Tampilkan postingan dengan label Sekte Sesat Syi'ah Rofidhoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekte Sesat Syi'ah Rofidhoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2015

Habib Ahmad Zein: Awas ! Syi’ah kalau Kalah Debat, Menuduh “Wahabi”.

Habib Ahmad Zein: Awas ! Syi’ah kalau Kalah Debat, Menuduh “Wahabi”.

“Saya yang jelas-jelas NU saja, karena anti terhadap Syi’ah mereka tuduh saya sebagai wahabi”, kata Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff dalam acara Multaqa Nasional Seruan Al-Haq di hotel Sahira Bogor april 2015 lalu.

Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff mengungkap jebakan Syi’ah bila kalah debat dengan membuat tuduhan Wahabi itu berdasarkan pengalaman dirinya saat membantah salah satu ustadz Syi’ah ber-marga “Shihab” yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga.

(lihat link ini http://www.nahimunkar.com/menyoal-lontaran-quraish-shihab-nabi-muhammad-saw-tidak-dijamin-masuk-surga/)

“Jadi ceritanya, syi’ah ini bikin opini bahwa yang menyesatkan Syi’ah itu hanya wahabi, saya nggak terima. Saya gak terima ahlus sunnah wal jama’ah di bumi Indonesia ini di obok-obok.

Begitu saya countre Syi’ah dengan yayasan Al-Bayyinat, mereka bikin isu bahwa saya ini susupan wahabi”, tutur Imam Besar Al-Bayyinat JawaTimur itu.

Habib Ahmad pernah menanggapi seorang oknum MUI bermarga shihab yang terlihat sangat membela Syi’ah.

Tanggapan itu berupa rekaman video yang pernah di uploaddi Youtube. Setelah itu, Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff banyak dituduh “Wahabi” oleh kalangan Syi’ah dan Liberal.

Propaganda Syi’ah itu menjadi cacatan tersendiri bagi Habib Ahmad, dan beliau berupaya terus untuk memperingatkan umat Islam tentang propaganda Syi’ah tersebut.

Menurutnya, banyak pihak yang dituduh wahabi karena anti terhadap Syi’ah.

Propaganda Syi’ah dengan cara menuduh “wahabi” terjadi apabila mereka kalah dalam argumentasi.

“Makanya hati-hati, ini propaganda dan adu domba Syi’ah.

Pokoknya ntah kalau ada kiai-kiai yang anti Syi’ah, langsung tuh di tuduh, “Awas, Itu kiyai fulan Wahabi”.

Kenapa begitu? karena mereka tidak bisa lawan dengan argumentasi. “, terang Habib Ahmad.

Menutup pembicaraan, Habib Ahmad mengatakan, “Wahabi itu ahlus sunnah, saudara kita. Kalau syi’ah bukan.

Kita di obok-obok oleh Syi’ah. Banyak habib dan cendikiawan muslim yang di cuci otaknya di Iran. Di tamasyakan ke Iran. Pulang-pulang omongannya sudah berubah, mereka sesat dan menyesatkan…dst”. [nahimunkar.com]

Rabu, 24 Juni 2015

Marhayadi Muhayyar Pemecah Belah Aswaja

Syeikh Idahram (Marhadi Muhayyar) Agen Syiah Pemecah-belah Aswaja

Masih segar di ingatan kita tentang buku2 propaganda yang penuh adu domba.Buku-buku yang mengatasnamakan ASWAJA padahal penulisnya adalah seorang Syi'ah.

Dengan terbitnya buku2 sesatyang dia tulis ini,kita Kaum ASWAJA mazhab Syafi'i di fitnah dan di adu domba dengan saudara2 kita kaum ASWAJA mazhab Hanbali,yang ia sebut dengan "Wahabi".

Dialah "Abu Salafy",yang juga bersembunyi di balik nama "Syaikh Idahram",padahal nama aslinya adalah MARHADI MUHAYYAR.

Buku2 yang penuh fitnah dan propaganda,membaca judulya saja terasa menjijikkan,saking bejad dan biadab nya penulisnya dalam berdusta dan memfitnah ummat Islam

Yang perlu di catat oleh kaum Muslimin:

Buku-buku ini BUKAN tulisan seorang Muslim Sunni, akan tetapi ia adalah Syi'ah (yang bertaqiyah seolah Sunni dan menyusup dalam tubuh Nahdhatul Ulama). nama samarannya 'Abu Salafy', padahal nama aslinya Marhadi Muhayyar. di dalam buku bangkainnya yg lain dia tampilkan namanya dengan 'Syaikh Idahram',itu sengaja dia balik dari dari nama aslinya 'Marhadi'.
INILAH HAKIKAT DUSTA SYI'AH DHOLALAH!!!

'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi ini adalah orang Syi'ah yang lihai berdusta. dengan cara HALUS dan sungguh menipu ia memasukkan Agama Syi'ah-nya dalam buku2nya. di antaranya,dalam buku itu ia memaksa kaum Muslimin untuk meyakini adanya mazhab yang lima, yaitu Hanafi,Maliki,Syafi'i dan Hanbali, lalu ia tambahkan Mazhab Ja'fari.

Padahal seluruh 'Ulama kaum Muslimin ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) sepakat di atas satu keyakinan bahwa Mazhab Fiqih dalam Islam hanya Empat yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. kalaupun ada mazhab Lain misalnya seperti Mazhab Tsauri dan Zhahiri, namun mazhab ini sudah punah. Adapun yang ia sebut Mazhab Ja'fari adalah Mazhab Fiqih dalam Agama Syi'ah,tidak di kenal dalam Ajaran Islam ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).Betapapun Imam Ja'far sendiri bukanlah seorang Ahli Fiqih dan tidak pernah membangun Mazhab Fiqih sama sekali.

INILAH HAKIKAT KEDUSTAAN SYI'AH DHOLALAH SELANJUTNYA!!

INDIKASI YANG MEMBUKTIKAN DIA ADALAH SYI'AH:

Lihat dan renungi apa yang di wasiatkan oleh 'Ulama kita Hadhratusy Syaikh Kyai Haji Hasyim Asy'ari Rahimahullah (Ra'is 'Aam Nahdhatul Ulama),dalam kitabnya Qanun Asasi Li-Jam'iyyati Nahdhatil Ulama,beliau berkata,

((Madzhab yang paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hanbali (keempatnya Ahlussunnah Wal Jamaah). Selain empat Mazhab tersebut juga ada lagi Mazhab Syi’ah Imamiyyah (Ja'fariyah) dan Syi’ah Zaidiyyah,tapi keduanya adalah SESAT,tidak boleh mengikuti atau berpegangan dengan kata kata mereka)).
[Kitab Qanun Asasi halaman 9].

Kemudian,dalam bukunya tersebut,'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi mencantumkan Rekomendasi dari Ustadz Kyai Haji Muhammad Arifin Ilham,Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra entul Bogor,lalu ketika di tanya langsung ke Ust.Muhammad Arifin Ilham malah beliau menjawab dengan Kaget,"DEMI ALLAH SAYA TIDAK PERNAH MEMBERI SAMBUTAN ATAU REKOMENDASI KEPADA BUKU ITU, MEMBACANYA SAJA SAYA BELUM PERNAH, SAYA BERLEPAS DIRI DARI BUKU ITU, IA TELAH BERDUSTA ATAS NAMA SAYA".

Lihat lah kaum Muslimin Bagaimana ia berdusta.....

'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi Muhayyar ini,dia adalah ORANG SYI'AH!!!

Wallaahi!!!
INDIKASI APALAGI YANG MEMBUKTIKAN KALAU DIA SYI'AH!!??

Tidak mungkin seorang Sunni ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) mengatakan bahwa tanah suci dalam Islam selain Makkah dan Madinah ada juga tanah suci yang lain,yaitu tanah Karbala di Iraq.
Demi Allah ini adalah DUSTA dan SESAT!!!

KAUM MUSLIMIN (Khususnya ASWAJA) di tipu & di kelabui mentah-mentah oleh dia!!!

Seluruh Kaum Muslimin ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) sepakat bahwa tanah suciummat Islam hanya ada tiga, yaitu: Masjidil Haram di kota Makkah, Masjid Nabawi di kota Madinah, dan Masjidil Aqsha di Palestina. Sebagaimana yang terdapat dalam Hadits2 Rasulullah...

Adapun Tanah Karbala di Iraq di mana tempat Husein Bin 'Ali Radhiyallahu'anhuma cucu Rasulullah Syahid,maka ini TIDAK TERMASUK TANAH SUCI. Akan tetapi itu merupakan padang pasir bersejarah yang menjadi saksi atas kebiadaban dan pengkhianatan orang-orang Syi'ah kepada Ahlul Bait 'Alaihim Salam hingga menyebabkan terbunuhnya Cucu tercinta Rasulullah,Husein Bin 'Ali,Radhiyaallaahu'anhu Wa Ardhah.

KESIMPULANNYA:

'Syaikh Idahram' yang bernama asli Marhadi Muhayyar ini,dia adalah seorang aktivis Syi'ah. dia bersembunyi di balik nama 'Abu Salafy' dengan menyusup di tengah-tengah Kaum Muslimin (khususnya NU) dan mengadu domba Kaum Muslimin lintas Mazhab. ia mengadu domba kaum Muslimin Mazhab Syafi'i yang di sebut ASWAJA dengan Kaum Muslimin mazhab Hanbali yang ia sebut 'Wahabi'.

Ia mengadu domba kaum Muslimin dengan cara menyusupkan 'Aqidah Syi'ah-nya dalam setiap kesempatan. Ia menghembuskan Fitnah kepada Kaum Muslimin Mazhab Hanbali dengan mengangkat Isu 'Wahabi'....

KENAPA SELALU ISU "WAHABI" YANG DIANGKAT???!!!

Dengan mengangkat isu 'Wahabi',maka Kaum Muslimin Mazhab Syafi'i (ASWAJA) akan tersibukkan dgn isu fiktif ini dan berpaling dari KESESATAN SYI'AH RAFIDHAH yang telah lama di peringatkan oleh tokoh mereka Kyai Haji Hasyim Asy'ari Rahimahullah. dan tanpa di sadari,Syi'ah ini sedang menyusup ke Ormas Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyyah,dua Organisasi besar Kaum Muslimin di Indonesia.

Padahal Ribuan massa yang menghancurkan dan membakar pesantren-pesantren Syi'ah di jawa timur,baik sampang,madura,atau jember,mereka adalah Ummat Islam kaum Nahdhiyyin (NU),BUKAN "Wahabi".!!!

Oleh karena itu WASPADALAH!!!!!!!!!!!

Terkait isu "Wahabi",maka cukuplah 'Ulama2 dan Tokoh2 Nasional kita di tanah air sebagai panutan.

Mari sejenak kita perhatikan apa yang di ceritakan oleh Prof.DR.Buya Hamka Rahimahullah tentang Kaum Muslimin Madzhab Hanbali yang di sebut 'Wahabi'.

Prof.DR.Buya Hamka berkata,

"Ketakutan Belanda itu bertambah lagi karena abad ke 19 sudah datang gerakan agama Islam militan langsung dari Makkah, menggerakkan umat Islam dan membangkitkan semangat Tauhid di alam Minangkabau.

Belanda yang lebih tahu daripada orang Minangkabau sendiri apa artinya Islam yang murni, karena mendapat advis dari ahli-ahli Orientalis tentang semangat Islam, melihat bahwa kemajuan gerakan Islam yang timbul di Padang Darat itu akan sangat berbahaya bagi rencananya menaklukkan seluruh Sumatera. Belanda telah mengetahui bahwa gerakan Wahabi di Tanah Arab yang telah menjalar ke Minangkabau itu bisa membakar hangus segala rencana penjajahan, bukan saja di Minangkabau, bahkan di seluruh Sumatera,bahkan di seluruh Nusantara ini.”

Gerakan "Wahabi" di ceritakan oleh Prof.DR.Buya Hamka sebagai gerakan Tauhid militan yang semangat mengumandangkan Jihad melawan penjajah hingga membuat gentar penjajah Belanda pada waktu itu.

Terakhir,Al-Habib KH.Ahmad Bin Zein Al-Kaff (Ketua PW NU Jember) berkata,"Wahabi itu adalah saudara kita,masih sama-sama Ahlus Sunnah.tapi kalau Syi'ah BUKAN".

Sedangkan Habib Mudhor Al-Hamid (Tokoh NU di Jawa Timur) mengatakan,"Syi'ah itu adalah Musuh Islam yang harus kita bumi hanguskan dari bumi pertiwi,mereka adalah Musuh Islam dan musuh Ahlul Bait".

[Abu Husain Ath-Thuwailibi - lppimakassar.com]

Jumat, 01 Mei 2015

17 Doktrin Syi'ah Yang Disembunyikan dari Kaum Muslimin

17 Doktrin Syi'ah Yang Disembunyikan dari Kaum Muslimin

Saat meliput aksi bubarkan Syiah di beberpa tempat di Jakarta, arrahmah.com mendapati beberapa aparat kepolisian yang tercengang mendengarkan orasi para ustadz yang membeberkan bahwa Syiah bukan Islam.

Saat itu para ustadz menjelaskan beberapa fakta dan data dari kitab-kitab yang ditulis para pendeta Syiah. Antara lain syahadat orang Syiah, rukun Islam orang Syiah, rukun iman agama Syiah, Al Qurannya, sikap mereka kepada istri Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam, dan para sahabat hingga nikah mutah. Semuanya berbeda dengan ajaran agama Islam.

“Wah bahaya juga ya Syiah,” ujar salah seorang polisi yang sembari bertugas menjaga aksi, menyimak uraian seorang ustadz tentang nikah mut’ah.

Sekelumit gambaran ini menunjukkan mayoritas masyarakat Islam Indonesia khususnya, tidak mengetahui kesesatan dan bahaya Syiah. Bahkan kaum Muslimin kebanyakan masih menganggap Syiah adalah Islam. Tentunya hal ini berbahaya.

Untuk itu pada kesempatan kali ini redaksi menurunkan tulisan Amir Majelis Mujahidin Ustadz Muhammad Thalib Al Yamani yang dengan gamblang menjelaskan 17 doktrin Syiah yang mereka sembunyikan. Membongkar kesesatan Syiah dari kitab-kitab yang ditulis para pendeta mereka. Hal ini sangat membahayakan aqidah kaum Muslimin. Semoga bermanfaat, insaya Allah.

Ada tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum Muslimin sebagai langkah taqiyyah (menyembunyikan Syi’ahnya) sebagai berikut.

1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendakinya (al-Kulainî, Ushûlul Kâfi, hlm. 259, cet. India).

Jelas doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah Subhânahu wata’âlâ, surat al-A’râf [7]: 128: “Sesungguhnya bumi ini semua milik Allah, dan diwariskan-Nya kepada siapa yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Kepercayaan Syi’ah di atas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam dengan Allah dan doktrin ini merupakan akidah syirik.

2. ‘Ali bin Abî Thâlib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang zhahir dan yang batin sebagaimana termaktub dalam surat al-Hadîd [57]: 3: “Allah lah yang ada sebelum yang lain ada, yang tetap kekal setelah yang lain musnah, yang tampak ciptaan-Nya, dan yang tidak tampak Dzat-Nya.” (Rijâlul Kashi hlm. 138).

Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah ‘Ali bin Abî Thâlib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan ‘Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum Muslimin dan kesucian akidahnya.

3. Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah, dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushûlul Kâfi hlm. 83).

4. Amirul Mukminin ‘Ali bin Abî Thâlib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang gaib (Ushûlul Kâfi hlm. 84).

5. Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushûlul Kâfi hlm. 278).

6. Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu, maka tentu ia tidak berhak menjadi imam (Ushûlul Kâfi hlm. 158).

7. Para imam mengetahui apa pun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal gaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushûlul Kâfi hlm. 193).

8. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi, para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushûlul Kâfi hlm. 40). Menurut al-Kulainî, Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin ‘Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu, karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu, menurut doktrin Syi’ah, Allah bersifat bada’ (Ushûlul Kâfi hlm. 232).

9. Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam bersifat maksum (bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat dosa). Allah menyuruh manusia untuk menaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya, dan mereka menjadi hujjah (argumentasi kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushûlul Kâfi hlm. 165).

10. Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Shallallâhu ‘alayhi wasallam (Ibid).

11. Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah ‘Ali bin Abî Thâlib, Husein bin ‘Ali, Hasan bin ‘Ali, dan Muhammad bin ‘Ali (Ushûlul Kâfi hlm. 109).

12. Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi, dan ditambah (Ushûlul Kâfi hlm. 670). Salah satu contoh ayat al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat al-Qur’an an-Nisâ’ [4]: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Yâ ayyuhalladzîna ûwtul kitâba âminû bimâ nazzalnâ fî ‘Aliyyin nûranmubînan“. (Fashlul Khithâb, hlm. 180)

13. Menurut Syi’ah, al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushûlul Kâfi hlm. 671)

14. Menyatakan bahwa Abû Bakar, ‘Umar, Utsman bin Affan, Muâwiyah, ‘Aisyah, Hafshah, Hindûn, dan Ummul Hakâm adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi; mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Barangsiapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya, dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yâqîn hlm. 519 oleh Muhammad Baqîr al-Majlisî).

15. Menghalalkan nikah mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah empat kali derajatnya sama tingginya dengan Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alayhi wasallam (Tafsîr Minhajush Shâdiqîn hlm. 356, oleh Mullah Fathullah Kasanî).

16. Menghalalkan tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, Imam Ja’far berkata kepada temannya, “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku” (Al-Istibshar III hlm. 136 oleh Abû Ja’far Muhammad Hasan ath-Thûsî).

17. Rasulullah dan para shahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi, sebelum hari kiamat, akan datang dan dia membongkar kuburan Abû Bakar dan ‘Umar yang ada di dekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan, kedua orang ini akan disalib. (Haqqul Yaqîn hlm. 360 oleh Mulla Muhammad Baqîr al-Majlisî).

Ketujuh belas doktrin Syi’ah di atas, apakah dapat dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alayhi wasallam dan dipegang teguh oleh para shahabat serta kaum Muslimim yang hidup sejak zaman tabi’in hingga sekarang?

Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam?

Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak mengafirkan akidah Syi’ah ini, maka dia termasuk kafir.

Kitab-kitab tersebut di atas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab Hadis Imam Bukhârî, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasâ’i, Tirmidzî, Abû Dawud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, dengan tegas harus ditolak upaya-upaya untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip.

Syi’ah Zaidiyah sebagai golongan Syi’ah yang dekat dengan Ahlus-Sunnah sebenarnya tidak ada. Karena Zaid bin Zainul Abidin bin Husain di masa hidupnya menolak dijadikan Imam oleh golongan Syi’ah. Maka doktrin Syi’ah Zaidiyah yang diatas namakan Zaid bin Zainul Abidin bin Husain adalah doktrin dusta. (Naasikhut-Tawaarih juz 2 hal 590, oleh Mirza Taqii Khan)

(Arrohmah.com/fajrialkhonsa.blogspot.com)

Pandangan Ulama' Islam Terhadap Rofidhoh

Pandangan Ulama Islam Terhadap Rofidhoh

Diantara kelompok atau sekte sesat (sebagian ulama' mengkafirkannya) adalah sekte Rofidhoh yang lebih populer dengan sebutan syi'ah.

Sudah sering kita dengar dan saksikan dari berbagai macam sumber bagaimana kelakuan buruk syi'ah ini. Akan tetapi, dikarenakan masih "banyaknya" tokoh Ummat Islam khususnya di Negri tercinta Indonesia ini yang membela dan melindungi sekte ini, akhirnya mereka cukup pesat perkembangannya. Terlebih setelah Pentolan mereka duduk di Parlemen.

Mereka yang membela Rofidhoh (Syi'ah-red) tidak lepas karena 3 peekara saja. Yaitu: Karena Harta, Tahta dan Wanita. Wal'iyadzubillah

Bahkan diantara mereka ada yang mencoba meng-ukhuwwahkan antara Sunni dan Syi'ah. Sampai gajah masuk lobang jarum-pun, tidak akan pernah bersatu antara dua faham ini, kecuali mereka meninggalkan aqidah mereka dan kembali merujuk ke manhaj ahlu sunnah.

Diantara pernyataan Ulama' Ahlu Sunnah wal Jama'ah terhadap Rofidhoh adalah:

1. Al-Imam Ahmad bin Hambal rohimahullah

Ibnu ‘Abdil Qawwî berkata: “Imam Ahmad telah mengafirkan orang-orang yang menjauhkan diri dari shahabat, orang yang mencela ummul Mukminin ‘Aisyah, dan menuduhnya berbuat serong, padahal Allah telah mensucikannya dari tuduhan tersebut seraya beliau kemudian membaca ayat: “Allah menasehati kalian agar kalian tidak mengulang lagi perbuatan itu selama-selamanya, jika kalian benar-benar beriman.”[1]

2. Al-Imam Al-Bukhârî Rohimahullah (wafat tahun 256 H)

Ia berkata: “Bagi saya sama saja, apakah shalat di belakang imam beraliran Jahm atau Rafidhah, atau shalat di belakang imam Yahudi atau Nasrani. Dan seorang Muslim) tidak boleh memberi salam kepada mereka, mengunjungi mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi dan memakan sembelihan mereka.”[2]

3. Al-Imam Ibnu Katsîr Rohimahullah [3]

Ibnu Katsir telah mengetengahkan hadis-hadis yang sah di dalam As-Sunnah dan berisikan sanggahan terhadap anggapan adanya ayat al-Qur’an dan wasiat kepada ‘Ali yang diklaim oleh golongan Syi’ah. Kemudian beliau memberi komentar sebagai berikut:

“Sekiranya masalah (wasiat) sebagaimana yang mereka perkirakan itu ada, niscayalah tidak seorang shahabat Nabi pun yang akan mengingkari. Sebab, mereka ini merupakan manusia yang paling taat kepada Allah dan Rasul-Nya, baik selama beliau masih hidup maupun sesudah beliau wafat. Karena itu, sama sekali tidak benar kalau mereka berani mengambil ketetapan mendahulukan orang yang tidak didahulukan oleh Rasulullah dan mengakhirkan orang yang didahulukan oleh Rasulullah dengan ketetapannya. Barangsiapa menganggap para shahabat yang diridhai oleh Allah dengan anggapan semacam itu, berarti menganggap semua shahabat berlaku durhaka, dan bersepakat menentang Rasulullah serta melawan putusan dan ketetapan beliau. Siapa saja yang berani berpendapat semacam ini, berarti dia telah melepaskan tali simpul Islam, kafir terhadap ijma’ seluruh umat Islam. Dan menumpahkan darah orang semacam ini lebih halal daripada membuang khamr.[4]

Dengan sah terbukti dari pendirian golongan Rofidhoh sendiri, sebagaimana tersebut di atas, bahwa mereka mempunyai anggapan, sesungguhnya Rasulullah Shallallâhu ‘alayhi wasallam telah memberikan suatu dekrit untuk ‘Ali, tetapi para shahabat menolak dekrit tersebut, dan karena itu mereka murtad. Inilah pendapat yang dilontarkan oleh rofidhoh dewasa ini dan para leluhur mereka dahulu.

4. Al-Imam Muhammad bin ‘Alî asy-Syaukâni rohimahullah [5]

Beliau berkata: “Sungguh inti dakwah Syi’ah adalah menyimpangkan agama dan melawan syariat kaum Muslimin. Tetapi yang sangat diherankan dari sikap para ulama mereka, sebagai pemimpin agama, adalah mengapa mereka membiarkan orang-orang itu melakukan kemungkaran yang tujuan dan maksudnya sangat busuk. Orang-orang yang rendah tersebut ketika bermaksud menentang syariat Islam yang suci dan menyalahi, mereka melakukan cercaan terhadap kehormatan para penegak syariat ini, yaitu orang-orang yang menjadi jalan sampainya syariat tersebut kepada kita, menjerumuskan orang-orang awam dengan caranya yang terkutuk itu dan cara setan, sehingga mereka mengutarakan celaan dan laknat kepada Khulafâur Râsyidîn. [6]

_____
[1] Q.s. an-Nûr [24]: ayat 17, ayat ini menjadi dasar pendapat Imam Ahmad, dalam buku karya Imam Abî Muhammad Rizkullah bin ‘Abdul Qawwî at-Tamimî rohulimahullah (wafat tahun 480 H.): Al-Warqah 21.

[2] Imam Bukhârî, Khalku Af’alil ‘Ibad, hlm. 125.

[3] Beliau adalah tokoh ahli hadis serta mufti yang cemerlang sebagaimana dikatakan oleh adz-Dzahâbî. Nama lengkapnya Abul Fisâ’ Ismail bin ‘Umar bin Katsîr. Asy-Syaukâni berkata: “Beliau punya banyak karangan berfaedah, antara lain: Tafsîr Ibnu Katsîr, yang dapat digolongkan tafsir yang terbaik, bahkan mungkin yang paling baik.” Wafat pada tahun 774 H. (Ibnu Hajar, ad-Durâru al-Kâminah, 1:373-374; Asy-Syaukâni, al-Badr at-Thali’, 1: 153).

[4] Bacalah halaman 751 dan 1125 dari ar-Risalah.

[5] Imam Muhammad bin ‘Alî bin Muhammad bin ‘Abdillah asy-Syaukâni, seorang ulama Yaman, pengarang kitab Fathul Qadîr, Nailul Authar dan lain-lain kitab-kitab yang bermanfaat. Wafat pada tahun 1250 H., bacalah al-Badr at-Thalî’, 2: 214 – 225.

[6] Bacalah kitab Thalabul ‘Ilmi, Asy-Syaukani

Wahhabi Itu Ahlu Sunnah, Kalau Syi'ah Bukan...!!!

Anti Syiah dituding Wahabi, Habib Zein : Wahabi itu Ahlus Sunnah, kalau Syiah bukan

Kaum Muslimin yang mengkritik ajaran syiah kerapkali difitnah dengan sebutan-sebutan yang buruk, diantaranya pemecah belah umat, agen Zionis, dan yang lebih sering dengan tudingan sebagai  Wahabi.

Namun, hal itu dibantah oleh Pimpinan Yayasan Al Bayyinat Jawa Timur, Habib Ahmad Zein Al Kaff yang bukan dari kalangan Wahabi saat menjawab pertanyaan soal kenapa setiap ada upaya membongkar kesesatan Syiah, kalangan Syiah sering menyerang balik dengan menyatakan bahwa Wahabi dibelakang aksi yang menuduh Syiah sesat .

“Wahabi sama-sama Ahlussunnah, kalau mereka (Syiah) bukan. Kalau wahabi kitab rujukannya sama, rukun Iman, rukun Islamnya juga sama, sedangkan Syiah berbeda, kita hanya berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang) dengan Wahabi” tegas Habib Zein dalam konferensi pers setelah acara tabligh akbar bertajuk “Mengokohkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia”, yang digelar Ahad kemarin (16/9) di masjid Al-Furqan Dewan Dakwah Jakarta.

Anggota dewan Syuriah PWNU Jawa Timur ini, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terkejut mendengar tuduhan seperti itu, sebab hal tersebut juga yang menimpa dirinya yang jelas-jelas warga Nahdliyin.

“Tidak usah heran, saya aja yang sudah jelas-jelas bukan Wahabi, dituduh Wahabi juga sama mereka (Syiah)” tutupnya. (bilal/arrahmah.com)

Sumber: http://m.arrahmah.com/read/2012/09/18/23286-anti-syiah-dituding-wahabi-habib-zein-wahabi-itu-ahlus-sunnah-kalau-syiah-bukan.html

Selasa, 28 April 2015

65 Aswaja di Eksekusi Syi'ah Dalam Sepekan

Dalam Sepekan, Rezim Syiah Iran Eksekusi Mati 65 Aswaja

Dalam periode 12-18 April, rezim Syiah Iran telah mengeksekusi gantung sedikitnya 65 warga sipil Aswaja. 45 di antaranya dieksekusi di penjara kota Karaj. Pada tanggal 13 April, delapan korban digantung di Penjara Pusat Karaj sementara 13 lainnya mendapat ganjaran yang sama di Penjara Ghezel Hessar. Pada hari berikutnya, 19 Aswaja digantung di Penjara Gohardasht dan pada tanggal 15 April, rezim menggantung lima korban di Gohardasht. Di antara mereka yang dieksekusi adalah Javad Saberi, seorang yang masih berusia remaja pada saat penangkapannya. Demikian lansir NCR Iran pada Ahad (19/4).

Sedangkan seorang tahanan lainnya digantung pada 12 April di Mehriz (Provinsi Yazd), kemudian delapan orang pada tanggal 12 dan 15 April di Arak, tiga pada tanggal 14 dan 15 April di Shiraz serta masing-masing empat pada 13 April di Esfahan dan 18 April di  Zahedan. Dua dari proses eksekusi, di Mehriz dan di Shiraz, dilakukan dihadapan publik.

Sejumlah besar korban eksekusi masih muda di bawah usia 30 tahun dan berada di antara tahanan yang memprotes gelombang eksekusi massal di Penjara Ghezel Hessar pada bulan Agustus tahun lalu.

Protes tersebut digelar pada 12 April oleh para tahanan di penjara Karaj, setelah dipindahkannya teman satu sel mereka ke sel isolasi dalam persiapan untuk eksekusi gantung. Para pengunjuk rasa meneriakkan: “Kami tidak akan membiarkan Anda membunuh kami”. Selain itu, keluarga para Aswaja yang telah berada di ambang eksekusi juga berkumpul di depan penjara dan berteriak: “Kami tidak akan membiarkan Anda mengeksekusi mereka”.

Lebih gilanya lagi, dikatakan bahwa dalam beberapa pekan ke depan rezim berencana untuk menggantung 200 tahanan Aswaja di penjara Gohardasht dan Ghezel Hessar. Banyak keluarga para tahanan yang telah meminta untuk diizinkan berkunjung ke penjara untuk bertemu dengan orang yang mereka cintai untuk terakhir kalinya.

Karena takut akan adanya pemberontakan para tahanan, para pendeta di pihak rezim telah mengalihkan mereka yang akan dieksekusi ke penjara-penjara di kota terdekat, termasuk Penjara Besar Teheran di Jalan Hassanabad Varamin dan Penjara Pusat Qazvin.

(antiliberal.news.com/Syi'ahindonesia.com)

Rabu, 22 April 2015

Catatan Kecil Kejahatan Syi'ah Terahadap Kaum Muslimin

Catatan Kecil Kejahatan Syi'ah Terhadap Kaum Muslimin

Berangkat dari akidah yang rusak dan absurd, sekte Syi’ah kerap menebar kekejian dan kebiadaban kepada kaum muslimin. Sejarah mencatat lembaran demi lembaran kelam kejahatan mereka dan tidak ada seorang pun yang dapat mengingkarinya. Berikut adalah diantara sebagian ‘kecil’ catatan sejarah kejahatan mereka yang digoreskan oleh para ahli sejarah Islam. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati, karena sejarah seringkali terulang.

√ Jatuhnya Kota Bagdad

Pada tahun 656 H, Hulagu Khan, Raja Tatar berhasil menguasai kota Baghdad yang saat itu menjadi pusat peradaban Islam di bawah kekuasaan Bani Abbasiyyah. Keberhasilan invansi Tatar ini tidak lepas dari peran dua orang Syi’ah. Yang pertama adalah seorang menteri pengkhianat khalifah Muktashim yang bernama Mu`yyiduddin Muhammad Ibnul Alqamy. Dan yang kedua adalah seorang ahli nujum Nashirudin Ath Thusi penasehat Hulagu.

Pada akhir kepemimpinan khalifah Mustanshir, jumlah pasukan Bani Abbasiyyah mencapai seratus ribu pasukan. Sepeninggal Mustanshir dan tampuk kepemimpinan dipegang oleh Muktashim, Ibnul Alqamy membuat usulan-usulan kepada khalifah untuk mengurangi jumlah pasukan dengan alasan untuk menghemat biaya. Hal itu pun diikuti oleh khalifah. Padahal itu merupakan taktik untuk melemahkan kekuatan pasukan. Hingga akhirnya jumlah pasukan hanya sepuluh ribu saja.

Pada saat yang sama, Ibnul Alqami menjalin hubungan gelap dengan Hulagu. Ia sering menulis surat kepada Hulagu dan memberinya motivasi untuk mengusai Baghdad serta berjanji akan membantunya sambil menggambarkan kondisi pertahanan Bagdad ketika itu yang semakin melemah. Itu semua ia lakukan demi memberantas sunnah, menampakkan bid’ah rafidhah dan mengganti kekuasaan dari Bani Abbasiyyah kepada Alawiyyah.

Pasukan Hulagu pun kemudian bergerak menuju Bagdad. Pasukan Khalifah baru menyadari bahwa Tatar telah bergerak masuk. Upaya penghadangan Tatar yang dilakukan oleh khalifah gagal hingga akhirnya Tatar berhasil menguasai sebagian wilayah Bagdad. Dalam kondisi itu, Ibnul Alqami mendatangi Hulagu dan membuat perencanaan dengannya kemudian kembali kepada khalifah Muktashim dan mengusulkan kepadanya untuk melakukan perdamaian seraya berkata bahwa Hulagu akan tetap memberinya kekuasaan sebagaimana yang Hulagu lakukan terhadap penguasa Romawi. Ia pun berkeinginan menikahkan putrinya dengan anak laki-laki kahlifah yang bernama Abu Bakar. Ia terus mengusulkan agar penawaran itu disetujui oleh khalifah. Maka khalifah pun berangkat dengan membawa para pembesar pemerintahannya dalam jumlah yang sangat banyak (dikatakan sekitar 1200 orang)

Khalifah menempatkan rombongannya di sebuah tenda. Lalu menteri Ibnul Alqami mengundang para ahli fikih dan tokoh untuk menyaksiakan akad pernikahan. Maka berkumpulah para tokoh dan guru Bagdad yang diantaranya adalah Muhyiddin Ibnul Jauzi beserta anak-anaknya untuk mendatangi Hulagu. Sesampainya di tempat Tatar, pasukan Tatar malah membunuhi mereka semua. Begitulah setiap kelompok dari rombongan khalifah datang dan dibantai habis semuanya. Tidak cukup sampai disitu, pembantaian berlanjut kepada seluruh penduduk Bagdad. Tidak ada yang tersisa dari penduduk kota Bagdad kecuali yang bersembunyi. Hulagu juga membunuh khalifah dengan cara mencekiknya atas nasehat Ibnul Alqami.

Pembantaian Tatar terhadap penduduk Bagdad berlangsung selama empat puluh hari. Satu juta korban lebih tewas dalam pambantaian ini. Kota Bagdad hancur berdarah-darah, rumah-rumah porak-poranda, buku-buku peninggalan para ulama dibakar habis dan Bagdad pun jatuh kepada penguasa kafir Hulagu Khan.

Selain peran Ibnul Alqami, peristiwa ini juga tidak lepas dari peran seorang Syi’ah lainnya bernama Nashirudin At Thushi, penasehat Hulagu yang dari jauh-jauh hari telah mempengaruhi Hulagu untuk menguasai kota Bagdad. [Lihat Al Bidayah wa Al Nihayah, vol. 13, hal. 192, 234 – 237, Al-Nujuum Al Zaahirah fii Muluuk Mishr wa Al Qahirah, vol. 2, hal. 259 – 260]

√ Konspirasi Syi’ah Ubaidiyyah dan Pasukan Salib

Ketika kerajaan Islam Saljuqi sedang dalam pengintaian pasukan salib, orang-orang Syi’ah Ubaidiyyah yang menamakan diri mereka sebagai Fathimiyyah memanfaatkan keadaan. Ketika pasukan salib sedang mengepung Antakia, mereka mengirim utusan kepada pasukan salib untuk melakukan kerjasama dalam memerangi kerajaan Islam Saljuqi serta membuat perjanjian untuk membagi wilayah selatan (syiria) untuk pasukan salib dan wilayah utara (palestina) untuk mereka. Pasukan salib pun menyambut tawaran itu.

Maka, terjadilah pertempuran antara pasukan salib dan pasukan Saljuqi. Saat terjadi peperangan antara pasukan Saljuqi dengan pasukan salib, orang-orang Syi’ah Ubaidiyyah sibuk untuk memperluas kekuasaan mereka di Pelestina yang saat itu berada di bawah kekuasaan Saljuqi.

Akan tetapi kemudian pasukan salib mengkhianati perjanjian mereka dan merangsek masuk ke wilayah Palestina pada musim semi tahun 492 H dengan kekuatan seribu pasukan berkuda dan lima ribu invanteri saja. Pasukan Ubaidiyyah melawan mereka namun demi tanah dan diri mereka saja, bukan untuk jihad. Hingga satu per satu dari daerah Palestina jatuh ke tangan pasukan salib dan mereka pun membantai kaum muslimin. Mereka membunuhnya di depan Masjid Al Aqsha. Lebih dari tujuh puluh ribu orang tewas dalam peristiwa berdarah itu, termasuk para ulama. [Lihat Tarikh Islam, Mahmud Syakir, vol. 6, hal. 256-257, Tarikh Al Fathimiyyin, hal. 437]

√ Syi’ah Qaramithah

Al Hafidz Ibnu Katsir dalam (Al Bidayah wa Al Nihayah, vol. 11, hal. 149) menceritakan, di antara peristiwa pada tahun 312 H bulan Muharram, Abu Thahir Al Husain bin Abu Sa’id Al Janabi –semoga Allah melaknatnya- menyerang para jemaah haji yang tengah dalam perjalanan pulang dari baitullah dan telah menunaikan kewajiban haji. Mereka merampok dan membunuh mereka. Korban pun berjatuhan dengan jumlah yang sangat banyak –hanya Allah yang mengetahuinya. Mereka juga menawan para wanita dan anak-anak mereka sekehendaknya dan merampas harta mereka yang mereka inginkan.

Ibnu Katsir juga menceritakan pada tahun 317 H, orang-orang Syi’ah Qaramithah telah mencuri hajar aswad dari baitullah. Dalam tahun itu, rombongan dari Iraq yang dipimpin orang Manshur Ad Daimamy datang ke Makkah dengan damai. Kemudian pada hari tarwiyah, orang-orang Qaramithah menyerang mereka, merampas harta dan membantainya di masjidil haram, di depan Kabah. Para jemaah haji berhamburan. Diantara mereka ada yang berpegangan dengan kain penutup Kabah. Akan tetapi itu tidak bermanfaat bagi mereka. Orang-orang Qaramithah terus membunuhi orang-orang. Setelah selesai, orang-orang Qaramithah membuang para korban di sumur zamzam dan tempat-tempat di masjidil haram.

Qubbah zamzam dihancurkan, pintu kabah dicopot dan kiswahnya dilepaskan kemudian dirobek-robek. Mereka pun mengambil hajar aswad dan membawanya pergi ke negara mereka. Selama dua puluh dua tahun hajar aswad beserta mereka hingga akhirnya mereka kembalikan pada tahun 339 H.

Daulah Shafawiyyah (Cikal Bakal Syi’ah di Iran)

Dahulu, hampir sembilan pulun persen penduduk Iran menganut akidah ahli sunnah bermadzhab Syafi’i. Hingga pada abad ke sepuluh hijriyah tegaklah daulah Shafawiyyah dibawah kepamimpinan Isma’il Ash-Shafawi. Ia pun kemudian mengumumkan bahwa ideologi negera adalah Syi’ah Imamiyyah Itsna Asyriyyah, serta memaksa para warga untuk juga menganutnya.

Ia sangat terkenal sebagai pemimpin yang bengis dan kejam. Ia membunuh para ulama kaum muslimin beserta orang-orang awamnya. Sejarah mencatat, ia telah membunuh sekitar satu juta muslim sunni, merampas harta, menodai kehormatan, memperbudak wanita mereka dan memaksa para khatib ahli sunnah untuk mencela para khalifah rasyidin yang tiga (Abu Bakar, Umar dan Ustman –semoga Allah meridhai mereka) serta untuk mengkultuskan para imam dua belas.

Tidak hanya itu, ia juga memerintahkan untuk membongkar kuburan ulama kaum muslimin dari kalangan ahli sunnah dan membakar tulang belulangnya.

Daulah Shafawiyyah berhasil memperluas kekuasaannya hingga semua penjuru daerah Iran dan wilayah yang ada di dekatnya. Ismail Shafawi berhasil menaklukkan daulah Turkimaniyyah berakidah ahli sunnah di Iran, kemudian Faris, Kirman dan Arbastan serta yang lainnya. Dan setiap peristiwa penaklukan itu, ia membunuh puluhan ribu ahli sunnah. Hingga ia pun berhasil menyerang Bagdad dan menguasainya. Ia pun melakukan perbuatan kejinya kepada ahli sunnah disana. [dinukil dari Tuhfatul Azhar wa Zallaatu al Anhar, Ibnu Syaqdim As-Syi’i via al Masyru’ al Irani al Shafawi al Farisi, hal. 20 -21]

Wallahu ‘alam wa Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc (Alumni Universitas Al Azhar Mesir, Da’i di Islamic Center Bathah Riyadh KSA)

Via: Artikel Muslim.Or.Id

Bukti Sejarah (Kekejaman Syi'ah)

Daftar Kejahatan Syiah Sepanjang Sejarah Islam

Umat Islam di seluruh dunia selalu mengharapkan persatuan dan kesatuan tidak terpecah belah. Hal ini diperintahkan Allah ta’ala dalam firmannya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103).

Di ayat yang lain Allah menyeru:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

Pertanyaanya, apakah bisa kita bersatu atas nama umat Islam sementara sekelompok yang mengaku muslim tetapi menorehkan sejarah seperti yang terekam dalam lintasa sejarah berikut ini:

1. 23 H (Baba Aladdin) Abu lu'lu membunuh Khalifah Umar bin Khothob radhiyallahu 'anhu.

2. 34 H (Abdullah Ibn Saba) membunuh Khalifah Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu.

3. 61 H Syiah Rafidah membunuh Imam Husain radhiyallahu 'anhu di 'Asyura.

4. 100 H Syiah Rafidah membunuh 500,000 Muslim di Khorasan.

5. 280 H Syiah Zaidiah membunuh 50,000 Muslim di Yaman.

6. 317 H Syiah Qurmutiah menyerang Masjid Haram Mekah, mencuri dan merusak Hajarul Aswad dengan 8 cukilan serta membunuh 400,000 jamaah haji.

7. 483 H Syiah Hashasheen (assasens) membunuh Imad al deen Zinki dan 200,000 Muslim di Mesir.

8. 1099 M Syiah Fatimiah menyerang Palestina dan membantu penyerahan AlQuds ke pihak Nasrani.

9. 656 H Syiah Alawiah bersama Hulagu menyerag Baghdad membunuh lebih 800,000 orang di Iraq dan lebih 2 juta orang di Syria, Lebanon, Jordan dan Palestina.

10. 907 H Syiah Safawiah membunuh 1 juta Sunni di Iran.

12. 1149 H Syiah Qadianiah mengubah Kiblat ke Mashahd di Iran.

13. 1289 H Syiah Isna 'Ashariah mencetak Quran dari Mirza Tubrusi di Iran Qum.

14. 1366 H Syiah Isna 'Ashariah berfatwa ziarah ke Karbala adalah 7x lebih baik daripada Mekkah.

15. 1406 H mengebom bagian dalam Masjidil Haram untuk memberi pesan anti Amerika (propaganda).

16. 1407 H Syiah Irak membunuh 402 warga Saudi selama haji, 85 di antaranya adalah polisi.

17. 1408 H Fatwa melalui the Islamic union di Makkah (Khomaini adalah kaum Kuffar).

18. 1409 H Syiah Rafidah mengebom Masjidil Haram dan membunuh 1 orang berwarga negara Pakistan.

19. 1841 M Syiah Druz menyerang Kekaisaran Turki.

20. 1972 M Syiah Druz bersama Israel menyerang Palestina.

21. 1983 M Syiah Druz bersama Israel menyerang Lebanon.

22. 1982 N Syiah 'Alawiah membunuh 40,000 sunni di Homs Syria.

23. 2011 M Syiah 'Alawiah + Isna 'Ashariah membunuh 200,000 Sunni di Syria

24. 2013 M - Mesir?

Seterusnya, Indonesia?

Kamis, 16 April 2015

10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi'ah

SEPULUH JURUS PENANGKAL KESESATAN SYI’AH

Alhamdulillahirabbil ‘alamin atas segala nikmat dan karunia Allah. Dengan segala nikmat-Nya kita senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk meniti jalan istiqamah, alhamdulillah. Tanpa karunia dan perlindungan Allah, kita tak ada apa-apanya.

Berikut ini adalah “10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi’ah” yang berisi sepuluh logika dasar untuk mematahkan akidah sesat Syi’ah. Logika-logika ini bisa diajukan sebagai bahan diskusi ke kalangan Syi’ah dari level awam, sampai level ulama. Setidaknya, logika ini bisa dipakai sebagai “anti virus” untuk menangkal propaganda dai-dai Syi’ah yang ingin menyesatkan umat Islam dari jalan yang lurus.

Kalau Anda berbicara dengan orang Syi’ah, atau ingin mengajak orang Syi’ah bertaubat dari kesesatan, atau diajak berdebat oleh orang Syi’ah, atau Anda mulai dipengaruhi dai-dai Syi’ah; coba kemukakan 10 logika dasar di bawah ini.

Tentu saja, kemukakan satu per satu. Insya Allah, kaum Syi’ah akan kesulitan menjawab logika-logika ini, sehingga kemudian kita bisa membuktikan, bahwa ajaran mereka sesat dan tidak boleh diikuti.

JURUS 1: “NABI DAN AHLUL BAIT”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda mencintai dan memuliakan Ahlul Bait Nabi?”

Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan mencintai Ahlul Bait merupakan pokok-pokok akidah kami.”

Kemudian tanyakan lagi: “Benarkah Anda sungguh-sungguh mencintai Ahlul Bait Nabi?”

Dia tentu akan menjawab: “Ya, demi Allah!”

Lalu katakan kepada dia: “Ahlul Bait Nabi adalah anggota keluarga Nabi. Kalau orang Syi’ah mengaku sangat mencintai Ahlul Bait Nabi, seharusnya mereka lebih mencintai sosok Nabi sendiri?

Bukankah sosok Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih utama daripada Ahlul Bait-nya?

Mengapa kaum Syi’ah sering membawa-bawa nama Ahlul Bait, tetapi kemudian melupakan Nabi?”

Faktanya, ajaran Syi’ah sangat didominasi oleh perkataan-perkataan yang katanya bersumber dari Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak keturunan mereka. Kalau Syi’ah benar-benar mencintai Ahlul Bait, seharusnya mereka lebih mendahulukan Sunnah Nabi, bukan sunnah dari Ahlul Bait beliau. Syi’ah memuliakan Ahlul Bait karena mereka memiliki hubungan dekat dengan Nabi.

Kenyataan ini kalau digambarkan seperti: “Lebih memilih kulit rambutan daripada daging buahnya.”

JURUS 2: “AHLUL BAIT DAN ISTERI NABI”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Siapa saja yang termasuk golongan Ahlul Bait Nabi?”

Nanti dia akan menjawab: “Ahlul Bait Nabi adalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.”

Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana dengan isteri-isteri Nabi seperti Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain? Mereka termasuk Ahlul Bait atau bukan?”

Dia akan mengemukakan dalil, bahwa Ahlul Bait Nabi hanyalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.

Kemudian tanyakan kepada orang itu: “Bagaimana bisa Anda memasukkan keponakan Nabi (Ali) sebagai bagian dari Ahlul Bait, sementara istri-istri Nabi tidak dianggap Ahlul Bait?

Bagaimana bisa cucu-cucu Ali yang tidak pernah melihat Rasulullah dimasukkan Ahlul Bait, sementara istri-istri yang biasa tidur seranjang bersama Nabi tidak dianggap Ahlul Bait?

Bagaimana bisa Fathimah lahir ke dunia, jika tidak melalui istri Nabi, yaitu Khadijah Radhiyallahu ‘Anha?

Bagaimana bisa Hasan dan Husein lahir ke dunia, kalau tidak melalui istri Ali, yaitu Fathimah?

Tanpa keberadaan para istri shalihah ini, tidak akan ada yang disebut Ahlul Bait Nabi.”

Faktanya, dalam Surat Al Ahzab ayat 33 disebutkan: “Innama yuridullahu li yudzhiba ‘ankumul rijsa ahlal baiti wa yuthah-hirakum that-hira” (bahwasanya Allah menginginkan menghilangkan dosa dari kalian, para ahlul bait, dan menyucikan kalian sesuci-sucinya).

Dalam ayat ini istri-istri Nabi masuk kategori Ahlul Bait, menurut Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan selama hidupnya, mereka mendapat sebutan Ummul Mu’minin (ibunda orang-orang Mukmin) Radhiyallahu ‘Anhunna.

JURUS 3: “ISLAM DAN SAHABAT”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda beragama Islam?”

Maka dia akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Tentu saja, kami adalah Islam. Kami ini Muslim.”

Lalu tanyakan lagi ke dia: “Bagaimana cara Islam sampai Anda, sehingga Anda menjadi seorang Muslim?”

Maka orang itu akan menerangkan tentang silsilah dakwah Islam. Dimulai dari Rasulullah, lalu para Shahabatnya, lalu dilanjutkan para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, lalu dilanjutkan para ulama Salafus Shalih, lalu disebarkan oleh para dai ke seluruh dunia, hingga sampai kepada kita di Indonesia.”

Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Anda mempercayai silsilah dakwah Islam itu, mengapa Anda sangat membenci para Shahabat, mengutuk mereka, atau menghina mereka secara keji?

Bukankah Anda mengaku Islam, sedangkan Islam diturunkan kepada kita melewati tangan para Shahabat itu. Tidak mungkin kita menjadi Muslim, tanpa peranan Shahabat.

Jika demikian, mengapa orang Syi’ah suka mengutuk, melaknat, dan mencaci-maki para Shahabat?”

Faktanya, kaum Syi’ah sangat membingungkan. Mereka mencaci-maki para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum dengan sangat keji.

Tetapi di sisi lain, mereka masih mengaku sebagai Muslim. Kalau memang benci Shahabat, seharusnya mereka tidak lagi memakai label Muslim. Sebuah adagium yang harus selalu diingat: “Tidak ada Islam, tanpa peranan para Shahabat!”

JURUS 4: “SEPUTAR IMAM SYI’AH”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Apakah Anda meyakini adanya imam dalam agama?”

Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan imamah menjadi salah satu rukun keimanan kami.”

Lalu tanyakan lagi: “Siapa saja imam-imam yang Anda yakini sebagai panutan dalam agama?”

Maka mereka akan menyebutkan nama-nama 12 imam Syi’ah. Ada juga yang menyebut 7 nama imam (versi Ja’fariyyah).

Lalu tanyakan kepada orang Syi’ah itu: “Mengapa dari ke-12 imam Syi’ah itu tidak tercantum nama Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali?

Mengapa nama empat imam itu tidak masuk dalam deretan 12 imam Syi’ah?

Apakah orang Syi’ah meragukan keilmuan empat imam mazhab tersebut?

Apakah ilmu dan ketakwaan empat imam mazhab tidak sepadan dengan 12 imam Syi’ah?”

Faktanya, kaum Syi’ah tidak mengakui empat imam madzhab sebagai bagian dari imam-imam mereka.

Kaum Syi’ah memiliki silsilah keimaman sendiri. Terkenal dengan sebutan “Imam 12” atau Imamah Itsna Asyari.

Hal ini merupakan bukti besar, bahwa Syi’ah bukan Ahlus Sunnah.

Semua Ahlus Sunnah di muka bumi sudah sepakat tentang keimaman empat Imam tersebut. Para ahli ilmu sudah mafhum, jika disebut Al Imam Al Arba’ah, maka yang dimaksud adalah empat imam mazhab rahimahumullah.

JURUS 5: “ALLAH DAN IMAM SYI’AH”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Siapa yang lebih Anda taati, Allah Ta’ala atau imam Syi’ah?”

Tentu dia akan menjawab: “Jelas kami lebih taat kepada Allah.”

Lalu tanyakan lagi: “Mengapa Anda lebih taat kepada Allah?”

Mungkin dia akan menjawab: “Allah adalah Tuhan kita, juga Tuhan imam-imam kita. Maka sudah sepantasnya kita mengabdi kepada Allah yang telah menciptakan imam-imam itu.”

Kemudian tanyakan ke orang itu: “Mengapa dalam kehidupan orang Syi’ah, dalam kitab-kitab Syi’ah, dalam pengajian-pengajian Syi’ah; mengapa Anda lebih sering mengutip pendapat imam-imam daripada pendapat Allah (dari Al Qur’an)?

Mengapa orang Syi’ah jarang mengutip dalil-dalil dari Kitab Allah? Mengapa orang Syi’ah lebih mengutamakan perkataan imam melebihi Al Qur’an?”

Faktanya, sikap ideologis kaum Syi’ah lebih dekat ke kemusyrikan, karena mereka lebih mengutamakan pendapat manusia (imam-imam Syi’ah) daripada ayat-ayat Allah.

Padahal dalam Surat An Nisaa’ ayat 59 disebutkan, jika terjadi satu saja perselisihan, kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah sikap Islami, bukan melebihkan pendapat imam di atas perkataan Allah.

JURUS 6: “ALI DAN JABATAN KHALIFAH”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Menurut Anda, siapa yang lebih berhak mewarisi jabatan Khalifah setelah Rasulullah wafat?”

Dia pasti akan menjawab: “Ali bin Abi Thalib lebih berhak menjadi Khalifah.”

Lalu tanyakan lagi: “Mengapa bukan Abu Bakar, Umar, dan Ustman?”

Maka kemungkinan dia akan menjawab lagi: “Menurut riwayat saat peristiwa Ghadir Khum, Rasulullah mengatakan bahwa Ali adalah pewaris sah Kekhalifahan.”

Kemudian katakan kepada orang Syi’ah itu: “Jika memang Ali bin Abi Thalib paling berhak atas jabatan Khalifah, mengapa selama hidupnya beliau tidak pernah menggugat kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, dan Khalifah Utsman?

Mengapa beliau tidak pernah menggalang kekuatan untuk merebut jabatan Khalifah? Mengapa ketika sudah menjadi Khalifah, Ali tidak pernah menghujat Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman, padahal dia memiliki kekuasaan?

Kalau menggugat jabatan Khalifah merupakan kebenaran, tentu Ali bin Abi Thalib akan menjadi orang pertama yang melakukan hal itu.”

Faktanya, sosok Husein bin Ali Radhiyallahu ‘Anhuma berani menggugat kepemimpinan Dinasti Umayyah di masa Yazid bin Muawiyah, sehingga kemudian terjadi Peristiwa Karbala.

Kalau putra Ali berani memperjuangkan apa yang diyakininya benar, tentu Ali radhiyallahu ‘anhu lebih berani melakukan hal itu.

JURUS 7: “ALI DAN HUSEIN”

Tanyakan ke orang Syi’ah: “Menurut Anda, mana yang lebih utama, Ali atau Husein?”

Maka dia akan menjawab: “Tentu saja Ali bin Abi Thalib lebih utama.

Ali adalah ayah Husein, dia lebih dulu masuk Islam, terlibat dalam banyak perang di zaman Nabi, juga pernah menjadi Khalifah yang memimpin Ummat Islam.” Atau bisa saja, ada pendapat di kalangan Syi’ah bahwa kedudukan Ali sama tingginya dengan Husein.

Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Ali memang dianggap lebih mulia, mengapa kaum Syi’ah membuat peringatan khusus untuk mengenang kematian Husein saat Hari Asyura pada setiap tanggal 10 Muharram?

Mengapa mereka tidak membuat peringatan yang lebih megah untuk memperingati kematian Ali bin Abi Thalib?

Bukankah Ali juga mati syahid di tangan manusia durjana?

Bahkan beliau wafat saat mengemban tugas sebagai Khalifah.”

Faktanya, peringatan Hari Asyura sudah seperti “Idul Fithri” bagi kaum Syi’ah. Hal itu untuk memperingati kematian Husein bin Ali. Kalau orang Syi’ah konsisten, seharusnya mereka memperingati kematian Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu lebih dahsyat lagi.

JURUS 8: “SYI’AH DAN WANITA”

Tanyakan ke orang Syi’ah: “Apakah dalam keyakinan Syi’ah diajarkan untuk memuliakan wanita?”

Dia akan menjawab tanpa keraguan: “Tentu saja. Kami diajari memuliakan wanita, menghormati mereka, dan tidak menzalimi hak-hak mereka?”

Lalu tanyakan lagi: “Benarkah ajaran Syi’ah memberi tempat terhormat bagi kaum wanita Muslimah?”

Orang itu pasti akan menegaskan kembali.

Kemudian katakan ke orang Syi’ah itu: “Jika Syi’ah memuliakan wanita, mengapa mereka menghalalkan nikah mut’ah?

Bukankah nikah mut’ah itu sangat menzalimi hak-hak wanita?

Dalam nikah mut’ah, seorang wanita hanya dipandang sebagai pemuas seks belaka. Dia tidak diberi hak-hak nafkah secara baik.

Dia tidak memiliki hak mewarisi harta suami.

Bahkan kalau wanita itu hamil, dia tidak bisa menggugat suaminya jika ikatan kontraknya sudah habis.

Posisi wanita dalam ajaran Syi’ah, lebih buruk dari posisi hewan ternak. Hewan ternak yang hamil dipelihara baik-baik oleh para peternak. Sedangkan wanita Syi’ah yang hamil setelah nikah mut’ah, disuruh memikul resiko sendiri.”

Faktanya, kaum Syi’ah sama sekali tidak memberi tempat terhormat bagi kaum wanita.

Hal ini berbeda sekali dengan ajaran Sunni. Di negara-negara seperti Iran, Irak, Libanon, dll. praktik nikah mut’ah marak sebagai ganti seks bebas dan pelacuran. Padahal esensinya sama, yaitu menghamba seks, menindas kaum wanita, dan menyebarkan pintu-pintu kekejian. Semua itu dilakukan atas nama agama.Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

JURUS 9: “SYI’AH DAN POLITIK”

Tanyakan ke orang Syi’ah: “Dalam pandangan Anda, mana yang lebih utama, agama atau politik?”

Tentu dia akan berkata: “Agama yang lebih penting. Politik hanya bagian dari agama.”

Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana kalau politik akhirnya mendominasi ajaran agama?”

Mungkin dia akan menjawab: “Ya tidak bisa. Agama harus mendominasi politik, bukan politik mendominasi agama.”

Lalu katakan ke orang Syi’ah itu: “Kalau perkataan Anda benar, mengapa dalam ajaran Syi’ah tidak pernah sedikit pun melepaskan diri dari masalah hak Kekhalifahan Ali, tragedi yang menimpa Husein di Karbala, dan kebencian mutlak kepada Muawiyah dan anak-cucunya?

Mengapa hal-hal itu sangat mendominasi akal orang Syi’ah, melebihi pentingnya urusan akidah, ibadah, fiqih, muamalah, akhlak, tazkiyatun nafs, ilmu, dll. yang merupakan pokok-pokok ajaran agama? Mengapa ajaran Syi’ah menjadikan masalah dendam politik sebagai menu utama akidah mereka melebihi keyakinan kepada Sifat-Sifat Allah?”

Faktanya, ajaran Syi’ah merupakan contoh telanjang ketika agama dicaplok (dianeksasi) oleh pemikiran-pemikiran politik. Bahkan substansi politiknya terfokus pada sikap kebencian mutlak kepada pihak-pihak tertentu yang dianggap merampas hak-hak imam Syi’ah. Dalam hal ini akidah Syi’ah mirip sekali dengan konsep Holocaust yang dikembangkan Zionis internasional, dalam rangka memusuhi Nazi sampai ke akar-akarnya. (Bukan berarti pro Nazi, tetapi disana ada sisi-sisi kesamaan pemikiran).

JURUS 10: “SYI’AH DAN SUNNI”

Tanyakan kepada orang Syi’ah: “Mengapa kaum Syi’ah sangat memusuhi kaum Sunni?

Mengapa kebencian kaum Syi’ah kepada Sunni, melebihi kebencian mereka kepada orang kafir (non Muslim)?”

Dia tentu akan menjawab: “Tidak, tidak. Kami bersaudara dengan orang Sunni. Kami mencintai mereka dalam rangka Ukhuwah Islamiyah.

Kita semua bersaudara, karena kita sama-sama mengerjakan Shalat menghadap Kiblat di Makkah. Kita ini sama-sama Ahlul Qiblat.”

Kemudian katakan ke dia: “Kalau Syi’ah benar-benar mau ukhuwah, mau bersaudara, mau bersatu dengan Sunni; mengapa mereka menyerang tokoh-tokoh panutan Ahlus Sunnah, seperti Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, istri-istri Nabi (khususnya Aisyah dan Hafshah), Abu Hurairah, Zubair, Thalhah, dan lain-lain?

Mencela, memaki, menghina, atau mengutuk tokoh-tokoh itu sama saja dengan memusuhi kaum Sunni.

Tidak pernah ada ukhuwah atau perdamaian antara Sunni dan Syi’ah, sebelum Syi’ah berhenti menista para Shahabat Nabi, selaku panutan kaum Sunni.”

Fakta yang perlu disebut, banyak terjadi pembunuhan, pengusiran, dan kezaliman terhadap kaum Sunni di Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libanon, Pakistan, Afghanistan, dll.

Hal itu menjadi bukti besar bahwa Syi’ah sangat memusuhi kaum Sunni. Hingga anak-anak Muslim asal Palestina yang mengungsi di Irak, mereka pun tidak luput dibunuhi kaum Syi’ah.

Hal ini pula yang membuat Syaikh Qaradhawi berubah pikiran tentang Syi’ah. Jika semula beliau bersikap lunak, akhirnya mengakui bahwa perbedaan antara Sunni dan Syi’ah sangat sulit disatukan.

Demikianlah “10 Jurus Dasar Penangkal Kesesatan Syi’ah” yang bisa kita gunakan untuk mematahkan pemikiran-pemikiran kaum Syi’ah.

Insya Allah tulisan ini bisa dimanfaatkan untuk secara praktis melindungi diri, keluarga, dan umat Islam dari propaganda-propaganda Syi’ah.

Wallahu a’lam bis-shawaab.

Jumat, 10 April 2015

Tuduhan Dusta Terhadap Mufti Saudi

Mufti Saudi: Berita Bolehnya Makan Daging Wanita Adalah Kebohongan Musuh

Syeikh Abdul Aziz Alu As Syeikh membantah berita bohong yang dia sebut disebarkan musuh

Mufti Kerajaan Saudi, Syeikh Abdul Aziz Alu As Syeikh menafikan penisbatan fatwa mengenai bolehnya memakan daging wanita ketika dalam kondisi kelaparan.

Ia juga menyatakan bahwa apa yang dinisbatkan kepadanya ini merupakan upaya musuh untuk mengalihkan perhatian mesayarakat dari permasalahan mereka yang utama. Dimana menurutnya, saat ini adalah waktu untuk berjuang dan mendukung pemimpin dalam melawan upaya memecah belah umat, demikian Kamis, (09/04/2015) sebagaimana dilansir Kantor Berita Saudi (SPA).

Syeikh Abdul Aziz Alu As Syeikh juga menyampaikan kepada Kantor Berita Saudi (SPA) bahwa fatwa salah yang dinisbatkan kepadanya tidak lain hanyalah kebohongan, dan memperburuk citra Islam. Sebab Islam sangat memuliakan manusia, baik laki-laki maupun perempuan tanpa pengecualian. [Baca: Mufti Saudi Bantah Fatwa “Suami Boleh Makan Tubuh Istri”]

Bantahan Syeikh Abdul Aziz Alu As Syeikh ini disampaikan sehubungan dengan banyaknya media milik kaum Syiah membuat berita palsu yang mengatakan dirinya (Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh) telah mengeluarkan fatwa baru yang  membolehkan suami memakan tubuh isterinya jika sedang dalam kondisi kelaparan sehingga dikhawatirkan jiwanya terancam.

Menurutnya, berita itu jelas bertentangan dengan Islam, di mana Islam justru menjaga hak asasi, akal, harta dan kehormatan manusia.

“Islam sangat menjaga hak asasi manusia dalam agamanya, dirinya, akalnya, hartanya dan kehormatannya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak umat Islam untuk saling membantu dan menguatkan tekad dalam melawan musuh-musuh Islam yang bersekutu dan selalu menunggu peluang untuk menyerang kehormatan Islam.

Selanjutnya, ia mengutip firman Allah –Subhanahu wa Ta’ala- dalam surat al-Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menyesal atas perlakuan kalian,” jelas Mufti Abdul Aziz mengingatkan umat Islam agar tidak terpengaruh dengan isu-isu bohong yang sengaja dibuat musuh untuk merusuhi masyarakat Islam, merusak persatuan dan menduduki negeri kaum Muslimin.

Selanjutnya, Syeikh Abdul Aziz  juga menghimbau agar umat bersatu dalam menghadapi musuh bersama dan tidak perlu menghiraukan kebohongan yang menyebabkan kekacauan dalam masyarakat.
(Hidayatullah.com)

Faidah Membedah Buku Seputar Syi'ah

Faedah dari Membedah Buku MUI Seputar Syiah
(Ayo adakan Didaerah tempat Anda)

Bedah Buku Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan dan  Kesesatan Syi’ah di Indonesia. Dua pembicara Ustadz Dr.Ali Musri Semjan Putera, MA {Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i, Jember, (STDIIS – Jember, Jawa Timur)}. dan  Ustadz Dr.Fahmi Salim Lc, MA (Penulis Buku dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan  Komisi Pengkajian MUI/Majelis Ulama Indonesia, dimoderatori oleh Ustadz Zaenuddin berlangsung  di Masjid Nurul Iman , Blok M Square lantai 7. pada Hari Ahad 08 Desember 2013 pukul 09.00-dzuhur.

Di antara faedahnya sebagai berikut.

1. Pentingnya Sosialisasi Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia tentang penyimpangan dan  kesesatan Syi’ah di Indonesia tidak hanya berhenti pada kajian terbatas dimasjid-masjidkaum muslimin saja.

2. Pentingnya untuk diadakan kajian/seminar/penyebaran & bedah buku, diseluruh sendi lapisan masyarakat kaum muslimin diIndonesia, terutama dikampus-kampus, di sekolah-sekolah dan  dimana terdapat kantung-kantung kaum muslimin terutama ahlussunnah, tentang penyimpangan dan  kesesatan Syi’ah, yang menurut Ketua MUI KH.Ma’ruf Amin harus diamputasi.

3. Pentingnya pengkajian Sirah Shahabat dan  Sejarah Islam yang konperhensif, sehingga generasi Islam mengetahui dan  mengenal, bahwa betapa agungnya pengorbanan dan  akhlak para shahabat Rasulullah radhiyallahu anhum ajma’in dalam peran mereka mendakwahkan ISLAM ke seluruh dunia.

4. Bahwa sesungguhnya yang memulai pengkafiran[ takfiri ] adalah kaum Syi’ah sendiri [ dengan mereka mengkafirkan khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman dan  Ummahatul Mukminin A’isyah dan  Hafshah dan  sebagian besar para sahabat kecuali tiga yaitu shahabat Salman Alfarisi,Miqdad Al Aswad dan  Abu Dzar Al Ghifari ] maka penghukuman kafir terhadap Syi’ah adalah buah dari pemahaman dan  tindakan mereka yang telah keluar dari Islam.

5. Bahwa pernyataan KH. Said Aqil Siradj tentang Syi’ah di Indonesia tidak mewakili sikap PBNU terhadap Agama Syi’ah, dengan kesaksian ketua PWNU Jawa Timur KH.Habib Ahmad bin Zain Al Kaff [ bahwa seluruh pernyataan KH.Said Aqil Siradj tentang Syi’ah di media telah menyakiti hati kaum nahdhliyin,dan  menurut beliau 95 % pemeluk Syi’ah sebelumnya adalah warga nahdhliyin, dan  itu semua hanya karena fulus belaka berdasarkan data yang dimiliki oleh KH.Habib Ahmad bin Zain Al Kaff dan  para santrinya ]

Insya Alloh masih banyak lagi faedah yang belum kami sebutkan, silahkan bagi ikhwah fillah yang hadir untuk menambahkan faedah yang belum kami sebutkan.

Mari Saudaraku Ahlus Sunnah/Sunni adakan di tempat daerah Anda dimanapun berada bedah Buku MUI yang berjudul Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan dan  Kesesatan Syi’ah di Indonesia untuk mengcounter aliran Kafir Syiah karena sesungguhnya#SyiahBukanIslam dan  #IndonesiaDamaiTanpaSyiah

(Nahimunkar.com)

1 Juta Buku MUI Untuk NKRI

Donasi untuk Mencetak 1 juta Buku MUI dengan Judul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” Untuk NKRI

Faidah Membedah Buku tentang Syi'ah [http://fajrialkhonsa.blogspot.com/2015/04/faidah-membedah-buku-seputar-syi.html]

Mari berinvestasi untuk akhirat dengan mengirim donasi untuk mencetak 1 juta buku MUI dengan judul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” dengan nilai Rp5000/buku, ke No rek a/n Muhamad Fajri : 029-017-6844 BNI Syari’ah Rawamangun. Kode bank 009 & konfirmasi transfer atau permohonan buku via call/sms/wa 0877-6302-3991 atau invite BB 5546BCA0 atau email kirim ke : fajriloteng@gmail.com.

Silahkan disebarkan…

Bimillah...

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan  salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan  sahabatnya.

Alhamdulillah buku Panduan MUI Pusat mengenai penyimpangan Syi’ah di Indonesia sudah mulai didistribusikan sesuai permintaan yang masuk ke email fajriloteng@gmail.com atau call/sms/wa ke nomor diatas.

Mengingat jumlah permintaan yang meningkat, proses pengiriman akan memakan waktu beberapa hari. Infaq sukarela untuk mengganti biaya pengiriman dan  bisa ditransfer ke no rekening kami :

Dana infaq yang terkumpul akan dipergunakan kembali untuk mencetak buku.

Bagi yang ingin waqaf, nilainya adalah Rp. 5,000/buku + (5,000/10 buku (1 Kg) + Ongkir Jika ingin menyebarkan sendiri). Silahkan transfer dana ke rekening yang tersebut di atas dan konfirmasi ke nomor diatas.

Konfirmasi transfer dana dapat dikirim ke email : fajriloteng@gmail.com atau via call/sms/wa di 0877-6302-3991 atau Pin BB kami 5546BCA0

Tujuan kami dalam 5 bulan ke depan, bi idznillah, adalah membagikan 1 juta buku ini ke seluruh elemen masyarakat luas terutama masyarakat awwam tentang syi'ah

Jumlah ini sangat besar namun dengan dukungan antum/antunna semua, baik moril maupun materil, insyaAllah, target ini akan tercapai.

Semoga Allah Ta’ala membebaskan kita dan  NKRI dari bahaya laten Syi’ah dan  antek-anteknya dan  menjadikan amalan ini pemberat timbangan kita di akhirat kelak.

Aamiin ya Robbal 'Aalamiin

Catatan:

MUI Pusat diminta untuk "menyebarluaskan buku panduan MUI tersebut ke seluruh elemen masyarakat dan  semua instansi pemerintah dan  militer (sebagaimana dinyatakan di nahimunkar.com) Walhamdulillah.

Tambahan:

Untuk format PDF bisa didownload di:

https://www.dropbox.com/s/mtl22kzdwk9acxn/buku-panduan-mui-mengenal-mewaspadai-penyimpangan-syi-ah-di-Indonesia.pdf

http://www.mediafire.com/view/gll76r472o34bfg/183188603-BUKU-PANDUAN-MUI-MENGENAL-MEWASPADAI-PENYIMPANGAN-SYI-AH-DI-INDONESIA.pdf

http://metafisis.net/2013/11/12/download-buku-mui-mengenal-mewaspadai-penyimpangan-syiah-di-Indonesia/

http://www.scribd.com/doc/183188603/BUKU-PANDUAN-MUI-MENGENAL-MEWASPADAI-PENYIMPANGAN-SYI-AH-DI-INDONESIA

95% Pemeluk Syi'ah, Sebelumnya adalah Warga NU

95 % Pemeluk Syi’ah, Sebelumnya Adalah Warga NU

1. 95 % pemeluk Syi’ah, sebelumnya adalah warga nahdhliyin (NU), dan  itu semua hanya karena fulus (duit) belaka berdasarkan data yang dimiliki oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH.Habib Ahmad bin Zain Al Kaff dan  para santrinya.

2. Bahwa sesungguhnya yang memulai pengkafiran[ takfiri ] adalah kaum Syi’ah sendiri [ dengan mereka mengkafirkan khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman dan  Ummahatul Mukminin A’isyah dan  Hafshah dan  sebagian besar para sahabat kecuali tiga yaitu shahabat Salman Alfarisi, Miqdad Al Aswad dan  Abu Dzar Al Ghifari ] maka penghukuman kafir terhadap Syi’ah adalah buah dari pemahaman dan  tindakan mereka yang telah keluar dari Islam.

3. Bahwa pernyataan KH.Said Aqil Siradj (Ketua Umum NU) tentang Syi’ah di Indonesia tidak mewakili sikap PBNU terhadap Agama Syi’ah, dengan kesaksian ketua PWNU Jawa Timur KH.Habib Ahmad bin Zain Al Kaff [ bahwa seluruh pernyataan KH.Said Aqil Siradj tentang Syi’ah di media telah menyakiti hati kaum nahdhliyin, dan  menurut beliau 95 % pemeluk Syi’ah sebelumnya adalah warga nahdhliyin, dan  itu semua hanya karena fulus belaka berdasarkan data yang dimiliki oleh KH.Habib Ahmad bin Zain Al Kaff dan  para santrinya ]

(Nahimunkar.com)

Kisah Seorang Pemuda Muslim Membobgkar Kebobrokan Zina Mut'ah

Kisah Seorang Pemuda Muslim Membongkar Kebobrokan Nikah Mut'ah (Zina Mut'ah-pent)

Salah satu ajaran syiah yang terkenal adalah nikah mut’ah. Yakni perkawinan dengan mahar tertentu untuk jangka waktu sementara, baik dalam hitungan bulan, minggu, atau hari, bahkan jam.

Sayyid Husein Al Musawi, seorang tokoh Syiah dari kota Najaf yang kemudian bertaubat, menceritakan kisah seorang pemuda membongkar kebobrokan nikah mut’ah dan mempemalukan Imam Syiah di kota itu.

Hari itu, Al Musawi duduk bersama Imam Al Khaui di kantornya. Tak lama kemudian datanglah dua orang laki-laki; seorang pemuda dan seorang lagi agak tua. Mereka mengaku ingin berkonsultasi kepada Al Khaui.

“Wahai Sayid, kami ingin menanyakan tentang nikah mut’ah apakah halal atau haram?” tanya sang pemuda.

“Engkau tinggal di mana?” tanya Al Khaui sambil menyelidiki pemuda di depannya itu. Umumnya pemuda Syiah tidak bertanya lagi hukum nikah mut’ah.

“Aku dari Mosul. Aku tinggal di Najaf sejak dua bulan yang lalu.”

“Berarti engkau seorang sunni?”

“Iya. Aku di sini sejak dua bulan yang lalu. Aku kesepian. Maukah engkau menikahkan aku dengan putrimu dengan cara mut’ah?”

Mendengar permintaan tak sopan ini, Al Khaui membelalakkan matanya. Emosinya terpancing. “Aku ini pembesar. Mut’ah itu haram bagi pembesar, halal bagi kalangan awam dari pengikut syiah”

Sang pemuda tersenyum. Ada kepuasan di wajahnya. Namun tidak demikian dengan pria di sampingnya. Ia seperti memendam kemarahan. Namun dialog berakhir di situ. Mereka segera pergi dari kantor itu.

Al Musawi yang saat itu masih Syiah segera menyusul mereka berdua. Ternyata keduanya sedang memperdebatkan masalah nikah mut’ah. Pemuda Sunni berpendapat nikah mut’ah haram sedangkan pria Syiah berpendapat nikah mut’ah adalah halal. Mereka kemudian bersepakat untuk bertemu Al Khauli. Tapi mendengar pernyataan Al Khaui tadi, pria syiah itu geram.

“Wahai orang-orang durhaka, kalian membolehkan nikah mut’ah kepada anak-anak gadis kami, dan mengabarkan bahwa hal itu halal serta mendekatkan diri kepada Allah, namun kalian mengharamkan kepada kami untuk nikah mut’ah dengan anak-anak gadis kalian,” kata pria itu kepada Al Musawi. Ia pun bersumpah akan keluar dari Syiah. [Ibnu K/bersamadakwah]

*Seperti ditulis Al Musawi dalam bukunya Lillahi, Tsumma li Tarikh

(Bersama Dakwah)

NKRI Menangis

NKRI Menangis

(Negaraku Sedang Diadu Bak Domba)

Sobat! Dunia politik memang selalu berlika-liku, dan penuh dengan teka teki. Yang licik dan kejam maka sering kali berhasil sedangkan yang jujur, dan selalu lurus-lurus saja kerap kali menjadi korbannya.

Hiruk pikuk yang sedang melanda negri kita, bila dilihat secara kasat mata maka terkesan semuanya berjalan secara alami alias tanpa rekayasa. Namun bila direnungkan dengan baik, dan berbagai kejadian dikaitkan, niscaya anda dapat menarik satu benang merah yang melilit semuanya.

Kekacauan politik, sosial, budaya, dan lainya sejatinya adalah bagian dari skenario besar. Ada tangan tangan besar dan jahat sedang mengobok-obok negri kita agar menjadi keruh dan akhirnya merka bisa memancing di air keruh tanpa ada yang bisa mengetahui atau melawannya. Nampaknya mereka sengaja membenturkan berbagai elemen dan kelompok yang ada di negri kita, agar mereka dengan leluasa bisa menjalankan setiap tahapan skenario mereka dan akhirnya mereka menjajah atau menguasai negri kita.
Berbagai elemen ummat Islam diadu, mereka dengan rajin dan gigihnya memainkan isu wahabi dan sunni, wahabi dan ormas ormas yang ada, berbagai tokoh disodok-sodok, media-media islam, sekolah sekolah Islam dan segala yang berbau islam disudutkan dengan berbagai isu radikalisme. Bahkan dengan jelas benang merah mulai mengarah pada membenturkan ummat Islam dengan pemerintah sendiri, TNI, Polri dan lainnya. Mahasiswa terus dipancing agar anarkis dan kembali turun ke jalan sehingga kondisi negara kita semakin keruh dan keruh.

Pemblokiran beberapa situs islamy -menurut hemat saya- adalah salah satu upaya mereka untuk membenturkan ummat islam dan aktifis islam dengan pemerintah. Karena itu pesan saya kepada para pengelola situs tersebut agar bisa lebih bersabar dan menahan diri agar tidak berbenturan dengan pemerintah sendiri. Ingatlah bahwa anda semua sedang dijadikan alat untuk membenturkan ummat Islam dengan pemerintah kita sendiri.

Di sisi lain, kekuatan jahat yang ingin menjual negara ini dan juga ingin menguasai negara ini terus menjalankan setiap tahapan skenarionya tanpa terusik oleh “teriakan” atau “serangan” segelintir saudara saudara kita yang mulai menyadari rencana dan skenario mereka.

Sebagai contoh; lihatlah kelompok Vampire “syi'ah” terus membisu dan terus menyebarkan pahamnya tanpa peduli dengan “teriakan” ormas, atau tokoh atau siapapun. Dengan dukungan finansial yang mereka miliki, mereka mengerahkan “anjing-anjing herder” sewaan mereka untuk menggonggong dan menggonggong melawan setiap orang yang berusaha menghadang laju gerakan vampire “syi'ah”. Kelompok “vampire syi'ah” sengaja memilih anjing-anjing herder yang berasal/berbasis dari ummat Islam dan memiliki basis masa yang kuat, untuk mematahkan setiap upaya perlawanan ummat Islam dan bangsa Indonesia yang cinta kepada kebenaran dan bumi pertiwi. Adapun tokoh-tokoh “vampire syi'ah” terus diam dan menjalankan setiap tahapan skenario mereka dengan tenang dan teliti.

Karena itu, pada kesempatan ini saya mengingatkan saudara-saudaraku untuk membangun dan merajut persatuan ummat dan bangsa. Janganlah terperangkap dalam jerat musuh-musuh kita sehingga kita lemah karena terus berbenturan dan berkelahi dengan bangsa sendiri, saudara sendiri dan pemerintah sendiri.

Pada kondisi semacam ini betapa pentingnya kita mengingat firman Allah Ta'ala berikut:

وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan janganlah kalian berselisih sehingga akibatnya kalian ditimpa kegagalan dan hilanglah kekuatan kalian. Bersabarlah sejatinya Allah bersama orang-orang yang sabar. (Al Anfal 46)

Solusi yang paling tepat untuk kita tempuh pada kondisi yang penuh dengan carut marut ini ialah dengan melipat gandakan kesabaran dan perjuangan dalam menjernihkan suasana, menyerukan kebaikan. Percayalah kemenangan pasti menjadi milik hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa.

Ya Allah, sejatinya musuh-musuh-Mu telah melancarkan segala tipu daya mereka, maka balaslah tipu daya mereka sejatinya Engkau adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya para penjahat. Amiin.

Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Senin, 06 April 2015

Ucapan Terimakasih Buat GP Ansor

UCAPAN TERIMAKASIH Dari Biarawati Syi'ah Emilia Kepada BANSER NU (SS BBM statusnya)

Deklarasi Anti Syiah yang rencananya akan dilakukan di Cirebon terpaksa dibatalkan. Massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendesak panitia untuk membatalkan acara tersebut, karena mereka menganggap Syiah adalah bagian dari NU.

Acara Diskusi Ilmiah Memperkuat Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dari Noda Kesesatan digelar Sabtu (04/04) di Islamic Center Masjid Raya At Taqwa, Cirebon. Sedianya di akhir acara itu akan dilakukan Deklarasi Anti Syiah oleh seluruh elemen umat Islam di Cirebon, namun akhirnya batal dilakukan.
Salah satu panitia acara diskusi ilmiah tersebut Abu Usamah, menceritakan kronologi pembatalan deklarasi anti Syiah. Masalah awal sebenarnya terkait pencantuman logo Nahdlatul Ulama (NU) dalam spanduk acara tersebut.

Sebelumnya Ketua NU Cirebon Ustadz Hafidz telah menyetujui pencantuman logo dan mendukung acara tersebut.

Namun belakangan keputusan ketua NU Cirebon itu ditolak oleh kelompok massa dari GP Ansor dan Banser Cirebon. Mereka tidak setuju pencantuman logo NU dalam acara itu. “Sehari menjelang acara diskusi digelar, mereka (Banser) mendesak agar acara dibatalkan,” kata Abu Usamah kepada Kiblat.net, Sabtu (04/04).

Tak hanya mendesak panitia untuk membatalkan acara diskusi, Banser juga menekan pengelola Islamic Center Masjid Raya At Taqwa agar tidak mengizinkan acara digelar ditempat itu. Mereka juga mendesak Kapolres untuk membatalkan acara itu. Jika acara berlanjut mereka mengancam akan mengerahkan ribuan orang.

Saat hari digelarnya acara, Banser benar-benar menurunkan massanya. Ratusan orang dari gerakan kepemudaan NU itu tertahan oleh puluhan aparat yang berjaga di pintu masuk lokasi acara. Padahal tuntutan mereka agar logo NU tidak dicantumkan sudah dipenuhi. “Mereka berteriak-teriak menuntut acara dibubarkan,” ujar Abu Usamah.

“Alasannya mereka menganggap Syiah tidak sesat dan masih bagian dari NU,” imbuhnya.

Suasana di laur gedung tak mempengaruhi jalannya acara diskusi ilmiah yang digelar atas kerjasama sejumlah elemen Islam Cirebon diantaranya Muhammadiyah, Persis, MMI, Jama’ah Anshorusy Syari’ah, GAPAZ, ALMANAR, GARDAH, FPI, AL IRSYAD, DDI, dan FKAM. Menurut pantauan Kiblat.net lebih dari seribu jamaah memadati acara yang menghadirkan Prof. Muhammad Baharudin, SH, MA. dari Komite hukum MUI Pusat, pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon KH.Buya Yahya, dan Ustadz Muhammad Ridwan dari MUI Jawa Barat sebagai pembicara itu.

Agenda deklarasi anti Syiah yang sedianya dilakukan diakhir acara terpaksa dibatalkan dengan alasan keamanan. Tak sampai disitu, Banser juga mendesak agar pihak kepolisian tidak mengizinkan digelarnya acara serupa di lain waktu.

Banser merupakan gerakan kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Tindakan Banser yang membatalkan acara deklarasi anti Syiah dan menganggap Syiah tidak sesat sebenarnya justru berlawanan dengan fatwa pendiri NU KH Hasyim Asyari, yang telah memfatwakan sesatnya Syiah dengan menyebut kelompok itu sebagai Ahli Bid’ah yang tidak boleh diikuti dan dipegang perkataannya.

Sumber: http://kertaspaper.com/diancam-banser-perisytiharan-anti-s…/

Via: Indonesia Menolak Syi'ah

Sabtu, 04 April 2015

Mengingatkan Kembali Pembantain 30.000 Jiwa Lebih Kaum Sunni Oleh Syi'ah Rofidhoh di Depan Ka'bah

Mengingatkan Kembali Pembantaian 30.000 Jiwa Lebih oleh Syiah di Depan Ka’bah

Mereka memaksa jutaan warga ahlussunnah wal jama’ah di Iran untuk menganut paham syi’ah, sampai-sampai para sejarawan mengatakan bahwa jumlah ahlussunnah yang dibunuh oleh syi’ah di masa daulah Shafawiyah (Syi’ah Rafidhah) mencapai SATU JUTA JIWA.

Majdi Ar Roba’iy (pakar sejarah) berkata: Aku telah menghabiskan sepuluh tahun dari umurku bersama syi’ah… Dan kupelajari sejarah mereka, kuteliti sepak terjang mereka dan tokoh-tokoh utama mereka… Demikian pula perseteruan mereka terhadap ahlussunnah wal jama’ah… Itu semua kulakukan selama pengembaraan ilmiahku dalam rangka mendapatkan gelar Master dan Doktor di bidang sejarah syi’ah, tepatnya di negeri Irak dan Iran.

Kurenungi dengan seksama sekte Syi’ah Bathiniyyah yang menghalalkan darah kaum muslimin, dan menyebarkan paham syi’ah dengan api dan besi (kekuatan senjata)… Sampai mereka berhasil memaksa bangsa Iran sejak 400 tahun untuk memeluk syi’ah…

Mereka memaksa jutaan warga ahlussunnah wal jama’ah di Iran untuk menganut paham syi’ah, sampai-sampai para sejarawan mengatakan bahwa jumlah ahlussunnah yang dibunuh oleh syi’ah di masa daulah Shafawiyah (Syi’ah Rafidhah) mencapai SATU JUTA JIWA.

Mereka disembelih dengan pedang oleh tangan-tangan syi’ah Rafidhah, sehingga beralihlah Iran yang sunni menjadi syi’i majusi sejak 400 tahun silam.

Lebih dari itu, pada saat-saat paling kritis dalam sejarah, kaum Syi’ah Rafidhah justru berkoalisi dengan kaum Yahudi dan Nashara untuk melawan ahlussunnah wal jama’ah… inilah penyebab terhentinya ekspansi (futuhat) Daulah Utsmaniyyah di benua Eropa, setelah mereka berhasil menaklukkan belahan timur Eropa.

Daulah Utsmaniyyah sempat menjejakkan kakinya di jantung Eropa, dan mengepung kota Wina (Austria)… namun akhirnya mereka harus kembali ke negeri Timur (Asia) dan melupakan impian penaklukan Eropa dan masuknya warga Eropa ke pangkuan Islam.

Oleh karena itu, salah seorang sejarawan Barat terkenal berkata, “Andai bukan karena pengkhianatan dan serangan Kaum Syi’ah Shafawiyyin (Rafidhah) terhadap Khilafah Utsmaniyyah dari arah belakang, niscaya Utsmaniyyun akan menguasai Eropa seluruhnya, dan beralihlah Eropa menjadi benua Islam”.

Diantara tragedy yang menjadikanku merenung cukup lama, dan hampir-hampir tak percaya hal itu bisa dilakukan oleh seorang manusia, apalagi yang mengaku muslim… ialah apa yang dilakukan oleh Syi’ah Qaramithah (salah satu sekte syi’ah bathiniyyah) di sekitar Baitullah (masjidil Haram) pada tahun 317 H, tepatnya pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) ketika mereka menyerang Jemaah haji dan membantai lebih dari 30 ribu jiwa… kubah sumur zam-zam mereka hancurkan… pintu ka’bah mereka congkel… kiswahnya mereka lepas, dan siapa pun dari Jemaah haji yang bergelayutan di kiswah ka’bah mereka sembelih… lalu mereka kuburkan jasad kaum muslimin tsb di sumur zam-zam!!

Setelah itu, mereka mencongkel hajar aswad dari tempatnya, dan membawanya ke negeri Mereka (Ahsa’).

Setelah merenungi tragedy ini, barulah aku meyakini kebenaran ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tentang kaum syi’ah bathiniyyah, bahwa “mereka itu lebih kafir dari Yahudi dan Nasrani, dan memerangi mereka lebih wajib daripada memerangi orang-orang kafir, sebab mereka tergolong kaum murtad”.

Hari ini, setelah kita menyaksikan penyembahan terhadap Basyar Al Asad yang terjadi di Suriah, dan pembantaian serta pembunuhan terhadap Ahlussunnah lewat serangkaian genosida yang belum pernah dilakukan kaum Yahudi maupun Tatar (Mongol) sekalipun… ditambah lagi penghancuran dan penistaan masjid-masjid… yakinlah aku bahwa Basyar Al Asad dan Syi’ah Nushairiyah-nya adalah anak cucu dari Syi’ah Bathiniyyah Qaramithah tsb…

Benarlah firman Allah (ذريةً بعضها من بعض) “Sebagiannya merupakan keturunan sebagian lainnya”…

Seakan-akan sejarah sedang terulang kembali!!!

Ditulis oleh DR. Majdi Ar Roba’iy diterjemahkan, Madinah 8 Jumada Tsaniyah 1436 H/ Muhamad Taufik Ismail.

Pos via nahimunkar.com Pada 4 April 2015

Jumat, 03 April 2015

Bahaya Laten Syi'ah mengancam Negara Dan Ahlu Sunnah

MANTAN SYI’AH AKUI MISI BESAR SYI’AH DALAM MENGAMBIL ALIH PEMERINTAHAN INDONESIA
AGAR BISA MEMBANTAI AHLUSSUNNAH SEBAGAIMANA DI SURIAH

Syiah Indonesia :

TENGAH MEMPERSIAPKAN REVOLUSI

IMAMAH ADALAH KEWAJIBAN DALAM DOKTRTIN SYIAH.

Ketika dia menjadi wajib, maka dia harus diperjuangakan. Menurut mantan pengikut Syiah, Ustadz Roisul Hukama, persiapan Revolusi yang seperti terjadi di Iran, juga tengah dipersiapkan Syiah di Indonesia. “Itu cita-cita. Jelas sekali,” tandasnya kepada para wartawan, Selasa (24/01).

Karena ini sebuah desain yang cukup besar, rencana itu pun tengah dimatangkan dengan melibatkan berbagai tahapan. Salah satunya menanam kader-kader Syiah di berbagai ormas dan pemerintahan. “Harus dikuatkan dulu dengan cara orang-orang Syiah ditanam di mana-mana. Mereka semua ada di Ormas, Pemerintahan, dan juga partai politik,” beber pria yang juga mantan penasehat IJABI Sampang ini.

Menurutnya konspirasi yang tengah disiapkan di Indonesia bagian dari sebuah konspirasi berskala global. “Ini sebenarnya bukan lokal, tapi internasional. Meski kecil mereka punya power. Coba lihat Zionis, meski kecil tapi power tidak? Mereka punya otak, duit dan senjata. Amerika pun bisa diperdaya,” sambungnya.

Sebelumnya, petinggi NU, Kiai As’ad Ali juga mengatakan hal yang senada. Menurutnya, dewasa ini Syiah Indonesia sedang berupaya membuat lembaga yang disebut Marja al-Taqlid, sebuah institusi kepemimpinan agama yang sangat terpusat, diisi oleh ulama-ulama Syiah terkemuka dan memiliki otoritas penuh untuk pembentukan pemerintah dan konstitusi Syiah. Di beberapa negara yang masuk dalam kaukus Persia, lembaga itu telah berdiri kokoh dan memainkan peran yang efektif dengan kepemimpinan yang sangat kuat. Di Irak misalnya, lembaga Marja Al Taqlid dipimpin oleh Ayatollah Agung Ali al-Sistani.

Lembaga Marja Al Taqlid, selain berfungsi menyusun dan mempersiapkan pembentukan pemerintahan beserta konstitusinya, juga berfungsi menyusun prioritas-prioritas pemerintah, termasuk pembentukan sayap militer yang disebut maktab atau lajnah asykariyah. Selama Marja al Taqlid ini belum terbentuk, maka pembentukan maktab askariyah pun pastilah belum sistematis dan terstruktur. (Pz)

Mantan Syiah:
JANGAN PERCAYA DENGAN ORANG SYIAH

Menurut kaum Muslimin taqiyyah adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti yaitu “Dusta”. Namun mengapa dalam ajaran Syiah, berbohong justru dilestarikan?

“Karena dalam Syiah berbohong adalah wajib. Semakin banyak taqiyyah semakin tinggi derajatnya,” tegas Ustadz Roisul Hukuma, mantan pengikut Syiah kepada para wartawan kemarin, (24/01) di Kantor MUI Pusat.

Ia mengaku selama ini Syiah memang besar dengan kebohongan. “Karena jika tidak menipu, Syiah tidak akan berhasil,” lanjutnya.

Beliau juga membeberkan kedustaan-kedustaan Syiah lainnya. Salah satu kasus menarik ialah ketika Syiah mau mengundang Muhammad Tijani As Samawi pengarang kitab al-Syi’ah Hum Ahlus Sunnah (Syiah adalah Ahlus Sunnah).

Ia mengatakan kitab tersebut tidak lain sebagai kitab propaganda. “Sejak kapan Syiah menjadi Ahlus Sunah?” Tanyanya.

Namun tatkala mendengar At Tijani mau ke Indonesia, banyak ormas Islam tidak setuju. “(Kata para ormas saat itu) coba aja kalau berani, saya bom. Akhirnya kunjungan At Tijani dibatalkan. Dan yang datang akhirnya Ayatullahnya dan Mahkamah Agung dari Iran.”

Menurutnya kantong terbesar Syiah di Indonesia ada di tiga provinsi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. “Itu kantong-kantong utama, sedangkan basis Syiah di Jawa Tengah berada di Solo,” paparnya.

Akan tetapi secara global, Syiah sudah menyebar di seluruh pelosok nusantara, “Pokoknya dari Sabang sampai Merauke ada,” imbuhnya.

Segala kedustaan-kedustaan inilah yang akhirnya membuat beliau keluar dari Syiah. Meski dicalonkan untuk menjadi wakit ketua DPW IJABI Jawa Timur, ia menolaknya. Mantan Penasehat IJABI Sampang ini mengaku khawatir dengan azab Allah. “Sudah didunia diremote orang, akhiratnya pun kacau balau,” tutupnya.(Pz)

Mantan Pengurus IJABI:
SYIAH SERATUS PERSEN BERTOLAK BELAKANG DENGAN ISLAM

Ustadz Roisul Hukama, Mantan Pengurus Ikatan Jama’ah Ahlul Bayt Indonesia (IJABI) ini membeberkan kesesatan ajaran Syiah. Menurutnya, ajaran Syiah sudah bertolak belakang seratus persen dengan ajaran Islam.

“Bukan lagi separuh persen, tapi seratus persen. Jadi setelah tahu begitu saya out. Karena kita tidak mau semakin jauh. Nanti kita tidak mau jadi robot yang diremot. Ya kalau untung akhiratnya, sudah didunia diremote orang, akhiratnya pun kacau balau.” Tandasnya setelah Rapat antara MUI dengan Ulama Se Jawa Timur di kantor MUI Pusat, Selasa 24/01.

Adik kandung Tajul Muluk ini mulai aktif dalam struktur IJABI pada tahun 2007. Namun dalam perkembangannya, banyak kedustaan dan penyimpangan yang dilakukan Organisasi Syiah terbesar di Indonesia itu.

“Katanya (IJABI) mengusung pluralisme, nonpolitik. Katanya non mazhab, seluruh ahlul bait bisa masuk ke dalamnya. Tapi nyatanya, di dalam semua mau diajak ke wilayatul faqih. Wilayatul Faqih itu artinya revolusi imamah. Ketika saya tahu begitu dan penyimpangan-penyimpangan ushul lainyna, ini sudah masuk ahlul bid’ah fi akidah. Akhirnya saya keluar,” sambungnya.

Selanjutnya, ia juga membantah pemberitaan media sekuler dan opini yang dihembuskan bahwa konflik di Sampang terjadi karena persoalan keluarga. “Tidak ada itu. Malu mas, naïf bicara begitu, sampai-sampai dunia internasional turun tangan. Masak gara-gara keluarga. Istimewa sekali,” kilahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Syura IJABI Jalaluddin Rakhmat mengatakan, konflik yang terjadi antara Sunni-Syiah di Sampang, Madura, bukan karena perbedaan pendapat, melainkan karena perbedaan pendapatan yang dipicu oleh konflik internal keluarga antara Ustadz Raisul Hukama dan kakaknya, Tajul Muluk. (Pz)

Sumber:
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mantan-syiah-syiah-indonesia-tengah-mempersiapkan-revolusi.htm

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mantan-syiah-jangan-percaya-dengan-orang-syiah.htm

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mantan-pengurus-ijabi-syiah-seratus-persen-bertolak-belakang-dengan-islam.htm