Tampilkan postingan dengan label Berbagi nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi nasihat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

Kisah Nyata | 17 Tahun Tinggal di Kuburan

17 Tahun Tinggal di Kuburan



Pernahkah anda mengetahui kisah ini?

Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan?

Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan.

Tidak! Dia tidak tinggal di daaerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri.

Bagaimana kisahnya??

Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada. Ayah dan ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang melimpah. Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna.

Namun orang hanya bisa menilai yang tampak.

Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan dan menjalani hidup selama 17 tahun dikuburan!

Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang peeeeeeenuh dengan kegelapan. Sang anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya tanpa perlawanan.

Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17, orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sang pemuda berfikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya, ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintyaanya??

Hari itu pun tiba, sang pemuda berulang tahun ke-17.

Kedua orang tuanya dating menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.

Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu . . . Saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.”

“Apa, Nak? Katakanlah, ayah dan ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu”

“Ayah dan Ibu berjanji??”

“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji  akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.”

“Ayah . . . Ibu . . . saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan”

“Apa?? Apa maksud permintaan itu, Nak??”

“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, dan hanya itu permohonanku, yah . . . “
“iya, Nak. Ayah sudah berjanji . . . tapi . . . tapi . . . Ayah tidak mengerti, Nak.”

“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah dan Ibu membaca Al-Qur’an. Sedangkan Rasulullah sallallahu’alaihiwasallam mengatakan,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)


Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah.”


Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam . . .

“Ayah dan Ibu bahka tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Qur’an. Memang, rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah bahwa rumah ini seperti kuburan. Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah . .

Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan. Ajarilah aku membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur’an.

“Renungan…

 Di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur, menetap?? Di rumahkah? Di kos kah? Di kontrkan kah? Atau kah di kuburan??”

Karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya, seperti kuburan..

Jadi, di manakah sebenarnya kalian tinggal saat ini?

Jika menurut kalian, kisah ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman anda, sahabt anda, keluarga anda, ataukah bahkan orang yang tidak anda kenal sekalipun.

Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Qur;an di tempat tinggalnya setelah membaca kisah yang anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang melimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Aamiin…

Ditulis dari sebuah video yang sangat bermanfaat oleh Muhamad Fajri.

semoga bermanfaat...


Bekasi, 5 Jumadal ‘Ula 1437 H.


Kamis, 04 Februari 2016

25 Karakter Wanita Sholehah

25 KARAKER WANITA SHALIHAH (Menurut Dalil Shahih dan 'Urf)

1. Bersegera jika dipanggil suami keranjang untuk berhubungan.

Bersegera meskipun si istri sedang sibuk dengan kesibukannya. Kecuali adanya udzur yang syar'i. Akan tetapi sebagian ulama menyebutkan kewajiban memenuhi panggilan suami ini bahkan berlaku bagi wanita yang datang bulan, karena seorang suami yang mengajak istrinya ke tempat tidur tidak mesti jima', bisa jadi si suami ingin bercumbu dengan cara yang lain.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat.

Dan jika terjadi perbedaan pendapat antara istri dengan suami, meskipun si istri tahu keputusannya yang lebih baik hendaknya si istri mengalah terhadap pendapat suaminya dan ini bernilai pahala disisi Allah.

3. Selalu tidak bermasam muka dihadapan suaminya.

Selalu berusaha tersenyum kepada suami, karena suami senang memandang wajah istri yang selalu tersenyum manis

4. Berusaha memilih perkataan yang terbaik tatkala berbicara dengan suaminya

Betapa terkadang perkataan yang lemah lembut lebih berharga disisi suami dari banyak pelayanan, dan sebaliknya betapa sering suatu perkataan kasar yang keluar dari mulut istri membuat suami dongkol dan melupakan kebaikan-kebaikan istri.

5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita seperti memasak, mencuci dan mencebok anak-anak

6. Keluar rumah hanya dengan izin suami meskipun suami lagi tidak dirumah,  misal si istri mau ke mall hendaknya si istri menelpon suami nya dulu

7. Berhias hanya untuk suami. termasuk selalu menjaga kebersihan ranjang

8. Tidak membenarkan orang lain yang tidak diizinkan suaminya untuk masuk atau bertamu kedalam rumah.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua dan kerabat keluarga suami.

11. Berusaha menenangkan hati suami disaat suami lagi galau, bukan malah banyak menuntut kepada suami hingga menambah beban suami.

12. Segera meminta maaf jika punya kesalahan kepada suami dan tidak menunda-nundanya.

13. Mencium tangan suami jika suami hendak kerja atau pulang kerja.

14. Mau diajak oleh suami untuk shalat malam bahkan bila perlu mengajak suami untuk shalat malam.

   Kebahagiaan rumah tangga hanya bisa di capai jika istri dan suami sama-sama mengingatkan tentang akherat. Allah merahmati suami istri yang menunaikan shalat malam

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang, hendaknya istri menutupi aib-aib suaminya

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suaminya

17. Berusaha untuk sifat qona'ah atau menerima hingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

18. Tidak menunjukkan kesedihan tatkala suaminya gembira dan sebaliknya tidak bergembira disaat suaminya bersedih, akan tetapi pandai mengikuti suasana hatinya

19. Berusaha memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirinya atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya.

  Pilihlah parfum yang disukai suaminya atau pakailah baju-baju yang disukai suaminya. karena bagus di mata istri belum tentu bagus dimata suaminya

20. Berusaha mengatur uang suami dengan ssebaik-baiknya dan tidak boros sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat wanita yang lain kepada suaminya yang bisa mengakibatkan suaminya bisa menghayalkan wanita tsb atau membanding-bandingkan istrinya dgn wanita tadi.

22. Berusaha menasehati suami dengan cara yang baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan bukan malah mendukung suami ikut-ikutan bermaksiat kepada Allah subhannallaahu wa ta'ala.

23. Menjaga pandangannya sehingga berusaha tidak melihat kecuali ketampanan suaminya, sehingga jadilah suaminya yang tertampan di hatinya dan kecintaannya tertumpu pada suaminya

24. Istri lebih suka menetap dirumah dan tidak suka sering keluar rumah

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini bahkan jangan sampai sekali-sekali mengeluarkan perkataan yang mengisyaratkan bahwa dia lupa dengan kebaikan-kebaikan suaminya. Karena sebab terbesar yang menyebabkan para wanita masuk neraka jahannam adalah karena melupakan kebaikan-kebaikan suaminya.

Kajian Ustadz Firanda Andirja, M.A Hafizohullah (http://youtu.be/26kwZXWkI2U)

Semoga bermanfaat...

20 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Merokok

20 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Merokok

Alasan paling utama adalah: Mematuhi Perintah Allah dan  RasulNya yang memerintahkan untuk meninggalkan hal-hal yang dapat memudhorot diri sendiri dan orang lain.

Adapun diantara 20 alasan lain adalah:

1. Anda akan merasa lebih sehat.

2. Anda akan memiliki lebih banyak energi dan fokus yang lebih baik.

3. Anda memiliki indera perasa bau dan rasa yang lebih baik.

4. Anda akan memiliki gigi lebih putih dan nafas yang segar.

5. Anda akan memiliki indera penciuman yang lebih baik.

6. Batuk-batuk anda akan berkurang dan anda akan bernapas lebih mudah.

7. Anda akan lebih sehat selama sisa hidup anda.

8. Anda akan menurunkan risiko anda terkena kanker, serangan jantung, stroke, kematian dini, katarak, dan kerutan.

9. Anak-anak Anda akan menjadi lebih sehat.

10. Anda akan membuat orang lain bangga padamu.

11. Pasangan Anda, teman-teman, keluarga, anak-anak, cucu, dan rekan kerja akan senang melihat anda berhenti merokok.

12. Anda akan bangga pada diri anda sendiri.

13. Pakaian Anda tidak akan bau karena asap rokok.

14. Anda akan merasa lebih memegang kendali dalam hidup anda sendiri.

15. Anda akan menjadi panutan yang lebih baik bagi anak-anak anda.

16. Anda tidak perlu khawatir lagi akan masa depan kesehatan anda sendiri.

17. Anda tidak akan bertanya pada diri sendiri: “Kapan saya akan berhenti merokok?”.

18. Anda akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

19. Anda akan lebih senang ketika jalan-jalan karena tidak harus merokok di tempat umum yang dilarang untuk merokok.

20. Anda akan mampu berolahraga lebih banyak.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 23 Januari 2016

Takut Menikah Karena Miskin

Takut Menikah Karena Miskin

Menikah merupakan sunnatullah, Perintah Allah dan RasulNya, merupakan kebutuhan para hambanya. Begitu pentingnya pernikahan ini, Allah mensyari’atkannya kepada seluruh ummat tidak hanya ummat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihiwasallam saja. Namun banyak kita temukan saudara-saudara kita  yang sudah layak dan sudah pantas untuk menikah, akan tetapi masih menunda-nunda pernikahan yang semestinya ia lansungkan. Banyak diantara mereka takut menikah dengan beribu macam alasan, alasan yang paling sering kita dengar adalah karena takut miskin atau taku mau memberi makan istri nya.

Fikiran semacam ini kuranglah tepat, Allah yang mensyari’atkan menikah itu lebih tau dari kita apa yang baik dan buruk bagi kita. Lagi pula, Allah lah yang menjanjikan kekyaan bagi orang yang menikah, memberikan rizki kepada semua makhluq-Nya di dunia ini.

Allah ta’ala berfirman:

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآئِكُمۡۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ٣٢  

Artinya: “Dan nikahilahlah orang-orang yang sedirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur Ayat 32)

Orang yang mau menikah juga termasuk diantara golongan yang akan ditolong oleh Allah ta’a. sebagaiamana Sabda Nabi Sallallahu’alaihiwasallam:

((ثلاثة حق على الله عونهم: المجاهد في سبيل الله، والمكاتب الذي يريد الأداء، والناكح الذي يريد العفاف))

Artinya: “Ada tiga golongan manusia yang pasti ditolong oleh Allah: orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin menebus dirinya (dengan membayar uang kepada majikannya) dan orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (Hadits hasan, dihasankan oleh Imam at-Tirmizi dan Syaikh Al-Bani)

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menegaskan:
((ﻟﻮ ﺃﻧَّﻜﻢ ﺗﻮﻛَّﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻖَّ ﺗﻮﻛﻠﻪ ﻟﺮﺯﻗﻜﻢ ﻛﻤﺎ ﻳﺮﺯﻕ ﺍﻟﻄﻴﺮ، ﺗﻐﺪﻭ ﺧﻤﺎﺻﺎً، ﻭﺗﺮﻭﺡُ ﺑﻄﺎﻧﺎً))

Artinya: “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Dia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh (kenyang)” (Hadits Hasan Shoheh)

Setidaknya ada tiga pelajaran dari Hadits ini:

1    1. Wajibnya bertawakal kepada Allah dan bersandar kepadanya dalam usaha mencari segala yang ia butuhkan, dan mencegah segala yang tidak ia inginkan.

2    2. Wajibnya Mengambil sebab (melakukan usaha) dengan tetap bertawakal kepada Allah, dan hal itu tidak bertentangan dengan (makna) tawakal itu sendiri.

3    3. Jika binatang saja masih diberi rizki oleh Allah, maka kita manusia yang beriman dan beribadah kepadanya lebihh berhak untuk diberikan rizki olehNya.

Imam Ibrohim An-nakho'i Rahimahullah berkata kepada seorang pemuda:

تزوج فإن اللذي يرزقها قي بيتها هو اللذي يرزقها وإياك في بيتك

Artinya: "Menikahlah Sesungguhnya Dzat yang memberi rizki kepadanya (calon istri itu) dirumahnya, Dia juga yang akan memberikan rizki kepada kalian nanti dirumahmu”. (Tarikh Ibnu Mihraz 105)

Setelah kita mengetahui dan meyakini bahwasanya Pemberi rizki itu adalah Allah yang Maha kaya. Jika kita mau berfikir secara kritis, Allah ta’ala memberikan rizki kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas membangkang dan enggan untuk beribadah kepadaNya, maka akan lebih berhak lagi untuk diberikan rizki oleh Allah bagi orang-orang yang beribadah kepadaNya dan senantiasa mentauhudkanNya.

Selanjutnya yang tertinggal hanyalah bagaiamana usaha kita untuk mencari dan menuntut rizki itu dibumi Allah yang sangat luas ini setelah memohon pertolongan Allah ta’ala. Setelah do’a dan usaha barulah kita serahkan semuanya kepada Allah (tawakkal).

Semoga bermanfaat. Allahu a’lam

Penulis: Al-Faqir Ilallah Muhamad Fajri bin Muhammad Zaini Hafizohullah


Bekasi, 14 Robi’il Akhir 1436 H

Selasa, 11 Agustus 2015

Mengapa Harus Pusing?

MENGAPA HARUS PUSING?

Dalam perjalanan Dakwah,sebagaian orang merasa pusing dengan besarnya operasional dakwah yang harus di emban di pundaknya.

"Ana pusing memikirkan biaya operasional dakwah ini, dalam satu bulan kami harus mengeluarkan sekian ratus juta untuk membayar ini dan itu...sementara kami harus peras keringat,banting tulang buat berbagai usaha dan" jor-joran"ke mana-mana cari infaq dan donatur".

Itulah sebagian ungkapan para aktivis dan penggerak dakwah. Ungkapan jujur menunjukkan kepeduliannya kepada dakwah.

Ikhwati....
Setiap kita wajib untuk senantiasa memikirkan kemajuan dakwah,mencari sumber-sumber pendanaan dalam dakwah,berikhtiar dan berusaha.

Tapi....
Pahamilah bahwa dakwah dan agama ini milik Allah. Dia yang bertanggung jawab penuh untuk menjaganya, memeliharanya dan menyebarkannya. Baik dengan perantara antum ataupun orang selain antum. Maka jangan pernah pesimis dengan bantuan Allah.

Jikalah Abdul Mutthalib dengan yakinnya berkata kepada Raja Abrahah:" adapun unta-unta yang kau ambil ..seluruhnya milikku dan kembalikan padaku, sementara Ka bah ada pemiliknya(Allah) dan Ia pasti kan menjaganya"....mengapa kita harus kalah dengan Abdul Mutthalib dan ragubdengam pertolongan Allah, padahal kita belajar akidah yang tidak dipelajari Abdul Mutthalib.

Hal terpenting yang harus antum jaga adalah,keikhlasan. Karena hanya dengan itu semata rahmat Allah akan turun dan  datang. Hilangkan segala bentuk harap dan ketergantungan kepada makhluk yang meruntuhkan dakwah dan menghilangkan berkah.

Satu telunjuk ikhwan yang ikhlas sekalipun faqir ketika diangkat ke langit dengan bersumpah atas nama Allah....akan lebih baik dari ribuan konglomerat yang ubun-ubun dan hati mereka ada dalam gengaman Allah. Allah maha kuasa untuk mengunci hati-hati mereka untuk menyalurkan infaq kepada anda dan memalingkannya kepada yang lain yang lebih ikhlas daripada anda.

Ikhwati...
Dakwah ini berat jika kita bergantung dengan diri kita sendiri,dengan ilmu dan kepiawaian kita,dengan loby dan manuver kita.

Lebih dahsyat dari itu..perasaan mampu menghusung dakwah sendiri dengan segelintir manusia yang bersama anda...akan melahirkan ujub dan sombong,merasa bangga dan berjasa atas Islam.

Ketika anda pasrahkan agama ini kepada Allah, menghilangkan segala perasaan "mampu " tanpa pertolongan Allah...meyakini Allah pasti akan menolong siapa saja yang memperjuangkan agamanya...pasti beban yang berat dipundak anda kan jadi ringan. Kecemasan anda kan menjadi senyum penuh keyakinan akan datangnya pertolongan Allah.

Ikhwati....
Sebesar apa keikhlasan kita dalam berdakwah,seperti itu datang keberkahan.
Sebesar apa ketergantungan kita pada makhluk,sebesar itu pula musibah yang menimoa kita karena ditinggalkan Allah.

Ikhwati...
Ketika Ibnul Qayyim dan para sahabatnya begitu gundah gulana karena besarnya tantangan dalam dakwah dan dahsyatnya gelombang fitnah. Tahukah anda apa yang mereka lakukan..??

Mereka mendatangi majlis ilmu dan mendatangi guru mereka syaikhul Islam ibnu Taimiyah. Apa kata Ibnul Qayyim:" baru saja kami melihat beliau(Ibnu Taimiyah)dan mendengar perkataannya...seketika hilanglah kecemasan kami dan datanglah ketenangan dan ketentraman".

Ikhwati...
Dakwah ini berat jika anda berjalan sendiri tanpa bimbingan ilmu dan para asatidzah. Dakwah ini bukan perusahaan yang dapat diprediksi untung rugi dan gagal berhasilnya dengan kalkulator dan program-program canggih dunia.

Dakwah ini sangat bergantung pada Allah dan bimbingan para ulama. Ketika kau tinggalkan Dia dan mereka...kemana lagi kau harus berlari..??

Ikhwati para aktivis dakwah...
Bagaikan charger hp yang begitu menentukan hidup matinya hp..begitu juga hubungan anda dengan Allah dan ulama.

Namun sayangnya kulihat dirimu tidak begitu bersemangat menimba ilmu,melebihi semangatmu dalam mengumpulkan orang.

Namun kulihat dirimu bermalas-malasan untuk mendatangi kajian,tidak seperti semangatnya dirimu ketika tour kesana-kemari, mencari support dari makhluk.

Ikhwati....
Janganlah jadi lilin-lilin yang menerangi manusia namum membakar dirinya. Jikalah orang-orang pulang daurah ke rumah masing-masing denagan membawa obor penyuluh...sementara engkau sendiri pulang berjalan dalam gelap dan kelam.

Trawas-Mojokerto, 24 Syawwal 1436/9 Agustus 2015

Oleh: Ustadz Abu Fairuz, MA hafizohullah

Dilema Ustadz (Suara Hati Seorang Da'i)

DILEMA USTADZ (suara hati seorang dai)

Ia berkata :
Aku bangga menjadi pewaris para nabi...
Aku bahagia bisa ikut
mengemban tugas para nabi...
Aku bersyukur mengikuti
derap langkah para shabat...

Akan tetapi...sungguh begitu berat tugas dakwah ini, demi Allah sungguh berat rasanya,
serasa sedang mendaki
gunung yang terjal.

Aku selalu menasihati orang lain...yang seharusnya aku adalah orang yang pertama
mengerjakannya, akana
tetapi....betapa sering aku
terlambat mengerjakannya...bahkan
kadang aku tdk
mengerjakannya...bahkan
yang lebih parah kadang aku menyelisihinya...!!!

Sungguh besar pahala
dakwah yang ingin
kuraih....akan tetapi sungguh besar pula kemurkaan Allah pada orang yg tdk mengerjakan apa yang ia
nasihatkan. Betapa ngeri nasib seorang dai yang melanggar nasehatnya sendiri, usus perutnya terjulur keluar, ia berputar seperti alat
penggiling gandum,
dipermalukan dihadapan
khalayak!!

Meskipun ancaman begitu ngeri aku harus tetap menyampaikan agama ini...

Aku dituntut tuk bisa
menghiasi kata-kataku,
ceramah, dan tulisanku agar bisa menarik dan mudah diterima masyarakat....akan tetapi aku juga diperintahkan
utk ikhlas dalam berdakwah, tdk ujub trhdp dakwahku apalagi mengharap pujian dan
sanjungan manusia.

Sungguh terasa hina hatiku tatkala harus menerima upah/amplop dari dakwahku
(meskipun aku tdk pernah memasang tarif sebagmn para dai selebriti yg bertarif
setinggi langit), akan tetapi aku tetap menerima upah tersebut...aku bukanlah dai yg sdh memiliki penghasilan sendiri...aku tdk pernah menjadikan upah sebagai tujuanku, apalagi untuk menjadi orang konglomerat dgn upah tersebut, akan tetapi upah trsbt hanyalah sbg penyambung hidupku dan anak istriku dan agar aku tetap bisa terus berdakwah.

Ingin rasanya kuhabiskan
waktuku utk bekerja mencari dunia agar aku tdk lagi menerima upah, akan tetapi telah banyak tersita untuk belajar dan menambah ilmuku.

Aku tentu tdk mau menjadi dai yg asbun tanpa ilmu dan
menyesatkan masyarakat.

Aku dituntut utk menjadi
tauladan, pandangan
masyarakat seakan-akan
menuntutku bahwa aku tdk boleh bersalah...akan tetapi aku hanyalah manusia biasa yg tdk luput dr kesalahan,
meskipun aku berusaha
menyembunyikan aibku, toh suatu saat ada saja yg tercium oleh masyarakat. Yg sangat
menyedihkan jika aku sekali bersalah terkadang
masyarakat mencap buruk kpd ku....
Lantas apakah aku harus
merubah profesiku sbgmn orang lain, menjadi pedagang yg taat atau pegawai yg
amanah??

Kalau
Ataukah aku tetap bertahan menjadi seorang dai dgn penuh kekurangan? Sungguh
aku hanya mengharapkan ampunan Allah dan kasih sayangNya, kuhibur diriku dgn firmanNya (Bertakwalah semampu kalian), (Allah tdk
membebani jiwa kecuali yg dimampuinya), (Dan Allah mengampuni banyak kesalahan)

Allah maha tahu bahwa aku telah berusaha maksimal untuk ikhlash...telah berusaha
menjauhkan dunia dari
hatiku...akan tetapi sekali lagi aku hanyalah manusia biasa yg juga cinta akan pujian dan
manisnya dunia...

Yaa Allah ampunilah hambaMu yg lemah ini..., tutuplah aib-aibku...janganlah Kau hinakan
aku di akhirat kelak.... Aaamiiin

Oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA hafizohullah

Kamis, 30 Juli 2015

Wasiat Syaikh Ar-Ruhaili

Wasiat Syeikh Prof. DR. Ibrohim Ar Ruhaili pada acara penutupan dauroh di ponpes Imam Bukhori.

Beliau menyampaikan banyak wasiat untuk kita semua, diantaranya:

1. Seluruh manusia membutuhkan Alloh dalam segala urusannya. Maka mintalah kepada-Nya kemudahan segala urusan kalian.

2. Beliau menegaskan akan pentingnya menuntut ilmu, utamanya adalah ilmu aqidah. Dan hendaknya menuntut ilmu dg talaqqi kpd ahlinya, yaitu para ulama'.

3. Barangsiapa yg mengenal aqidah yg benar, mengenal sunnah, dan mengamalkannya, seolah2 dia hidup pada zaman sahabat bersama Rosululloh shollalloh 'alaihi wasalam.

4. Carilah anugerah yg banyak dari yg memiliki anugerah, yaitu Alloh ta'ala. Mintalah petunjuk kepada-Nya karena Dia-lah yg memberi petunjuk.

5. Dakwah di negeri ini telah tersebar luas berkat kegigihan para dai. Benar2 telah tersebar luas, dan tahun ini saya dapati perkembangan yg lebih besar daripada tahun sebelumnya.

6. Syeik berterimakasih kepada radio/TV roja yg telah memberikan kontribusinya untuk perkembangan dakwah yg mulia ini.

7. Syeikh berwasiat kepada siapa saja yg terjun dlm medan dakwah agar berdakwah dengan lembut, sebagaimana dakwahnya Rosululloh sholalloh 'alaihi wasallam, dg bijak dan santun.
Harus bersabar dlm berdakwah jika mendapat tantangan dan gangguan dr org2 yg tidak tahu (jahl), karena memang mereka tidak tahu. Bersabar dalam menjawab syubhat2 yg beredar, bersabar dlm menjawab pertanyaan2. Dan ajarkan umat tentang islam yg benar, tentang iman, tentang aqidah dan tauhid. Serta beri peringatan merekaal akan bahaya syirik, bid'ah, dan maksiat.

8. Seorang dai harus menghindari penyakit2 hati berupa hasad dan yg lainnya, dn dituntut untuk senantiasa ikhlas dlm berdakwah.

9. Kaum muslimin agar senantiasa berlomba dalam kebaikan sebagaimana Abu Bakr dan Umar berlomba dalam kebaikan. Sebagaimana Imam Bukhori dan Imam Muslim berlomba dlm kebaikan. Karena Alloh akan meninggikan derajat org2 yg saling berlomba, sebagaimana derajatnya Abu Bakr dan Umar.

10. Kita bersama berlomba untuk meraih kejayaan sebagaiman kejayaan mereka. Kita ingin dikumpulkan bersama orang2 yang jaya. Suatu ketika salah seorang bertanya kepada Rosululloh shollalohu 'alaihi wasallam, "Bagaimana seseorang mencintai suatu kaum yg belum pernah ia jumpai?". Beliau menjawab: "Seseorang akan berkumpul bersama orang yang ia cintai".

11. Wajib bagi kita untuk bersyukur kepada Alloh atas limpahan nikmat yang diberikan. Utamanya adalah nikmat ilmu dan menyebarkan ilmu. Bagi kita semua agar senantiasa menuntut ilmu dan jangan pernah bosan. Karena ini peninggalan para nabi. Rosululloh shollalloh 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang dapat meraihnya, maka dia telah mendapat jatah yang banyak".

Semoga Alloh ta'ala memberikan kepada kita semua taufiq dan hidayah-Nya agarsenantiasa dapat istiqomah di atas jalan yang hak. Amiin!!

Solo, 13 Syawwal 1346 H.
Penulis: Al-Akh Muhammad Amruddin hafizohullah

Minggu, 05 Juli 2015

Abu Hurairoh: "Warisan Nabi"

Warisan Nabi

Sahabat yang mulia Abdurrohman Ad-Dausi atau lebih dikenal dengan nama Abu Hurairoh -Rodiallahu 'Anhu- sangat mencintai Ilmu untuk dirinya dan untuk orang lain.

Pada suatu hari beliau melewati sebuah pasar, beliau heran dengan kesibukan orang-orang dengan dunia dan temggelamnya mereka dalam berjual beli. Maka Abu Hurairoh pun bediri seraya menyeru mereka:

"Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian..."

Kemudia mereka mengataka:

" menghalangi apa maksudmu wahai Abu Hurairoh...?

"Nabi lagi bagi-bagi warisan, kalian masih saja diaini? Tidakkah kalian pergi kesana untuk mengambil bagian-bagian kalian?" Jawabnya.

Mereka bertanya heran: "Dimana...?"

"Dimasjid" jawan Abu Hurairoh.

Kemudian mereka segera pergi kemasjid sedangkan Abu Hurairoh menunggu mereka sampai mereka kembali dari maajid. Lalu ketika mereka kembali ke pasar dimana Abu Hurairoh menunggu mereka mengatakan:

"Wahai Abu Hurairoh, kami telah datang kemasjid dan masuk kedalamnya tapi kami tidak melihat ada warisan lagi di bagi-bagi disana"

"Apakah kalian tidak menemukan oramg disana" kata Abu Hurairoh menimpali mereka

Merela menjawab: "Benar, kami menemukan orang-orang disana, ada yang lagi sholat, ada yang lagi baca Al-Qur'an, ada yang lagi membahas masalah halal-haram, dll.

Maka Abu Hurairoh memgatakan: "Celaka kalian, itulah warisan nabi"

(Dikutip dari kiab صور من حياة الصحابة halaman 482)



Minggu, 28 Juni 2015

Ibnul Qoyyim: Semakin Rendah Semakin Tinggi

SEMAKIN RENDAH SEMAKIN TINGGI

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : 

Semakin seorang hamba tunduk, hina, dan butuh kpd Allah maka ia semakin dekat kepadaNya dan semakin tinggi kedudukannya di sisiNya.

Maka orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling tinggi peribadatannya kepada Allah.
Adapun terhadap makhluk (orang lain) maka sebagaimana yang dikatakan:

1. Butuhlah kepada siapa saja yang kau kehendaki maka jadilah engkau tawanannya.

2. Cukupkanlah dirimu dari siapa saja yang kau kehendaki maka engkau semisal dengannya.

3. Berbuat baiklah kepada siapa saja yang kau kehendaki maka engkau akan menjadi pemimpinnya.

• Maka seorang hamba sangat tinggi kedudukannya dan sangat dihormati oleh msyarakat jika ia sama sekali tidak butuh kepada mereka.

• Jika engkau berbuat baik kepada mereka sedangkan engkau tdk butuh kpd mereka maka engkau sangat mulia dan dihormati oleh mereka.

• Kapan saja engkau butuh kpd mereka -meskipun hanya seteguk air- maka berkuranglah kedudukanmu seiring dengan kadar kebutuhanmu kpd mereka.

• Karenanya tatkala Hatim Al-Ashom ditanya : "Bagaimanakah selamat dari manusia?", ia berkata, "Engkau memberikan kebaikan kpd mereka, dan engkau tidak mengharap sesuatupun Dari mereka" (Majmu al-fataawaa 1/39)

Dikutip dari: www.firanda.com


Senin, 22 Juni 2015

Ada Apa Dengan Star Academy?

Ada Apa Dengan Star Academy

Perlu kita ketahui bahwa : AKADEMI CALON BINTANG (STAR ACADEMY)

Star Academy itu semacam program TV untuk mencari bakat anak muda untuk menjadi bintang atau artis. Seperti sekarang yg banyak marak di TV negeri ini, Indonesia Idol, X Factor Indonesia, Indonesia Mencari Bakat, Rising Star, Dangdut Akademia, dan lain-lain. Banyak orang tua sangat bangga kalau anaknya bisa tampil di acara-acara itu, apalagi kalau sampai menjadi juara.

Dr. Malhom Akhnauf adalah penggagas program Sitar Akademia atau ‘Star Academy’ itu. Ia adalah seorang doktor berkebangsaan Israel (Yahudi-pen).

Inilah wawancara singkat dengannya dalam acara Interview Channel Israel.

Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat ini, ketika obsesi terbesar Anda, yaitu ‘STAR ACADEMY’ benar-benar telah menjadi kenyataan di pusat negeri-negeri Islam?”

Jawab: Perasaan saya tidak bisa saya lukiskan, yang jelas kami telah menghabiskan sebagian besar umur kami – demi melangsungkan program tsb - hingga pada akhirnya, kami berhasil mewujudkan tujuan ini!

Pertanyaan: Apa yang Anda maksud bahwa itu telah menghabiskan sebagian besar umur kami?

Jawab: Iya benar. Kami memang telah menggarap program ini selama bertahun-tahun, hingga kemudian kami berhasil mengokohkan acara ini di negara-negara Barat, lalu meluas ke negeri-negeri Arab. Dan kami meyakini bahwa sesungguhnya program ini akan terus mengalami perkembangan dan kemajuan hingga sampai pada puncak keberhasilannya, seiring dengan perjalanan Negara Israel.

Pertanyaan: Kenapa Anda sangat yakin bahwa program ini pasti berhasil?

Jawab: Karena sungguh kami mengetahui bahwa umat Islam saat ini telah dijauhkan dari agamanya, tetapi pada saat yang sama para pemuda Muslim kini memiliki kecenderungan berpegang kepada Islam, yang sekiranya hal ini dibiarkan, niscaya suatu saat mereka akan menghancurkan negara kita!

Pertanyaan: Mengapa Anda begitu berhasrat unutk menjadikan program Star Academy ini sebagai sarana untuk menghancurkan umat Islam?

Jawab: Karena kami hendak MENJAUHKAN MEREKA DARI AGAMANYA.

Pertanyaan: Apa strategi Anda saat ini untuk menyerang umat Islam, khususnya setelah program Star Academy?

Jawab: Mengingat berbagai macam tantangan dan hambatan yang ada, maka kami merancang untuk secara khusus mentargetkan para generasi muda MUSLIMAH!

Pertanyaan: Mengapa harus generasi muda perempuan Muslimah dan bukan yang kalangan laki-laki?

Jawab: KARENA KAMI MENYAKINI BAHWA, APABILA PARA GENERASI MUDA MUSLIMAH MEREKA SUDAH MENGALAMI PENYIMPANGAN, MAKA PASTI SELURUH GENERASI MUSLIM AKAN IKUT TERSIMPANGKAN.

Pertanyaan sekali lagi: 
Bagaimana Anda menjelaskan peperangan Anda terhadap para perempuan Muslimah ini?

Jawab: Saat ini, kami sangat bernafsu untuk memerangi kaum Muslimah sekaligus merusak kehidupan mereka, baik secara mental, pemikiran, maupun secara fisik melebihi hasrat kami mempunyai peralatan tempur yang hebat seperti tank-tank, serta pesawat-peswat tempur. Dan kami gembira bahwa mereka pun telah tersibukkan dengan adanya smartphone Blackberry - dengan berbagai fasilitasnya – dan yang sejenis, dan ini merupakan bagian dari strategi tersebut.

Pertanyaan: Apakah Anda memiliki pengaruh dan kekuasaan terhadap program Star Academy yang saat ini tengah tayang di Lebanon?

Jawab: Kami yakinkan bahwa kami telah menggelontorkan sejumlah dana yang sangat besar dan hal tersebut senantiasa tidak lepas dari pengawasan kami.

Pertanyaan: Terakhir, apa yang Anda hendak katakan kepada bangsa kita, bangsa Israel, sebagai kabar gembira buat mereka?

Jawab: SIBUKKANLAH TERUS UMAT ISLAM YANG KINI MASIH TERTIDUR LELAP, KARENA SUNGGUH MEREKA ADALAH UMAT YANG JIKA MEREKA TELAH PULIH DAN BANGKIT, NISCAYA DALAM HITUNGAN BEBERAPA TAHUN SAJA, MEREKA PASTI DAPAT MERAIH KEMBALI KEMULIAANNYA, YANG TELAH TERENGGUT SELAMA BEBERAPA ABAD

(Selesai)

Cukuplah Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

Sebarkanlah pesan ini kepada umat Islam, umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, semoga mereka kembali bangkit dari tidurnya, 

Allah memberkahi Anda dan Keluarga.. amien..

(Buku Ghozul fikri) Kiriman dari Ustadz Lalu Muhammad Hafifi Hafizohullah

Selasa, 02 Juni 2015

Fitnah Hand Phone

��HAND PHONE.

Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata:
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?

Bacalah !

Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.

Kita telah menjadi penyembah2 Whats App, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

�� Kenapa hati kita mengeras ?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian2 yang di share di Whats App.

�� Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.

�� Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam.

�� Kenapa kita sangat sering mengghibah, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun.
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup2 yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu.

�� Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita.
�� Kita duduk bersama teman2, HP ada di genggaman.
�� Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi hand phone ada di tangan pula.
�� Sedang memandu, HP juga di tangan.
�� Sampai2 anak-anak kita pun telah kehilangan kasihsayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.

"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan.

Andai perasaan seperti itu ada juga pada salat dan tilawatul Qur'an kita".
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu ?

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur ? Apakah HP ?

Mari kita sama2 kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien kita.
Kita tak tahu berapakah sisa umur kita".

Allah  berfirman:

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124.

Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu.

Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan....

Semoga bermanfaat buat kita semua.

Gaduh Di Masjid!

Gaduh Di Masjid!

Sobat! Apa perasaan anda di saat anda sedang beribadah ; sholat atau berdzikir atau berdoa, sedangkan orang disekitar anda membuat kegaduhan?

Mungkinkah anda merasa nyaman menjalankan ibadah anda?

Bila anda merasa terusik dan terganggu dengan suara-suara keras yang terdengar di saat anda beribadah, maka sudah sepatutnya anda juga bersikap bijak; janganlah anda mengeraskan suara anda di saat orang lain sedang beribadah.

Sebagai aplikasi dari kepekaan sosial di atas ialah anda menjaga suasana masjid agar tetap tenang, dan kondusif bagi saudara saudara anda yang sedang menjalankan ibadah termasuk sholat sunnah. Mereka mendirikan sholat sunah yang disebut dengan sholat rawatib mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
( من ثابر على ثنتي عشرة ركعة من السنة بنى له بيت في الجنة . أربع قبل الظهر وركعتين بعد الظهر وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل الفجر )
Barang siapa setiap hari dengan tabah mendirikan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat, niscaya Allah membangunkan untuknya satu rumah di dalam surga; empat rakaat sebelum shalat zhuhur, dua rakat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya' dan dua rakaat sebelum sholat fajar (subuh) . Riwayat Ibnu Majah dan lainnya.

Dan kalaupun mereka tidak sedang mendirikan shalat, maka banyak dari mereka yang sedang berdoa atau berdikir kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa jeda waktu antara azan dan iqamah adalah salah satu waktu yang spesial untuk berdoa alias waktu yang mustajabah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الدعاء ﻻ يرد بين اﻷذان واﻹقامة
Doa tidak akan ditolak bila dipanjatkan antara azan dan iqamah. (Abu Dawud, At Tirmizy dan lainnya)

Dan bila anda berdalih bahwa kami sedang berdzikir dan berdoa seusai sholat maka ketahuilah bahwa anda berdzikir atau berdoa bukan alasan yang dapat dibenarkan untuk mengusik konsentrasi orang lain yang juga sedang berdzikir atau sholat.

Sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma mengisahkan:
أن النبي صلى الله عليه و سلم اعتكف وخطب الناس فقال أما إن أحدكم إذا قام في الصلاة فإنه يناجي ربه فليعلم أحدكم ما يناجي ربه ولا يجهر بعضكم على بعض بالقراءة في الصلاة
Suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sedang beri'itikaf, lalu beliau menyampaikan peringatan dengan bersabda: Sesungguhnya bila salah seorang dari kamu sedang mendirikan sholat maka sesungguhnya ia sedang bermunajat dengan Tuhannya, karena itu hendaknya engkau seutuhnya memahami apa yang engkau ucapkan kepada Tuhan-nya. Dan jangalah sebagian dari kalian ketika sedang sholat mengeraskan bacaannya sehingga mengganggu sebagian yang lain. (Ahmad dan lainnya)

Bila anda dilarang mengeraskan bacaan dalam sholat sehingga menggangu kekhidmatan orang lain yang juga sedang sholat, tentu dengan alasan yang sama, bacaan bacaan lain lebih pantas untuk dilarang.

Apalagi bila anda hanya sebatas membaca bait bait syair atau bacaan lainnya guna memanggil masyarakat agar datang ke masjid maka ketahuilah bahwa panggilan sholat yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ialah seruan Azan dan iqamah. Dengan demikian, masih adakah alasan bagi anda untuk menyia-nyiakan waktu spesial antara azan dan iqamah? Dan masihkah anda sampai hati untuk mengangkat suara keras-keras sehingga sedikti atau banyak mengusik konsentrasi orang yang sedang sholat sunnah atau sedang memanjatkan doa atau dzikir kepada Allah?

Pemulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A

[https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=832242963523545&id=405218379559341&refid=17]

Jumat, 20 Februari 2015

Neo Kanibal !!

Neo Kanibal !!

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS Al-Hujurot : 12)

Penggibah disamakan dengan pemakan bangkai mayat saudaranya karena :

1) Mayat ruhnya tidak hadir, sebagaimana yang dighibah juga tidak hadir tatkala dighibahi

2) Mayat tidak bisa membela diri tatkala dicincang dagingnya untuk dimakan, sebagaimana orang yang dighibah juga tidak bisa membela dirinya tatkala dia digibahi, karena ia tidak menghadiri majelis ghibah tersebut

3) Mayat tatkala dimakan jasadnya terkoyak, sebagaimana orang yang dighibah harga dirinya terkoyak dan dijatuhkan.
Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa harga diri lebih mulia daripada darah dan daging.

4) Memakan bangkai asalnya tidak diperbolehkan kecuali jika dalam kondisi darurat dan hanya dibolehkan dimakan seperlunya untuk menghilangkan kondisi darurat tersebut.
Maka demikian juga ghibah diperbolehkan jika dalam kondisi darurat dan seperlunya saja, tidak boleh berlebih-lebihan.
Adapun ghibah tidak dalam kondisi darurat sama seperti makan bangkai tidak dalam kondisi darurat.

(Adapun memakan bangkai manusia dalam kondisi darurat tatkala tidak ditemukan bangkai hewan sama sekali, maka ada khilaf diantara para ulama. Sebagaian ulama membolehkan, dan pendapat yang lebih kuat adalah tidak diperbolehkan sama sekali, karena manusia memiliki kehormatan baik tatkala masih hidup ataupun setelah menjadi mayat http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=1&View=Page&PageNo=1&PageID=116)

5) Orang yang berlezat-lezat tatkala mengghibah saudaranya maka sama seperti ia sedang berlezat-lezat menikmati daging bangkai saudaranya yang ia makan dan masukan dalam mulutnya.

6) Sebagaimana mengoyak dan memakan daging saudara adalah dosa besar maka demikian juga ghibah merupakan dosa besar

7) Ghibah adalah perbuatan yang sangat menjijikan. Jika memakan bangkai hewan saja menjijikan apalagi memakan bangkai manusia?, apalagi bangkai saudara sendiri?, tentu sangat menjijikkan !

8) Allah menyebutkan ((memakan daging bangkai saudaramu)), mengisyaratkan hubungan persaudaraan yang kuat antara pengghibah dengan yang dighibahi. Mereka berdua adalah bersaudara se-Islam dan se-Iman. Ini menunjukkan seharusnya seseorang membela saudaranya bukan malah mengghibahnya, menjatuhkan dan merendahkannya.

Ini juga mengisyaratkan bahwa kebanyakan ghibah yang terjadi adalah antara seseorang dengan orang yang dekat dengannya, apakah saudaranya, ataukah teman dan sahabatnya.


Maka bencilah ghibah karena Allah maka niscaya Allah akan memberikan pahala bagimu, karena Allah yang memerintahkan kita untuk membenci ghibah dengan sebenci-bencinya. Jika ada yang berghibah ria di depanmu maka tunjukkan ketidaksukaanmu dengan perbuatan tersebut, dan tunjukkan bahwa perbuatan ghibah tersebut adalah perbuatan yang menjijikkan. Dan kalau kau mampu maka bela-lah saudaramu yang sedang dighibahi tersebut.

Bencilah ghibah sebagaimana engkau benci jika daging saudaramu dikoyak dan dimakan !!

Jangan  sampai engkau menjadi kanibal !, dan jangan pula kau biarkan kanibal beraksi dihadapanmu !
_____
Penulis: Ustadz Firanda Andirja, MA.
http://firanda.com/index.php/artikel/wejangan/873-neo-kanibal

Rabu, 18 Februari 2015

Jawaban surat untuk wanita syi'ah

Jawaban surat untuk wanita syiah, Dina Suleman

Dina Y Sulaeman Perempuan yang lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fak. Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Ia sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang.

Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, ia menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Dina penulis yang produktif, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang syiah sejati. Berikut ini sejumlah buku yang telah ditulisnya, antara lain, Oh Baby Blues, Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran, Pelangi di Persia, Ahmadinejad on Palestine, Obama Revealed, Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik, Princess Nadeera, Prahara Suriah dan Journey to Iran.

Aktif menulis artikel opini politik Timur Tengah yang dimuat di media massa dan berbagai website. Otong Sualeman suami Dina, juga syiah, dia adalah mahasiswa Qom yang menulis novel Dari Jendela Hauzah, terbitan grup Mizan. Keduanya pernah bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran Indonesia) selama tujuh tahun di Iran.

.........................
Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa 

Perkenalkan, saya Wildan Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang senang belajar dan menulis. Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong saya untuk kuliah lagi di berbagai majelis ta’lim smile emoticon, sama sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan saya selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti, bukan tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku berjudul Bawalah Facebookmu ke Surga yang pasti belum ibu baca.

Ibu mungkin hanya ke GR an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai orang yang patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik Suriah ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad Suriah sebagai radikal. Maksudnya apa bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya apa menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad Suriah sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan teman media pro jihad Suriah? Ibu pro mana? Maaf bila saya dianggap lancang menyurati tokoh sebesar ibu.

Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu. Tolong, jangan kaitkan sebuah konflik dengan urusan pribadi. Apalagi urusan keuangan. Karena siapa yang tidak tahu bahwa program Syiahisasi dunia Islam dibiayai besar-besaran oleh Republik Syiah Iran. Ibu Dina yang mengaku ibu rumah tangga biasa, tentu tidak senang kan apabila urusan dapurnya diungkit-ungkit. Saya yakin ust Arifin Ilham punya penjelasan terkait urusan dapurnya itu. 

Awal konflik Suriah

awal mula perang suriah adalah dilatar belakangi oleh kekecewaan rakyat Suriah terhadap rezim Bashar Asaad yang otoriter dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Rakyat Suriah kemudian melakukan aksi damai menuntut keadilan. Akan tetapi rezim Bashar malah menanggapi aksi damai tersebut dengan kekerasan.

Puncaknya adalah ketika ada anak Suriah menuliskan kata-kata di tembok tentang Bashar Asaad, kemudian anak ini di bawa oleh tentara Assad setelah di intrograsi anak kecil ini dikelupas kulitnya, lalu ditumpahkan cairan ke tubuh yang mengelupas, sehingga sakitnya tiada terperikan. Tentara Bashar sambil berteriak menuhankan Bashar Al-Assad. Penduduk protes tapi mereka ditangkapi. Siksaan demi siksaan dilakukan terhadap para tawanan yang dituduh menentang rezim Bashar Asad, padahal orang-orang ini hanyalah penduduk kampung.

Konflik Suriah yang dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret 2011 lalu sampai detik ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Akibat dari konflik itu, anak-anak kehilangan orang tuanya, wanita kehilangan suami dan keluarganya, dan keluarga kehilangan harta benda mereka. Rakyat Suriah terancam kehilangan masa depan.

Belum lagi jumlah korban meninggal yang sudah mencapai lebih dari 110 ribu jiwa, ditambah jutaan lainnya yang kehilangan tempat tinggal dan harus menjadi pengungsi di luar negaranya. Sungguh hal itu sebuah keadaan yang memilukan. Tragedi ini hendaknya membuka rezin Syiah Suriah agar menghentikan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri.

Lantas, apa penyebabnya sehingga hal itu terjadi dan menyebabkan jutaan manusia menjadi korbannya? Penyebabnya adalah nafsu Syiah untuk berkuasa dan menumpas selain Syiah. 

Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui hakekat peristiwa yang tengah terjadi di Suriah. Banyak di antara kaum muslimin yang menyangka kebiadaban rezim Suriah tersebut semata-mata didasari oleh kepentingan politik untuk menyelamatkan kekuasaan rezim Partai Baath, partai sosialis yang telah mencengkeram rakyat Suriah selama puluhan tahun dengan kekuatan senjata. Belum banyak yang tahu bahwa kebiadaban rezim partai Baath dilatar belakangi oleh faktor ideologi dan agama. Ya, partai Baath telah didominasi oleh kelompok Nushairiyah sejak era Hafizh Asad. Kelompok Nushairiyah merupakan bagian dari sekte Syi’ah esktrim yang telah dihukumi murtad dari Islam oleh seluruh ulama kaum muslimin. Jadi, rezim Syi’ah esktrim tengah mempertontonkan kebiadannya kepada mayoritas rakyat yang beragama Islam, ahlus sunnah wal jama’ah. Demonstrasi damai versus kebiadaban militer di Suriah sejatinya adalah pertaarungan dua agama: Islam versus Nushairiyah.

Tidak heran bila Iran yang beragama Syi’ah Imamiyah (biasa juga disebut Syi’ah Itsna Atsariyah atau Syi’ah Ja’fariyah) getol memberikan dukungan militer, politik, dan ekonomi kepada rezim Syi’ah Suriah. Dua aliran Syi’ah ekstrim telah bertemu untuk menghabisi musuh bersama; mayoritas rakyat Suriah yang beragama Islam aliran Ahlus Sunnah. Bila ditambah kekuatan Syi’ah Lebanon (dengan milisi Hizbul Laata —plesetan dari nama sebenarnya, Hizbullah), kekuatan Israel, dan Kristen Libanon yang juga memusuhi Ahlus Sunnah; maka rakyat muslim sunni Suriah tengah terkepung dari seluruh penjuru. Umat Islam sedunia sudah seharusnya terus memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Suriah, sebagaimana dukungan mereka kepada perjuangan rakyat muslim Mesir, Tunisia, dan Palestina. Para ulama dan tokoh umat Islam wajib membongkar kedok rezim Nushairiyah Suriah, sehingga wala’ dan bara’ kaum muslimin jelas. Berikut ini sebagian fatwa ulama Islam yang menjelaskan hakekat kelompok Nushairiyah dan partai Baath.

Fatwa tentang Sekte Nushairiyah

Fadhilah syaikh Hamud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi hafizhahullah

As salaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh

Siapa sebenarnya kelompok Nushairiyah itu? Kepada siapa mereka menisbahkan diri? Kapan kelompok ini muncul? Di negeri mana saja keberadaannya? Bagaimana ajaran agama mereka? Bagaiamana pendapat para ulama tentang mereka? Bolehkah memberikan ucapan selamat atas hari-hari kebahagiaan mereka dan memberikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa mereka? Bolehkah menshalatkan jenazah mereka?

Jawab:
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh shahabatnya. Amma ba’du…

Jawaban atas beberapa pertanyaan di atas membutuhkan satu jilid buku tersendiri. Untuk itu, kami akan menjawab secara ringkas saja:

Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada abad ketiga Hijriyah. Berbagai aliran keagamaan yang kafir seperti Bathiniyah, Ismailiyah, Budha, dan sekte-sekte kafir yang berasal dari agama Majusi masuk bergabung ke dalam kelompok Nushairiyah. Nushairiyah banyak terdapat di Suriah dan negara-negara yang bertetangga dengan Suriah.

Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang telah mengutus dirinya sebagai nabi.

Ajaran agama Nushairiyah tegak di atas dasar akidah yang rusak dan ritual-ritual ibadah yang usang hasil pencampur-adukkan dari ajaran Yahudi, Nashrani, Budha, dan Islam. Di antara akidah sesat kelompok Nushairiyah adalah:

1. Kultus individu yang esktrim terhadap diri sahabat Ali bin Abi Thaib dengan meyakini beliau adalah Rabb (Tuhan Yang Maha Menciptakan, Maha Mematikan, Maha Memberi rizki, Maha Mengatur alam), Ilah (Tuhan yang berhak disembah—edt), dan Pencipta langit, bumi, dan seluruh makhluk. Di antara bentuk penyembahan mereka kepada Ali bin Abi Thalib adalah semboyan agama mereka:

( لا إله إلا حيدرة الانزع البطين ، ولا حجاب عليه إلا محمد الصادق الأمين ، ولا طريق إليه إلا سلمان ذو القوة المتين ..)

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Haidarah (Singa betina, julukan Ali—edt) ksatria yang terpercaya, Tiada hijab (penghalang) atasnya kecuali Muhammad Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur lagi terpercaya), Dan tiada jalan menujunya kecuali Salman Dzul Quwwatil Matin (pemilik kekuatan yang perkasa).“

Dari semboyan mereka ini nampak jelas bahwa kelompok Nushairiyah lebih kafir dari kaum Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik sekalipun karena dengan ucapan ini mereka menyandarkan penciptaan dan pengaturan seuruh makhluk kepada Ali bin Abi Thalib. Sedangkan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrik mengakui bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Sang Pengatur urusan seluruh makhluk.

2. Mereka meyakini reinkarnasi, yaitu meyakini bahwa jika seorang manusia meninggal dunia maka ruhnya berpisah dengan jasadnya dan memasuki jasad makhluk lain. Baik jasad manusia maupun jasad hewan, sesuai jenis amal perbuatannya saat ia masih hidup. Jika amal perbuatannya baik, maka ruhnya akan menempati jasad manusia atau hewan yang mulia. Adapun jika amal perbuatannya buruk, maka ruhnya akan menempati jasad hewan yang hina, seperti anjing dan lain sebagainya. Hakekat dari keyakinan ini adalah meyakini bahwa dunia ini tidak akan rusak, tidak akan pernah berakhir, tidak ada kebangkitan setelah mati, tidak ada surga, tidak ada neraka…ruh akan senantiasa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya sampai suatu saat yang tidak akan pernah berakhir. Keyakinan yang rusak ini mereka ambil dari agama Budha, karena keyakinan reinkarnasi adalah salah satu pokok ajaran agama Budha.

3. Di antara pokok ajaran akidah mereka yang sangat mengakar kuat adalah kebencian dan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam dan kaum muslimin. Sebagai bentuk permusuhan dan kebenciaan mereka kepada Islam, mereka menjuluki shahabat Umar bin Khatab dengan julukan ‘Iblisul Abalisah’ (rajanya para iblis). Adapun tingkatan iblis setelah Umar menurut keyakinan mereka adalah Abu Bakar kemudian Utsman.

4. Mereka mengharamkan ziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW karena di samping makam beliau SAW terdapat makam shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khathab. 

Pada zaman dahulu keberadaan agama sesat Nushairiyah ini terbatas pada sebuah tempat di negeri Syam dan mereka tidak diberi peluang untuk memegang posisi dalam bidang pemerintahan maupun bidang pengajaran, berdasar fatwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Keadaan itu terus berlanjut sampai akhirnya penjajah Perancis menduduki negeri Syam. Perancis memberi mereka julukan baru ‘Al-Alawiyyin’ (keturunan atau pendukung Ali bin Abi Thalib), memberi mereka kesempatan mendiami seantero negeri Syam, dan mengangkat mereka sebagai pemegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan penjajah Perancis di Syam.

Adapun pendapat para ulama Islam tentang kelompok Nushairiyah…sesungguhnya para ulama Islam telah menyatakan Nushairiyah adalah kelompok yang telah keluar dari agama Islam (kelompok murtad), karena agama mereka tegak di atas dasar syirik, keyakinan reinkarnasi, pengingkaran terhadap kehidupan setelah mati, surga, dan neraka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah ditanya tentang status kelompok Nushairiyah, maka beliau menjawab:

الحمد لله رب العالمين .. هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر أصناف القرامطة الباطنية اكفر من اليهود والنصارى بل اكفر بكثير من المشركين ، وضررهم على أمة محمد صلى الله عليه وسلم أعظم من ضرر الكفار المحاربين فإن هؤلاء يتظاهرون عند جهال المسلمين بالتشيع وموالاة أهل البيت وهم في الحقيقة لا يؤمنون بالله ولا برسوله ولا بكتابه ولا بأمر ولا بنهي ولا ثواب ولا عقاب ولا بجنة ولا بنار ولا بأحد من المرسلين قبل محمد صلى الله عليه وسلم ولا بملة من الملل ولا بدين من الأديان السالفة بل يأخذون من كلام الله ورسوله المعروف عند علماء المسلمين ويتأولونه على أمور يفترونها ويدعون أنها علم الباطن من جنس ما ذكره السائل …)
 
“Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Kelompok yang dinamakan Nushairiyah tersebut dan seluruh kelompok Qaramithah Bathiniyah (salah satu sekte Syi’ah yang ekstrim) yang lain adalah orang-orang yang kekafirannya lebih parah dari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani, bahkan kekafirannya lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrik. Bahaya mereka (kelompok Nushairiyah dan Qaramithah Bathiniyah) terhadap kaum muslimin lebih besar dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, karena mereka menampakkan dirinya sebagai orang-orang Syi’ah yang loyal kepada ahlul bait di hadapan kaum muslimin yang bodoh. Padahal sejatinya mereka tidak beriman kepada Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, perintah, larangan, pahala, siksa, surga, neraka, maupun seorang rasul pun sebelum Muhammad SAW. Mereka juga tidak mengimani adanya ajaran rasul dan agama samawi terdahulu apapun. Mereka hanya mengambil sebagian firman Allah dan sabda rasul-Nya yang dikenal di kalangan ulama Islam, lantas mereka melakukan ta’wil sesat yang mereka ada-adakan dan mereka klaim sebagai ilmu bathin semisal yang telah disebutkan oleh penanya di atas…”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan jawabannya sampai pada perkataan beliau: “Sudah diketahui bersama bahwa pesisir pantai negeri-negeri Syam jatuh ke tangan pasukan Nasrani (tentara Salib) dari arah mereka (kelompok Nushairiyah). Mereka selalu membantu setiap musuh Islam. Menurut mereka, di antara musibah terbesar yang menimpa mereka adalah kemenangan kaum muslimin atas pasukan Tartar…”

Kenapa rezim Syiah Suriah begitu kejam?
Dikarenakan itu adalah perintah para imam mereka untuk membunuh ahlu Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah. Abu Abdillah, salah seorang imam Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah- dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.” (Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532)

Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan harta umat Islam dengan jalan mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok atau membunuh muslimin tadi. Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam halal.

Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata, “Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh mereka –umat Islam. Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.”

Dan ada cukup banyak doktrin-doktrin pengkafiran Syiah terhadap kaum muslimin yang memungkinkan mereka termotivasi untuk membunuh kaum muslimin.

Siapakah yang jadi korban terbesar, ibu? Tepat seperti yang ibu katakan. Tak lain, kaum Ahlussunnah (Umat islam) atau 74% rakyat Suriah. 

Ibu Dina yang semoga hidayah Allah segera menyapa anda,

Atas semua kejadian di Suriah itu, saya menjadi sangat khawatir dan sedih saat membaca pernyataan ibu yang ahistoris dan penuh distorsi sejarah, pula tidak faham akan kesesatan Syiah. Tak mungkin ibu rumah tangga seluar biasa ibu yang mengaku sedang menempuh doktoral, ingin negeri ini juga hancur lebur Suriah karena membela Syiah. 

Alhamdulillah banyak majelis dan da’i yang menjelaskan betapa berbahayanya Syiah. Bukan karena kebencian ngawur tapi kebencian terhadap kesesatannya. Sangat berbeda dengan kebencian Syiah terhadap umat Islam seperti tercantum dalam doktrin-doktrin radikal Syiah di atas. Terkait dana, saya dan kami kaum muslimin tahu betul bahwa gerakan ini murni muncul dari kesadaran umat Islam Indonesia untuk mempertahankan aqidahnya dan membela agamanya. Mungkin ibu ingin menunjuk Saudi Arabia sebagai donatur proyek anti Syiah. Maka bila pun benar, itu tidaklah berbeda dengan yang dilakukan Republik Syiah Iran untuk program Syiahisasi dunia Islam. Justru hal ini menunjukkan bahwa ibu berada di pihak Syiah sekalipun ibu mengaku bukan Syiah.

Saya mohon, ibu, cobalah Anti melihat lagi peta ideopolitiknya. Dalam konflik di Suriah, ada peran Syiah Iran. Dan yang turun ke lapangan untuk bertempur adalah muslimin yang sedang berjihad melawan rezim Syiah kafir Nushairiyah yang didukung penuh oleh Iran. Lalu, setelah kaum muslimin habis mereka akan terus mengekspor iedologi kebencian ini sehingga pembantaian kembali terjadi di negara-negara lain termasuk di Indonesia. Tidakkah ini puncak kejahatan?

Anti adalah intelekual dan akademisi. Anti juga seorang ibu. Dan saya adalah seorang bapak rumah tangga biasa. Saya mohon, Anti sejenak membayangkan bila anak-anak kita harus sengsara dan menjadi pengungsi, seperti jutaan anak-anak Suriah hari ini. Dan ini pun dalam skala kecil sudah terjadi, ibu. Ada 40-an orang Syiah, yang menyerang secara anarkis dan radikal kepada warga perumahan muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ada kelompok-kelompok anarkis Syiah yang selalu menganggu ibadah dan kajian umat Islam di berbagai daerah. Tidakkah kasih sayang seorang ibu yang anti bangga-banggakan, melingkupi mereka, ibu?

Ibu menyampaikan kasus sampang sebagai contoh intolerannya umat Islam terhadap Syiah, menunjukkan bahwa ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana. Sebagai akademisi dan intelektual sudah selayaknya ibu membaca suatu peristiwa dengan timbangan yang patut dipertanggungjawabkan. 

Ibu, ingatlah ungkapan Buya Hamka tokoh besar Islam Nusantara ini:

“Ketika saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Syiah itu di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang merdeka dan tidak menganut Syiah!” Ujar Buya

Salaamun ‘Alaa manit taba’al hudaa

Bekasi, 17/2/2015

Islamedia.com - Wildan Hasan