك أنت... من أجلكِ أنتِ...
لما أراد أن يغادر الدنيا بكى، فقيل له: ما يبكيك يا رسول الله؟ فقال: "وددت لو رأيت إخواني".
كان يتمنى أن يراك،،، لكن... واخجلا!!! أن يراني أو يراك ونحن قد ألقينا بسنته تحت أقدامنا.
نخجل من فعلها بين الناس، نخجل من مدحها أمام الناس. نتزين ونتجمل بسنن الكفار، ونرى أنها أجمل في قلوبنا وأكمل في أعيننا من سنن محمد ﷺ.
بعض الناس يا إخواني الكرام لو تكلمنا مثلا في مسئلة اللحية قال: "طيب يا شيخ هذه السنة". طيب اتفقنا هذه السنة. سنة... لكن لماذا نجد بعض الشباب يخطون على ملابسهم صورة واحد من الكفار؟
فلما نقول: لأي شيئ صورة هذه؟ فقال: هذا رمز الحرية،،، كان هذا رمز الزنا وشرب الخمر، فامتخرتم به. فلماذا لا تفتخر بسنة محمد ﷺ، لما تطلق لحيتك تقول: " هذا رمز الحرية والكرامة، رمز محمد بن عبد الله ﷺ.
فضلة الشيخ خميس الزهراني رحمه الله تعالى (فيديو)
الكاتب: أبو عائشة الحميراء حفظه الله تعالى
Jumat, 05 Juni 2015
Marhaban Yaa Romadhon
Bisillah...
Berikut Rekaman Kajian bersama Syaikh Fawwaz al-Kulaib dari Kuwait.
Penterjemah : Ust. Mizan Qudsyiah
Tema : Marhaban ya Ramadhan
Tempat : Masjid Sulaiman Fauzan Al-Fauzan Bagiknyaka Lombok Timur.
Hari / tanggal : Jum'at 18 Sya'ban 1436 H ( 5 Juni 2015 M )
Download audionya di :
http://assunnahfm.com/wp-content/uploads/2015/06/Syaikh-Fawwaz-al-Kulaib-Marhaban-Ya-Ramadhan.mp3
Sumner: FB Satu Radio
Semoga bermanfaat...
Penjelasan Aqidah Aswaja
ASWAJA merupakan singkatan dari Ahlussunnah Wal Jama’ah, banyak orang yang menisbatkan dirinya kepada Aswaja namun tidak paham bagaimana prinsip aqidah Aswaja itu sendiri. Mereka juga banyak yang tidak tahu bagaimana pemahaman yang benar dari Aswaja. Hal itu seakan-akan hanya sebagai klaim mereka saja. Karena sejatinya, mereka tidak mengetahui hakikat dan prinsip aqidah Aswaja.
Maka dari itu, pembahasan ini sangatlah penting agar kaum muslimin tidak tersesat dan tidak tertipu dengan orang-orang yang hanya sekedar mengklaim nama Aswaja.
Salah satu prinsip aqidah Aswaja adalah berpegang teguh bersama jamaah. Dari Sahabat ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Selasa, 02 Juni 2015
Fitnah Hand Phone
HAND PHONE.
Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata:
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?
Bacalah !
Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.
Kita telah menjadi penyembah2 Whats App, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.
Kenapa hati kita mengeras ?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian2 yang di share di Whats App.
Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.
Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam.
Kenapa kita sangat sering mengghibah, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun.
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup2 yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.
Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu.
Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita.
Kita duduk bersama teman2, HP ada di genggaman.
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi hand phone ada di tangan pula.
Sedang memandu, HP juga di tangan.
Sampai2 anak-anak kita pun telah kehilangan kasihsayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.
"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan.
Andai perasaan seperti itu ada juga pada salat dan tilawatul Qur'an kita".
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu ?
Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur ? Apakah HP ?
Mari kita sama2 kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien kita.
Kita tak tahu berapakah sisa umur kita".
Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124.
Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu.
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan....
Semoga bermanfaat buat kita semua.