Rabu, 10 Juni 2015

Murottal MP3 Ustadz Fathul 'Aziz Rohimahullah

Bismillah,
Alhamdulillah kami telah upload Murottal MP3 Ustadz Fathul 'Aziz Rohimahullah (Dikenal Dengan Ustadz Fatah)  30 Juz. Beliau adalah salah satu Ustadz Hafidz Al-Qur'an dari Lombok.
Murottalnya bisa dilihat dan di Download via Dropbox dengan link:
Semoga bermanfaat dan semoga Allah mengampuni dosa beliau dan menjadi amal jaariah beliau yang pahalanya terus mengalir.

Minggu, 07 Juni 2015

Persembahan Buat Ayah Dan Bunda

Persembahan Buat Ayah dan Bunda

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…

Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu..

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar:”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihiwasallam :”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah...

Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...
Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…

Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi…

Sumber: Bersama Dakwah


15 Nasihat Untuk Ibu Demi Masa Depan Putri-Putrinya

15 NASEHAT UNTUK IBU… DEMI MASA DEPAN PUTRINYA

1. Hormatilah suamimu ketika dia di rumah atau di luar rumah dan bersegeralah memenuhikebutuhannya, khususnya di depan putri-putrinya.

2. Jangan bertikai dengan suami di depan anak-anak, never..!! perselisihan yang terjadi tidak boleh melewati pintu kamar tidur.

3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri-putrinya,bila ingin masuk atau keluar atauapa saja.

4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri-putri.

5. Bagi istri-istri penguasa terhadap suaminya, yang ikut campur dalam segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin? Kenapa beli roti ini? dll), seakan dialah komandan di rumah, menyuruh, memerintah dan melarang di rumah. Yakinlah bahwa putri-putrinya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yang dia lihat pada ibundanya dan bila ternyata dia mendapatkan suami yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan ayahnya, maka tiada solusi kecuali CERAI.

6. Seorang istri tidak boleh memberikan izin bagi lelaki untuk memasuki rumahnya dikala suaminya tidak di rumah, walaupun dia itu adalah teman dekat keluarga ataupun tetangga.

7. Seorang ibu yang mulia akan bersolek dan berdandan hanya untuk suaminya dengan sengaja dia menunjukkan hal itu di depan putri-putrinya seraya menjelaskan bahwa itu adalah hak suami dan dia juga tidak bersolek ketika keluar rumah atau di depan orang yang bukan suami, untuk memberi contoh nyata pada putri-putrinya.

8. Istri yang sholehah tidaklah pelit dan tidak pula boros untuk urusan rumah, dia berada di tengah.

9. Sangat indah sekali, bila anak-anak meminta sesuatu pada ibunya dan sang ibu berkata pada mereka: “Kita akan menanyakannya pada ayah dan kita tidak akan melakukan sesuatu kecuali bila direstui olehnya”. dengan sering kalinya melakukan hal ini maka akan tertancap di dalamdiri putri-putri penyerahan tongkat kepemimpinan pada lelaki dan tidak boleh seorang wanita menelanjangi suaminya dari pakaian kepemimpinan dengan dalih gender dan kebebasan.

10. Istri yang sholehah akan menyambut kedatangan suaminya dengan wajah yang ceria dan tak langsung mengadukan tingkah anak-anakyang menyebalkan\ tetangga atau apa saja. Namun ia kan mencari waktu yang tepat.11. Tidaklah elok seorang istri mengadukan kehamilannya, urusan menyusui atau pekerjaan rumah di depan putri-putrinya karena hal itu kan terekam di memorinya.

12. Tatkala ada tetangga\temen wanitanya meminta untuk turut berkunjung ke rumah fulanah, hendaklah sang ibu berkata pada mereka dan diperdengarkan pada putri-putrinya,“Aku kan memberitahu suamiku, bila dia setuju maka aku ikut”, dan tatkala suaminya datang, ia memberitahu suaminya tanpa nada paksaan, ”Apakah ia diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah fulanah”, bila suaminya diam saja, maka ia tidak memaksa dan langsung memberi tahu temannya bahwa ia tidak bisa ikut, di depan putri-putrinya.

13. Bila sang ayah memerintahkan kepada anggota keluarga suatu perintah maka hendaklah sang ibu bersegera melaksanakannyadan menyuruh anak-anak bersegera dan mengajarkan pada mereka pentingnya patuhi perintah suami/ayah, tatkala anak-anak merasakan hal itu maka ia kan tumbuh besar menghormati nahkoda yang kelak mengemudikan bahteranya agar tidak pecah dan karam di samudra.

14. Tatkala istri meminta pada suaminya berbagai macam permintaan yang memberatkan suaminya karena ketidak mampuannya, maka kelak putrinya kan menirunya tatkala mereka menjadi istri.

15. Seorang istri yang duduk ngobrol bersama tetangga\temannya menceritakan rahasia-rahasiarumahnya, maka kelak putrinya dengan mudah menyingkap rahasia suaminya, tatkala ia jadi istri.

Penulis: Ustadz DR. Syafiq Reza Basalamah, M.A Hafizohullah (dari kitab kaifa takun ahsan murobbi fil ‘alam, h44-45)

Semoga bermanfaat…

Bekasi, 5 jumadal ‘Ula 1437 H.

Sabtu, 06 Juni 2015

من أجلك أنت...

من أجلك أنت...

النبي ﷺ بكى من أجلك، وضرب من أجلك، وطرد من أجلك، وطلّقت بناته من أجلك وأنت تستحي من سننه ﷺ؟تستحي أن تظهر السنة؟ تخجل أن يقول الناس عنك "ماذا تفعل...؟"

نخجل أن تطلق لحانا، أن نقصر ثيابنا، أن نمشي كمشيته، أن نقول كمقالته، أن نحفظ كلامه، أن نصفه ونمدحه بين الكفار.

نخجل من الدعوة كما كان يدعو، نخجل من الأذكار بين الناس كما كان يذكر الله بين الناس، نخجل أن ندعو الناس إلى اتباع سنته، نخجل من سنة محمد ﷺ الذي كاد أن يقتل مرارا وتقرارا،، من أجلك أنت... من أجلكِ أنتِ...

لما أراد أن يغادر الدنيا بكى، فقيل له: ما يبكيك يا رسول الله؟ فقال: "وددت لو رأيت إخواني".

كان يتمنى أن يراك،،، لكن... واخجلا!!! أن يراني أو يراك ونحن قد ألقينا بسنته تحت أقدامنا.

نخجل من فعلها بين الناس، نخجل من مدحها أمام الناس. نتزين ونتجمل بسنن الكفار، ونرى أنها أجمل في قلوبنا وأكمل في أعيننا من سنن محمد ﷺ.

بعض الناس يا إخواني الكرام لو تكلمنا مثلا في مسئلة اللحية قال: "طيب يا شيخ هذه السنة". طيب اتفقنا هذه السنة. سنة... لكن لماذا نجد بعض الشباب يخطون على ملابسهم صورة واحد من الكفار؟
فلما نقول: لأي شيئ  صورة هذه؟ فقال: هذا رمز الحرية،،، كان هذا رمز الزنا وشرب الخمر، فامتخرتم به. فلماذا لا تفتخر بسنة محمد ﷺ، لما تطلق لحيتك تقول: " هذا رمز الحرية والكرامة، رمز محمد بن عبد الله ﷺ.

فضلة الشيخ خميس الزهراني  رحمه الله تعالى (فيديو)
الكاتب: أبو عائشة الحميراء حفظه الله تعالى

Jumat, 05 Juni 2015

Marhaban Yaa Romadhon

Bisillah...

Berikut Rekaman Kajian bersama Syaikh Fawwaz al-Kulaib dari Kuwait.

Penterjemah : Ust. Mizan Qudsyiah​
Tema : Marhaban ya Ramadhan
Tempat : Masjid Sulaiman Fauzan Al-Fauzan Bagiknyaka Lombok Timur.
Hari / tanggal : Jum'at 18 Sya'ban 1436 H ( 5 Juni 2015 M )

Download audionya di :
http://assunnahfm.com/wp-content/uploads/2015/06/Syaikh-Fawwaz-al-Kulaib-Marhaban-Ya-Ramadhan.mp3

Sumner: FB Satu Radio

Semoga bermanfaat...

Penjelasan Aqidah Aswaja

Penjelasan Aqidah Aswaja

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dan tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas di Masjid Nurul Iman, Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi, 15 Syaban 1436 / 2 Juni 2015. Pada tabligh akbar kali ini, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas menyampaikan materi dengan tema:
“Penjelasan Aqidah Aswaja.

Ringkasan Ceramah Agama:

ASWAJA merupakan singkatan dari Ahlussunnah Wal Jama’ah, banyak orang yang menisbatkan dirinya kepada Aswaja namun tidak paham bagaimana prinsip aqidah Aswaja itu sendiri. Mereka juga banyak yang tidak tahu bagaimana pemahaman yang benar dari Aswaja. Hal itu seakan-akan hanya sebagai klaim mereka saja. Karena sejatinya, mereka tidak mengetahui hakikat dan prinsip aqidah Aswaja.

Maka dari itu, pembahasan ini sangatlah penting agar kaum muslimin tidak tersesat dan tidak tertipu dengan orang-orang yang hanya sekedar mengklaim nama Aswaja.

Salah satu prinsip aqidah Aswaja adalah berpegang teguh bersama jamaah. Dari Sahabat ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ، وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ. قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: اَلْجَمَاعَةُ

Ummat Yahudi berpecah-belah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, maka hanya satu golongan yang masuk surga dan 70 (tujuh puluh) golongan masuk neraka. Ummat Nasrani berpecah-belah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan 71 (tujuh puluh satu) golongan masuk neraka dan hanya satu golongan yang masuk surga. Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tanganNya, sungguh akan berpecah-belah ummatku menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, hanya satu (golongan) masuk surga dan 72 (tujuh puluh dua) golongan masuk neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka (satu golongan yang selamat) itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Al-Jamaah.” (HR Ibnu Mâjah, Ibnu Abi Ashim, Al-Lalikai, hadits ini hasan. Silakan lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1492)

Dalam riwayat lain disebutkan tentang golongan yang selamat yaitu orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ

“Semua golongan tersebut tempatnya di neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para
 sahabatku berjalan di atasnya.”(HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 534)

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai kajian “Prinsip Aqidah Aswaja” ini?
Download ceramah agama Islam ini sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Download ceramah agama Islam: Ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas – Penjelasan Aqidah Aswaja


Sumber: FP Radio Rodja


Semoga bermanfaat.
  

Selasa, 02 Juni 2015

Fitnah Hand Phone

��HAND PHONE.

Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata:
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?

Bacalah !

Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.

Kita telah menjadi penyembah2 Whats App, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

�� Kenapa hati kita mengeras ?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian2 yang di share di Whats App.

�� Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.

�� Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam.

�� Kenapa kita sangat sering mengghibah, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun.
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup2 yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu.

�� Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita.
�� Kita duduk bersama teman2, HP ada di genggaman.
�� Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi hand phone ada di tangan pula.
�� Sedang memandu, HP juga di tangan.
�� Sampai2 anak-anak kita pun telah kehilangan kasihsayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.

"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan.

Andai perasaan seperti itu ada juga pada salat dan tilawatul Qur'an kita".
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu ?

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur ? Apakah HP ?

Mari kita sama2 kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien kita.
Kita tak tahu berapakah sisa umur kita".

Allah  berfirman:

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124.

Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu.

Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan....

Semoga bermanfaat buat kita semua.