Tampilkan postingan dengan label Ahlu Sunnah Wal Jama'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlu Sunnah Wal Jama'ah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Beberapa Fakta Mengejutkan Tentang Arab Saudi

BEBERAPA FAKTA MENGEJUTKAN TENTANG ARAB SAUDI

1. Bahwa tidak ada pemilu dan demokrasi di Arab Saudi.

2. Bahwa harga listrik dan BBM di Arab Saudi sangat tidak masuk akal, jauh di bawah harga pasar.

3. Bahwa sekolah dan kuliah di Arab Saudi gratis dan dapat tunjangan hidup, parahnya, berlaku juga    untuk warga asing.

4. Jalanan di Arab Saudi adalah jalan tol semua, dan gratis semua.

5. Biaya haji/umroh gratis, gak ada tiket atau kotak sumbangan.

6. Bahwa penduduk Arab Saudi adalah pengguna parfum    terbanyak di dunia per kapita, yaitu sekitar 0,95 liter untuk setiap orangnya, laki-laki, perempuan,    dan anak-anak.

7. Bandar udara terbesar di dunia terdapat di Arab Saudi, yaitu Bandar Udara Internasional Raja Fahd    dengan area seluas 780 km² (301 mi²), melebihi Bandar Udara Internasional Montréal-Mirabel dengan area seluas 356 km² (137 mi²). Luas area bandara    tersebut melebihi luas negara tetangga, Bahrain.

8. Bendera Arab Saudi merupakan satu-satunya bendera di dunia yang tidak boleh dikibarkan setengah    tiang sebagai tanda perkabungan disebabkan adanya kalimat syahadat.

9. Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang mengharuskan penduduknya untuk menghentikan    seluruh aktivitas perdagangan selama pelaksanaan salat berjamaah yang mana setiap toko harus ditutup ketika telah dikumandangkan azan tanda    masuknya waktu salat wajib.

10.Bahwa pada tahun 1973 Arab Saudi memimpin OPEC untuk melakukan boikot terhadap negara-negara barat yang mendukung Israel pada Perang Yom Kippur melawan Mesir dan Suriah yang mengakibatkan krisis minyak dimana harga minyak dunia melonjak hingga empat kali lipat.

11.Bahwa meski tingkat kriminalitas di Arab Saudi relatif rendah dibandingkan kebanyakan negara di      dunia, namun setiap tindak kriminalitas akan ditanggapi secara serius. Tindak kejahatan seperti    pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan, perampokan       bersenjata dan perdagangan narkoba terancam hukuman mati dibawah hukum syariat Islam yang       ketat yang diberlakukan otoritas Saudi.

12.Tunjangan sebesar 2,000 Riyal (± Rp4,8 Juta) perbulan. Sedangkan mahasiswa di seluruh        Universitas Negeri mendapat uang saku bulanan sekitar 900 Riyal (± Rp2,5 juta), asrama gratis dan tanpa dipungut biaya kuliah sama sekali.

13.Dalam tiga dekade terakhir Arab Saudi telah menyumbangkan bantuan sebesar 49 miliar Pound    sterling yang membuatnya menjadi negara donor terbesar di dunia perkapita.

sumber : wikipedia & lainnya.

Sabtu, 01 Agustus 2015

46 Faidah Dari Surat Al-Qoshos

46 Faidah Dari Surat Al-Qashash

1. Menuntut ilmu adalah jalan yang memudahkan jalan ke surga, padahalkan banyak jalan ke surga, kenapa? karena menuntut ilmu adalah amalan yang paling mulia dari itu semua.

2. Huruf Tha Siin Mim, adalah isyarat tentang mukjizat Al Quran.

3. Diulang-ulangnya cerita Musa 'alaihisalam VS Fir'aun, ada beberapa faidah:

- karena saking banyaknya pelajaran di dalam kisah tersebut.

- Karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berdakwah menghadapi Kaum yahudi, sehingga mereka terperangah dan ada seseorang yang tidak pernah memegang Taurat koq tahu dengan secara detil.

- Permusuhan Kaum Yahudi kepada Kaum Muslim sampai hari kiamat.

4. Berangsung-angsurnya cerita Kehancuran Fir'aun dan tidak dihancurkan langsung oleh Allah padahal Allah kuasa, adalah salah satu hikmahnya adalah agar semua bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti.

5. Salah satu hikmah Allah dalam menjaga Musa 'alaihisalam tatkala janin adalah Ibunya Musa tatkala hamil tidak kelihatan perutnya buncit.

6. Para ulama bersepakat bahwa Ibunya nabi musa bukan nabi meskipun beliau dapat wahyu.

7. Wahyu yang dimaksud adalah mimpi atau ilham atau dibicari oleh para malaikat.

8. Kalau Fir'aun saja yang sadis mengalah kepada istrinya, apalagi suami-suami selainnya.

9. Kekuasaan Allah, tatkala Fir'aun membunuh semua anak laki-laki yang ditakutkan menghancurkan kekuasaannya ternyata Musa 'alaihisalam yang akan menghancurkan kekuasaan Fir'aun  malah ditakdirkan dipelihara oleh Fir'aun.

10. Disaat genting kita butuh Allah untuk mengokohkan hati, sebagaimana Ibunya Musa alaihissalam dikokohkan hatinya tentang Musa 'alaihisalam kecil tatkala masuk ke istana Fir'aun.

11. Termasuk hikmah Allah, istri Fir'aun belum mendapatkan anak.

12. Termasuk hikmah Allah, semua wanita yang menyusui ditolak bayi Musa 'alaihissalam.

13. Karena imannya ibu musa kecil yang menyebabkan anaknya, Musa kecil alaihissalam dikembalikan kepada ibunya, ibunya menyusuinya, ibunya digaji atas itu, ibunya tinggal di istana mewah.

14. Tidak setiap darah dan harta orang kafir halal

15. Pendapat setiap kondisi harus berperang melawan orang kafir, tidak benar.

16. Jika berbuat baik tidak penting kita diketahui orang lain, yang pentingkan. amal shalihnya, jika Allah ingin maka Ia akan perlihatkan kepada orang-orang.

17. Seorang yang takut karena takut kebiasaan bukanlah kesyirikan, yang merupakan rasa takut kesyirikan adalah jika rasa takut itu ibadah.

18. Bolehnya berbicara dengan wanita selama tidak menimbulkan fitnah.

19. Kekeliruan sebagian ikhwan tidak berbicara dengan perempuan yang sudah mengaji karena dalih menjaga adab tetapi malah berluas-luas dengan wanita yang belum mengaji dan berpakain syar'ie.

20. Jika ada yang tidak kenal kedudukan seseorang maka bersabarlah dan jangan mencari popularitas.

21. Adab berdoa adalah minta apa saja, Nabi Musa 'alaihissalam minta makan. Para salaf minta agar ada garam di nasinya.

22. Wanita memiliki sifat malu itu adalah baik dan terpuji.

23. Ketika Nazhar cari wanita yang pemalu dan itu wanita yang pantas dijadikan istri.

24. Bapak dua perempuan tersebut itu bukan Nabi Syu'aib 'alaihissalam, karena jarak Nabi Syu'aib dan Nabi Musa 'alaihisalam terlalu jauh, tetapi yang dimaksud adalah salah seorang pengikut nabi Syu'aib.

25. Nabi Musa 'alaihisalam orang yang kuat karena bisa mengangkat batu yang bisa diangkat oleh sepuluh orang

26. Nabi Musa 'alaihisalam seorang yang Amanah, karena ketika dua wanita mengantarkan kepada Bapaknya dua wanita tersebut berjalan di belakang Nabi Musa 'alaihissalam. Awas Ujian wanita!

27. Kebahagiaan berada pada lelaki yang shalih

28. Tidak mengapa seorang bapak mencarikan suami shalih untuk anak perempuannya

29. Tidak mengapa sang adik menikah sebelum kakaknya.

30. Cinta tidak bisa diatur karena ia permasalahan hati

31. Pernikahan adalah Ibadah yang Mulia, buktinya meskipun sudah jadi nabi Musa tetap nabi Musa 'alaihissalam bekerja selama 10 tahun untuk membayar maharnya.

32. Seorang wanita tatkala sudah menikah harus taat kepada suami sebagaimana Nabi Musa 'alaihisalam membawa istrinya menuju mesir.

33. Adab penting! ketika Allah memperingatkan Nabi Musa 'alaihisalam untuk menanggalkan sendal sebelum naik bukit Thursina.

34. Allah berbicara langsung kepada Musa 'alaihisalam dengan suara dan huruf, ini keyakinan menyelisihi keyakinannya kelompok yang menyimpang dalam perkara sifat kalamullah, yang mereka menyatakan bahwa Al Quran bukan kalamullah. dan inilah syubhatnya Orang liberal zaman sekarang.

35. Semua perkara sampai berdakwah harus dengan mukaddimah, sebagaimana Allah mengenalkan Nabi Musa 'alaihisalam tentang tongkat sebelum berdakwah.

36. Rehabilatasi takut adalah dengan cara mengumpulkan tangan di dada.

37. Tidak ada seorang yang lebih perhatian kepada saudaranya kecuali perhatian Nabi Musa 'alaihisalam kepada saudaranya Nabi Harun 'alaihisalam.

38. Sebelum minta sesuatu apapun maka seorang pendakwah harus minta dilapangkan dadanya agar berdakwahnya lapang meski banyak masalah.

39. Masalah doa nabi Musa 'alaihisalam minta dilepaskan kesulitan dalam berbicara, pendapat yang benar adalah bukan karena ada penyakit para lisan nabi Musa 'alaihisalam tetapi karena Fir'aun memang pandai berbicara.

40. Tidak mesti kita yang harus tampil yang penting tujuannya tercapai, sebagaimana Nabi Musa 'alaihisalam lebih mendahulukan Nabi Harun 'alaihisalam sebagaimana di dalam doa.

41. Kepintaran Fir'aun dalam berbicara bisa dilihat dalam dialognya dengan Nabi Musa silahkan dilihat QS Asy Syu'ara: 18-

42. Berdakwah tidak perlu dengan komentar orang.

43. Dalil Allah berada di atas langit, sebagaimana kisah Nabi Musa alaihissalam VS Fir'aun dan Haman.

44. Fir'aun disiksa dua kali, karena mengaku jadi Tuhannya orang Mesir dan mengaku jadi Tuhan Paling tinggi diatas semua tuhan.

45. Fir'aun membantah Musa 'alaihissalam dengan dua hal:

-Kami pelihara kamu dari kecil kamu sekarang malah durhaka
-Kamu wahai Musa, telah membunuh, koq sekarang mengaku jadi Nabi

46. Bantahan Musa 'alaihisalam kepada Fir'aun:

+ Karena fir'aun yang membantai kaumnya maka saya jadi seperti ini.
+ Itu kesalahan saya dan saya sudah bertubat dan Allah sekarang mengutus saya sebagai Rasul.

Diambil dari kajian Ustadz Firanda Andirja, M.A hafizhahullah (Video)

Semoga bermanfaat, Baarokallahu fiikum

Masjid Istiqlal - Jakarta Pusat
28 Robi'ul Akhir 1437 H.

Rabu, 29 Juli 2015

Muhaddits Besar Itu Dulunya Beragama Hindu

Muhaddits Besar Itu Dulunya Beragama Hindu.

Dia adalah Prof. Dr. Muhammad Dhiya'urrahman Al A'dzamy. Berikut biografi singkat beliau yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber dan berdasarkan wawancara kami dengan beliau setahun yang lalu.

Beliau dilahirkan di India pada tahun 1362 H/1943 M dari sebuah keluarga Hindu yang taat. Beliau tidak ingat pasti kapan tanggal lahirnya. Semua data tentangnya hilang saat melarikan diri dari India.

Terlahir dari keluarga yg berkecukupan membuatnya mampu melanjutkan pendidikan hingga tingkat tsanawy (SMP). Sejak usia dini minat bacanya cukup tinggi. Banyaknya agama dan kepercayaan di India mendorong rasa ingin tahunya untuk mempelajari berbagai agama, mulai dari Yahudi, Kristen ,Budha dan agama-agama lainnya. Hingga kemudian Allah membukakan hatinya untuk memeluk Islam.

Interaksinya dengan berbagai macam literatur keagamaan mendorongnya menulis berbagai makalah ilmiah di bidang perbandingan agama. Diantara karya beliau dibidang perbandingan agama adalah "Dirasat fi Al-Yahudiyah wa An-Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi. Buku ini dicetak dalam jilid besar oleh "Maktabah Ar-Rusyd"

Perjalanan spiritualnya hingga memeluk islam sangat panjang. Semuanya beliau tuangkan dalam sebuah risalah yang berjudul "Min Dzulumaat Al Watsaniyyah Ila Dhiyaa' Al-Islam"

Saat menyatakan masuk islam, keluarga menolak keras perpindahan yang dilakukannya. Berbagai cara ditempuh agar menyurutkan iman keislamannya. Puncaknya mereka berencana untuk membunuhnya. Karena tekanan dan penindasan yang dialaminya demi mempertahankan keyakinan barunya, beliau melarikan diri ke negara tetangga Pakistan. Di Pakistan beliau ikut sebuah lembaga pendidikan asuhan Jamaah Islamiah (JI) yang diketuai oleh Abul A'la Al Maududy. Disanalah beliau mempelajari dan mendalami Madzhab Hanafy. Hingga akhirnya Allah membimbing beliau untuk sepenuhnya mengikuti dalil dan meninggalkan fanatik madzhab serta Jama'ah Islamiyah. Kisahnya bersama Jamaah Islamiyah bisa dibaca pada bagian terakhir dari buku beliau "Marwiyaat Abu Hurairah" cet. Maktabah Al ghuraba' madinah.

Agar keilmuannya semakin mantap, beliau memutuskan untuk pindah ke negeri Haramain. Di tempat barunya, beliau melanjutkan pendidikan strata satu di Universitas Islam Madinah (UIM). Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, beliau melanjutkan pendidikan pada program pasca sarjana Universitas Al Azhar Kairo di bidang hadits. Setelah meraih predikat Doktor dengan nilai terbaik beliau kembali dan diberi tugas sebagai dosen di Universitas Islam Madinah.

Beberapa tahun kemudian beliau dipercaya untuk menjalankan amanah sebagai Dekan Fakultas Hadits Universitas Islm Madinah. Selain pakar di bidang Hadits, Beliau juga sangat mumpuni di bidang perbandingan agama dan theologi, beliu sering diminta untuk menjadi pembimbing terhadap sejumlah desertasi di didang ini. Sebagai penghormatan atas kerja keras dan pengabdiannya terhadap Islam Kerajaan Saudi Arabia memberinya kewarganegaraan.

Kini beliau -hafidzahullah- tinggal menetap di Madinah Al Munawwarah. Diusianya yang tak lagi muda beliau menghabiskan waktunya untuk menulis pada berbagai disiplin ilmu. Tiga hari dalam sepekan (Senin, Selasa, Rabu ba'da Isya) beliau rutin menyampaikan ta'lim di Masjid Nabawi As-Syarief dengan materi Ilmu Hadits(*).

Saya pernah bertanya, "Mengapa anda lebih banyak waktu menulis ketimbang memberi pelajaran..?" Beliau menjawab "Bila aku mati, karyaku adalah kehidupan yang kedua bagiku"

Diantara Karya beliau:

1. Al jaami" al kamil (insyaallah akan dicetak dalam 20 jilid(**)
2. Mu'jam Mustholsh Al-Hadits
3. Dirasaat fil jarh watta'dil
4. Dirasat fi Al Yahudiyah wa An Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi
5. Minnatul Kubro Syarh & Takhrij Sunan As-Shughro (9 jilid)
6. Aqdhiah Rasulillah sallallahu alaihi wasallam karya Ibn al-Thalla' al-Qurtubi (wafat 497 h) (dirosah & tahqiq)

Dan Masih banyak lagi

Catatan:
* Saat ini beliau fokus pada qiroah & ta'liq terhadap Shohih Bukhory
** Kabar itu kami terima dari beliau beberapa pekan sebelum kami meninggalkan Madinah, wallahu a'lam apakah ada perubahan atau tidak.

Madinah, Ahad 23-04-1435 H 

Penulis: Ustadz Aan Chandra Tholib  El-Gharantaly hafizohullah

Selasa, 28 Juli 2015

Berkarya Dalam Diam

BERKARYA DALAM DIAM

Dialah guru kami tercinta Prof. DR. Muhammad Dhiyaa'urrahman Al-A'Dzamy. Seorang mantan Hindu yang kini menjadi seorang Muhaddits.

Setelah pensiun dari jabatannya sebagai dekan fakultas hadits & dosen di universitas islam Madinah, beliau mendedikasikan seluruh waktunya untuk menulis & meneliti di berbagai disiplin ilmu baik hadits, sejarah & perbandingan agama.

Prof. DR. Anis Thohir mengatakan, "Setelah pensiun dia seolah ditelan bumi. Bertahun-tahun lamanya kami hampir tak pernah bertemu dengannya. Tiba-tiba ia muncul kembali dengan sebuah karya yang besar"

Iya, "Al-Jami' Al-Kamil" merupakan hadiah terbesar beliau untuk umat islam. Di dalamnya terkumpul semua hadits nabi shallallahu alaihi wassalam dari berbagai referensi baik yang sudah dicetak maupun yang masih dalam bentuk manuskrip. Setiap hadits diteliti baik sanad maupun matannya. Hasilnya terkumpullah kurang lebih 12 ribu hadits sohih tanpa pengulangan dan sekian ribu hadits dhoif. Rencananya buku akan terbit dalam 20 jilid besar.

Syaikh Anis mengatakan, "Mendengar tentang beliau aku teringat dengan As-Suyuthi. Dimana ia lebih banyak menutup diri dari manusia, dan buah dari kesendirian beliau adalah 900 karya diberbagi disiplin ilmu. Kadang terbersit dalam hati ini keinginan untuk bisa seperti mereka. Tapi melihat kebutuhan ummat terhadap dakwah rasa-rasanya tidak mungkin bagiku untuk itu. Tapi aku bersyukur ada orang seperti beliau. Jujur kami para dosen dibuat takjub dengan karya beliau ini. Terlebih lagi beliau menyelesaikan karya ini seorang diri dan merahasiakannya dari orang banyak. Sehingga kami baru mengetahuinya setelah semuanya rampung. Semoga Allah menjaga beliau"

Suatu hari saya pernah bertanya, "Mengapa setelah sekian lama anda baru berkenan mengajar di Masjid Nabawi.? Beliau menjawab, "Tawaran itu sudah ada sejak dulu, tapi aku sudah bertekad untuk mendedikasikan waktuku untuk Al-Jami' Al-Kamil. Kini setelah hampir dua puluh tahun lamanya, akhirnya semuanya rampung. Insyaallah ramadhan ini akan dicetak oleh penerbit Darussalam, tinggal merubah font saja.

Beliau pernah mengatakan, "Mimpiku selanjutnya adalah membuat ensiklopedi yang memuat biografi semua perawi (narator) hadits. Adanya khilaf dalam hal menghukumi kredibilitas seorang rowi disebabkan kurangnya kelengkapan data yang berkaitan dengan rowi tersebut, sehingga kita perlu menghimpun semua data yang berkaitan dengannya, berikut penilaian para ulama dari seluruh referensi yang ada. Untuk itu aku sudah membuat khuttoh (proposal penelitian) tinggal siapa yang mau melanjutkannya. Aku telah menghitung seluruh buku yang memuat biografi ulama, semuanya ada sekitar 300 san. Sementara jumlah perawi tidak lebih dari 50.000 orang.

Semoga beliau dan seluruh karyanya diberkahi Allah

Catatan:

Ternyata kita belum berbuat apa-apa. .

Batam 13 Syawwal 1436 H
Penulis: Ustadz Aan Chandra Tholib El-Gharantaly hafizohullah

Kamis, 23 Juli 2015

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan Orang yang Menzalimi Kita

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan Orang yang Menzalimi Kita

Di mata sebagian orang memaafkan kerap dianggap enteng, lebih dari itu memaafkan kelewat sulit untuk diterapkan pada diri saat dizalimi, kenapa? 

Karena, sebut Ustadz. Firanda, biasanya saat dizalimi kita ingin balas dendam, makanya yang bisa melakukannya adalah para nabi, siddiqin dan para ulama.

Kita tahu, lanjut beliau, setelah tauhid, yang paling penting adalah akhlak yang mulia, dan yang paling banyak memasukkan neraka adalah akhlak yang buruk. Salah satu akhlak yang baik adalah berbuat ihsan, contohnya adalah memaafkan. Untuk mencapai derajat ihsan, memilki keyakinan Allah selalu melihat kita tidaklah mudah. Buktinya kita sulit memaafkan, padahal Allah selalu tahu apa yang ada di hati kita.

Sementara Nabi sendiri telah memberikan contoh kepada kita. Sifat-sifat memaafkan yang dimiliki amatlah banyak untuk diuraikan. Saat membagikan ganimah pada perang hunain salah satunya, kala itu beliau dibentak dengan kerah bajunya ditarik lalu disebut tidak adil, namun beliau tak membalas, sebaliknya memaafkan. Dan banyak lagi sifat memaafkan yang dimiliki Nabi shallahu alaihi wa sallam yang lainnya.

Dalam kajian yang berlangsung di Masjid Sulaiman Fauzan Al Fauzan Bagik Nyaka, Lombok Timur, Kamis (23/7/2015), setelah menyebutkan mukaddimah panjang lebar di antaranya yang tersebut di atas, karena waktu terbatas, di hadapan lautan jamaah, Ustadz.Firanda secara maraton menyebutkan 20 sebab kenapa kita harus memaafkan orang yang menzalimi kita.

1. Hendaknya dia yakin bahwa yang membuat orang lain menzaliminya adalah Allah, tepatnya kezaliman yang menimpanya sudah merupakan garisan tangan/ takdir. Maka memiliki keyakinan seperti ini akan mendatangkan ketenteraman dalam hati. Lalu kenapa kita tidak menerima takdir dengan memaafkan orang yang menzalimi?

2. Hendaknya saat dizalimi, ia ingat akan dosa-dosanya. Kenapa dizalimi? Karena Allah sedang menimpakannya sesuatu, di antaranya karena dosa-dosanya. Dan memaafkan adalah salah satu cara untuk memperbaiki diri dan menghapus dosa-dosa tersebut.

3. Hendaknya dia ingat, memaafkan akan mendapat pahala. Memaafkan saat dizalimi adalah nikmat hakiki, bukan balas dendam, ini bukan nikmat hakiki malah azab sesungguhnya kendati ada kepuasan saat balas dendam.

4. Hendaknya dia ingat, saat dia memaafkan bahwa hatinya sedang bersih, dan ini kelezatan luar biasa, lebih dari kelezatan balas dendam.

5. Hendaknya dia tahu memaafkan karena Allah bukan karena jiwanya, akan membuatnya mulia, dan Allah akan mengangkat derajatnya.

6. Yang keenam ini dalah faedah yang paling besar di antara 20 sebab ini, yaitu tidak ada balasan kecuali sesuai perbuatan; memaafkan akan dibalas dengan dimaafkan. Dan memaafkan orang yang menzalimi akan dibalas oleh Allah dengan dimaafkan/diampuni dosa-dosanya.

7. Hendaknya dia tahu bahwa balas dendam akan membuatnya sibuk, waktunya akan habis untuk sesuatu yang tidak menguntungkan, sebaliknya akan kehilangan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan ini tentunya musibah yang lebih besar.

8. Balas dendam untuk diri, sesungguhnya dia sedang menolong nafsunya bukan Allah. Nabi sendiri, padahal mengganggu dirinya adalah sama dengan mengganggu Allah tapi beliau tidak pernah membela diri, yang beliau bela apabila hak Allah diganggu, lalu kita siapa dibandingkan Nabi?

9. Sabar saat dizalimi. Kita dalam berdakwah misalnya, tak ubahnya seperti orang yang berdagang, kita harus siap hujan panas, dalam berdakwah pasti akan mendapat rintangan termasuk dizalimi. Agar berhasil meraup keuntungan dalam berdakwah, tentu banyak-banyak memaafkan.

10. Hendaknya dia ingat bahwa dia bersama Allah jika dia bersabar saat dizalimi

11. Sabar disebut setengah keimanan dan syukur setengah yang lainnya. Jika dia bersabar saat dizalimi maka dia akan meraih setengah keimanan tersebut.

12. Hendaknya dia ingat ketika dia sabar saat dizalimi, dia bisa mengatur jiwanya, jiwanya akan takluk dengan sabar. Bukan sebaliknya dikuasai hawa nafsu yang membuatnya membalas lebih kejam.

13. Kalau dia bersabar saat dizalimi, Allah pasti akan menolongnya, kalau dia membalas untuk jiwanya, maka Allah serahkan kepada jiwanya. Sekarang pilih Allah atau jiwa?

14. Jika bersasabar saat dizalimi, Allah akan menjadikan orang yang menzalimi dibenci. Sebaliknya dia akan dicintai. Maka itu balaslah keburukan dengan kebaikan.

15. Balas dendam terhadap orang yang menzalimi kerap menambah parah keadaan. Sebaliknya memaafkan tak akan menuai resiko apapun.

16. Barangsiapa membiasakan balas dendam, akan kerap kembali terzalimi, karena tak ditolong Allah. Malah beresiko tinggi akan berbuat zalim pada orang lain.

17.  Kezaliman yang dialami akan menghapus dosanya dan mengangkat derajatnya.

18. Sesungguhnya kalau dia memaafkan saat dizalimi, dia telah memiliki kekuatan yang sangat besar, membuat musuhnya jadi terhina. Kenapa? Acapkali dizalimi, tak membuatnya sakit hati. Ia tetap tenang dengan segala aktivitasnya, malah berbalik berbuat baik. Tentu ini akan menyiksa batin musuhnya.

19. Kalau dia memaafkan musuhnya, jiwa musuhnya akan rendah, jiwa musuhnya akan kerdil. Sebaliknya dia aka berjiwa besar dan lapang dada.

20. Kalau dia berlapang dada, maka ini akan mendatangkan kebaikan dan kebaikan, demikiam seterusnya.

Intinya, tegas Ustadz. Firanda mengakhiri ceramahnya, tengoklah firman Allah:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

"Orang-orang yang senantiada berinfaq baik dalam keadaan senang maupun susah, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (Surat Al-Imran: 134).

(Intisari kajian 7 Syawwal 1436 H. bersama Ustadz Firanda Andirja, M.A hafizohullah di Masjid Al-Fauzan Bagik Nyake - Lombok Timur).


Semoga bermanfaat.

Bekasi,30 Robi'ul Akhir 1437 H.

Kamis, 11 Juni 2015

Jazakumullahu Khoeron Ya Akhy

Bimillah,
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Beberapa hari yang lalu saudara kita di Teratak-Praya-Lombok Tengah mengalami musibah yaitu 8 rumah dirusak oleh warga yang menyebabkan kerugian dan luka yang begitu dalam bagi saudara kita disana.

Beritanya bisa antm lihat disini: http://nasional.gemaislam.com/tidak-tahlilan-dan-maulidan-rumah-komunitas-salafi-di-lombok-dirusak/

Dan ini bukanlah kali pertama, sudah beberapa kali juga terjadi hal semacam ini menimpa saudara kita disana. Pondok Pesantren dibakar warga, rumah dirusak dan penghuni rumah diusir, masjid terancam akan ditutup, dan lain-lainnya.

Sebagai warga negara yang baik, kami hendak menempuh jalur hukum agar minimal membuat mereka jera [nasional.gemaislam.com/pelaku-pengrusakan-rumah-komunitas-salafi-di-lombok-dilaporkan-ke-polisi-kasus-akan-diteruskan-ke-komnas-ham/]

Dan sebagai realisasi Sabda Nabi sallallahu 'alaihiwasallam

انصر أخاك الظالم والمظلوم

"Tolonglah saudaramu yang Dzolib dan yang di Dzholimi"

Oleh karena itu, kami memohon do'a, dukungan dan bantuan kepada antm sekalian untuk kelancaran proses penggugatan ini yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sumbangan bisa antm salurkan melalui Al-Akh Julkarnain lansung atau transfer ke rekening bank Muamalat di

No Rekening: 7210038728

A.n: Julkarnain
Code transfer: 147

Konfirmasi transfer di 0877-6302-3991 (call/sms/wa) a.n Abu Aaisyah Al-Humairoo

إن الله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

"Sesungguhnya Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya"

Atasa do'a, dukungan dan bantuan antm kami ucapkan Jazakumullahu khoeron kastiro.

Penanggung jawab: Ustadz Lalu Muhammad Hapipi Hafizohullah

Catatan: Tafaddhol di Sahare di Wa, BB, FB, dan Sosmed lainnya. Baarokallahu fiikum

Karena Mengikuti Sunnah Nabi, Rumah Dihujani Batu

Karena Mengikuti Nabi Shalallahu alaihi wa sallam, Rumah-rumah Mereka Dihujani dengan Batu

(Merenungi Nasib Saudara Kita Di Praya (Lombok Tengah, NTB))

Usai melihat gambar yang dikirim Ustadz. Abdullah Husni via WhatsApp, Saya teringat firman Allah:
“Dan sungguh, Kami akan benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” (QS. Muhammad, 47:31)

Dulu, penyiksaan deras menerpa Nabi dan para sahabatnya, berupa-rupa cobaan mereka hadapi, mulai dari diusir dari rumah sendiri, diembargo, diasingkan, dan disiksa.

Sumaiyah ditombak kemaluannya membuat kita meneteskan air mata, jiwa tersayat, Yasir dicambuk, Bilal di jemur di tengah padang pasir yang panasnya menyengat sampai ubun-ubun, lalu batu besar diletakkan di atas badannya membuat hati teriris-iris mendengar kisahnya.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam mengalami cobaan demikian hebat, hingga beberapa kali nyaris dibunuh. Sebelumnya, nabi-nabi dan para sahabat mereka  mengalami hal serupa, bahkan ada di antara nabi badannya dibelah dengan gergaji.

Perjuangan mereka dalam menjalankan Islam/Sunnah, kepedihan yang mereka alami tak akan mampu kita rasakan dengan membaca kisah, mendengar cerita, sungguh berat dan berat ujian yang mereka hadapi. Ujian yang tidak akan sanggup dihadapi oleh ummat akhir jaman, namun semua itu sukses mereka lalui.

Sudah sekian kali kita mendengar saudara seakidah, semanhaj didera berbagai cobaan, kini yang teranyar kembali terulang. Dari gambar itu, terlihat bagaimana rumah saudara-saudara kita di Praya, Lombok Tengah, NTB, menjadi bulan-bulanan, diluluhlantakkan, dan dihujani dengan batu.

Ujian ini memang sudah menjadi sunnatullah, ketetapan Allah, seperti terukir dalam firman Allah di atas, tak ada yang menyangkal. Pun kalau dihitung-hitung, utusan Allah bahkan ujiannya lebih berat daripada mereka.

Sejarah pasti berulang, kejadian serupa pasti akan kembali diputar, kendati kadarnya tak sama. Sakit-tidaknya, tergantung keimanan.

Seperti Allah ingin melihat mas dari karat, mutiara dari karang, ingin melihat hamba yang saleh dari yang bejat, ingin menguji keteguhan iman hamba-Nya yang memegang sunnah, ingin memutar memori mereka untuk mengingat apa yang dialami Nabi dan para sahabatnya dulu saat menebarkan Islam, dan ingin melihat kesabaran mereka.

Namun anehnya dan teramat ganjil, ujian serupa ini justru datang bukan dari non muslim, yang memang tidak akan rela sampai orang Islam mengikuti agama mereka.

Ummat Islam! Bahkan di antara mereka rajin shalat lima waktu, mereka justru yang merusak rumah 'saudara-saudaranya', melempar dan melumatnya dengan batu, hingga rumah-rumah itu berubah bentuk.

Bukankah seorang muslim haram menyakiti muslim lainnya? Kehormatan, harga diri, darah mereka haram disentuh kecuali dengan hak.

Atau jangan-jangan mereka, maaf, muslim bajunya, namun perangai, sikap, bawaannya non muslim, jiwa-jiwa kafir tertanam pada diri mereka, kebengisan, kebencian non muslim menyusup pada pada tubuh mereka??

Sungguh sebuah perbuatan dungu yang tidak bisa dimaafkan menyakiti 'saudara sendiri' yang menjalankan dan membangkitkan sunnah yang telah lama terkubur, tertindih oleh ajaran-ajaran sesat, bid'ah-bid'ah, dsb.

Melihat nasib saudara-saudara kita yang terzalimi, saya tak kuat membendung emosi dan perasan. Sebagaimana Nabi dan para sahabat, semoga mereka sukses melaluinya. Untuk mereka, saya ingin meminjam ucapan Ustadz. Abdullah Husni: 

"حسبنا الله ونعم الوكيل..

Semoga Alloh menggantikan musibah mereka dengan yang jauh lebih baik, di dunia dan akhirat.."

Oleh Ustadz Marwan Abu Abdil Malik hafizohullah

Via: Satu-Radio Lombok

Selasa, 02 Juni 2015

Ada Apa Saudi Dengan Islam?

Ada Apa Saudi Dengan Islam?

Sobat! Disaat terjadi kejadian yang merugikan Islam, betapa sering kita mendengar atau membaca atau bahkan mungkin kita salah satu dari mereka yang berkata: Kemana Saudi? Apa Peran Saudi? Mengapa Saudi Demikian? Mengapa Saudi Tidak Menyerang Israel? Dan masih banyak lagi ungkapan senada.

Sobat! Ijinkan saya bertaya: memangnya Islam itu agamanya siapa? Apakah Islam milik Saudi? Lalu anda sendiri apa agama yang anda yakini? Dan menurut anda apakah Islam adalah Saudi dan sebaliknya apakah Saudi adalah Islam?

Bila Islam adalah Saudi maka sial besar bagi selain warga negara Saudi Arabia, karena tidak akan pernah bisa menjadi ummat Islam.

Namun bila sebaliknya Saudi adalah Islam, maka kerugian besar pula bagi ummat seluruh ummat Islam di berbagai belahan bumi lainnya, karena ternyata pemahan dan praktek keislamannya berbeda dengan yang dipahami dan diamalkan oleh masyarakat Saudi Arabia.

Sobat! Saya yakin anda memahami bahwa Saudi Arabia hanyalah bagian dari Ummat Islam, yang kebetulan mendapat karunia dari Allah berupa menaungi dua kota suci Islam; Makkah dan Madinah.

Saya juga yakin bahwa anda telah memahami bahwa Islam anti dengan yang namanya fanatik golongan dan negara. Islam mengajarkan agar ummatnya bersatu karena iman bukan karena kesukuan atau kenegaraan. Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara. (Al Hujurat 10)

Karena hanya iman yang menyatukan ummat Islam maka wajar bila orang yang paling mulia adalah orang yang paling sempurna imannya. Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya orang yang paling mulia dari kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sejatinya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (AL Hujurat 13)

Bila demikian, mengapa ada ucapan: kemana Saudi? Apa yang dilakukan oleh Saudi?

Walaupun pada kenyataannya Saudi dalam urusan sholat; zakat; puasa dan haji telah membuktikan kesungguhannya melebihi kebanyakan orang yang membencinya.

Bukankah akan lebih bijak bila kita berkata: kemanakah saya? Apakah yang telah saya lakukan untuk Islam? Atau bahkan : sudahkah saya mengenal Islam dengan sebenarnya? Ataukah selama ini saya hanya kenal kulit dan namanya semata. Adapun isi dan intinya masih jauh dari jangkauan kita.

Anda pasti menyadari bahwa sebagaimana diri anda dan juga diri saya selama ini berlumuran dan belepotan dengan kekurangan dan kesalahan, belum banyak yang kita lakukan untuk Islam. Maka demikian juga halnya dengan Saudi Arabia, mereka juga manusia biasa tak ubahnya kita semua. Namun coba bandingkan, apa yang telah anda lakukan dengan yang dilakukan oleh Saudi Arabia?

Bila anda berkata: mengapa Saudi tidak memerangi Israel? Maka coba lontarkan pertanyaan serupa kepada diri anda sendiri: mengapa anda atau bahkan negara anda juga tidak memerangi Israel?

Bila anda berkata: Saya tidak atau belum mampu maka tidakkah anda menyadari bahwa hal serupa juga terjadi dengan Saudi Arabia?

Sobat! Bila kita menyadari Islam adalah agama kita bersama, mengapa selama ini dalam diri kita hanya ada semangat untuk menjadi penonton dan bukan sebagai pelaku perjuangan dan penegak Islam?

Adakah yang salah dengan diri kita?

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A

[https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=831002590314249&id=405218379559341&refid=17]

Minggu, 10 Mei 2015

Perbandingan TV Rodja dan Aswaja TV

Bismillah!

PERBANDINGAN TV RODJA DAN TV ASWAJA YANG MENGAKU SALURAN MUSLIM SESUNGGUHNYA DIINDONESIA,,,,

Sudah kita ketahui bahwa tv rodja dan tv aswaja adalah dua saluran yang saling bertentangan, namun ada 2 perbedaan pada 2 saluran ini,,,,

Kita manusia diberi akal untuk mencermati, begitupun kami, kami mencermati antara tv RODJA dan tv ASWAJA yang mempunyai slogan the real indonesian moslem channel atau saluran moslem sesungguhnya diindonesia,,,

Begitu gencarnya orang2 aswaja menghina dan mencela tv rodja dan tv lain yang sejenis yang misi dakwahnya adalah memurnikan islam dan menyebarkan sunnah,,
tapi satu yang sangat disayangkan,,, orang2 aswaja sibuk mencela dan menghina tapi lupa untuk melihat saluran televisi yang mereka banggakan, perhatikanlah televisi ASWAJA yang iklan-iklannya hampir-hampir semuanya adalah masalah dunia,, lihatlah baris iklan huruf berjalannya, hampir semua tentang masalah dunia,, bahkan ada iklan alat olah raga yang menampilkan aurat wanita, lalu ada acara yang bernama kongkow budaya yang menampilkan orang yang sedang merokok mengepulkan asap-asapnya kemana-mana tanpa disensor, televisi swasta di indonesia saja yang bukan berbasis islam, ketika ada tampilan orang yang sedang merokok, maka akan disensor, maka sdh seharusnya televisi yang mengaku saluran muslim yang sesungguhnya lebih ketat lagi dan lebih mengsensor lagi.

Lalu bagaimana dengan tv RODJA yang gencar dicela, ternyata baris iklan huruf berjalannya hanyalah tentang hadist-hadist, info kajian dan iklan-iklannya pun hanya tentang masalah akhirat, lalu kenapa saluran yang mengajak kepada mencintai dan mengutamakan akhirat ini sangat dicela dan dihina? Dimana akal sehat?

Maka kembalilah kepada kita sendiri yang menilai manakah yang lebih baik untuk dilihat, kepada para ASWAJA, Tulisan kami ini bukanlah maksud mencela, tp sbuah saran agar televisi anda lebih mengutamakan mengajak pada akhirat dari pada masalah dunia, mengajak pada memurnikan islam dan menyebarkan sunnah, untuk para salafiyun, maka janganlah berkomentar yang memancing permusuhan dan perdebatan, akhlak kita adalah mencontoh kepada Rosulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, dan kita perlihatkan akhlak itu.

Afwan jika ada ksalahan dalam berkata-kata.

Syukron wa jazakumullohu khoiron.

Sumber : https://www.facebook.com/viandz.bersamamu

Minggu, 03 Mei 2015

Aku Wahhabi... Memangnya Kenapa?

Aku Wahhabi...!!! Memangnya Kenapa?

Siapa sih wahabi itu ?

dan kenapa sebagian kita mau di juluki wahabi bahkan dengan bangganya mengatakan yah..!

saya wahabi !

Sebenanrya isu wahabi itu menjadi panas banyak sebabnya pertama :

Masyarakat pada umumnya belum tau apa itu wahabi,ikut-ikutan menuduh yang di tuduh emosi,

"kurang ajar sunnah di bilang wahabi"

"sunnah di bilang sesat"

Padahal WAHABI ITU MEMANG ALIRAN SESAT !!!

Tidak pernah ada masyaikh kita ataupun para ulama' kita yang mengatakan bahwa kita itu wahabi.

Syaikh muhammad bin abdul wahab tidak pernah mengajar murid-muridnya atau mengajak siapapun bahwa kita itu wahabi, akan tetapi beliau mengajarkan kepada kita sunnah nabi muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

LALU DARI MANA MUNCUL ISU WAHABI..?

Isu wahabi itu adalah yang pertama kali mengangkatnya adalah ORIENTALIS yang ingin menghalang halangai dakwah dakwahnya Syaikh muhammad bin abdul wahab yang punya misi memurnikan ajaran islam sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

KENAPA MENGGUNAKAN WAHABI ?

Kerena faktor kebetulan kerena bapaknya Syaikh Muhammad bernama ABDUL WAHAB di sisi lain, ada satu sekte, satu aliran yang berkembang di daerah AFRIKA pada awal sejarah islam sekitar abad ke 2-H ada sekte KHAWARIJ YANG HOBINYA MENGKAFIRKAN orang yang tidak berbai'at dan orang yang tidak sekelompok dengan mereka, sekte itu di kenal dengan sekte WAHABI kerna sekte itu di dirikan oleh ABDUL WAHAB BIN ABDUL RAHMAN BIN RUSTUM maka pengikutnya di sebut WAHABI

Sayangnya kerna kebodohan emotional banyak orang mengaku

"yaah..! saya wahabi !

kok cerdas sekali, isu wahabi itu yang mengangkatnya adalah ORIENTALIS tujuannya adalah menghalangi DAKWAH. lhaa.. malah di indonesia di akui yaa kami wahabai...

Nah inilah kerna dakwah tidak di dasari dengan ilmu akan tetapi dengan emotional.

Yaaahhh...tapi, yang di maksud wahabi itu kan saya...

Naahhh..inilah cerdasnya kita padahal ORIENTALIS itu sengaja membuat merek untuk kita merek yang BURUK.

APA TUJUAN ORIENTALIS MENUDUH DEMIKIAN..?

Kerena orang yang ingin ISLAM MURNI itulah yang di tuduh wahabi agar nanti masyarakat, mereka wahabi kan ? sedangkan wahabi itu ada dalam sejarah bawah sekte sesat cocok sudah, jadi jangan di ikuti dakwahnya, itulah tujuan ORIENTALIS yang sebenarnya.

Namun kerena emotional yang ada di sebagian pemuda tidak memahami dan masyarakat juga termakan isu oleh ORIENTALIS yang berkembang di media barat sejak abad ke-11 H dan isu itu sudah di angkat oleh ORIENTALIS jerman.

Padahal kalau kita baca bukunya para ulama' seperti syaikh muhammad bin abdul wahab muridnya muridnya sampai sekarang tidak ada yang mengajarakn dan tidak ada yang bangga dengan mengatakan kami itu WAHABI kecuali di INDONESIA hanya di indonesia inilah yang bangga dengan mengatakan bahwa dirinya wahabi, menggunakan bajunya orang ORIENTALIS ini ni saya kasi baju yang buruk, baunya busuk, kotor, jelek, di indonesia malah di pake dengan bangga yaahh,,

"kami wahabi, ada apa??"

SUBHANALLAH... ini emotional,
Alangkah bijaknya kalau kita mengatakan kami bukan wahabi akan tetapi kami muhammadi pengikutnya nabi MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM katakan kepada masyarakat tidak pernah kami di ajarkan oleh guru saya bahwasanya kami itu wahabi jelaskan kepada mereka kepada masyarakat SIAPA WAHABI YANG SEBENARNYA DAN SIAPA YANG MELONTARKAN ISU WAHABI SEBENARNYA APA TUJUANNYA JADI KITA AKAN TAU namun ketika berbicara emotional, yang berbicara adalah kebodohan bukan ILMU maka isu wahabi itu menjadi isu yang panas sehingga di manapun ketika ada orang yang menyebut wahabi telinga jadi panas.

Padahal seharusnya kita itu telinga dingin dan jelaskan dengan secara baik-baik.

Inilah sebagian faidah dari Kajian Ilmiyyah "Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita" Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA. [http://youtu.be/cq1Zojifkcs]

Wallahu  A'lam bisshowaab.

Rabu, 29 April 2015

Anda Jual, Saya Beli

Tanganku Sudah Gatel, Ingin Segera Memecahkan Kepala Musuh.

Sobat! Anda seorang pemuda? Mungkin ucapan di atas sering terlontar dari lisan anda, terlebih bila anda mengetahui musuh-musuh Islam mulai banyak berkeliaran dan membuat ulah. Anda geram dan geregetan, ingin segera bertindak dan mengobrak abrik barisan musuh-musuh agama Islam. Saking geramnya, barang kali anda sering melontarkan ucapan di atas, atau paling kurang anda latah dengan ikut-ikut mengucapkan sesumbar : “anda jual, saya beli “.

Sobat! Memang sekilas terdengar hebat dan pemberani, namun tahukah anda bahwa sikap semacam ini sejatinya adalah awal dari kekalahan. Ungkapan ungkapan semisal di atas mencerminkan anda mulai hanyut dalam emosi dan terpancing oleh ulah musuh. Bahkan barang kali tanpa anda sadari anda telah terperangkap dalam sebagian jebakan dan perangkap musuh .

Karena itu sesumbar semisal di atas bukanlah sikap bijak, namun hanya mencermikan sikap emosional dan ceroboh, gegabah dengan meremehkan kekuatan musuh dan lengah karena terlalu mempercayai kekuatan diri sendiri. Karena itu camkanlah petuah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
أَيُّهَا النَّاسُ ، لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا ، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوفِ ،
Wahai seluruh manusia, janganlah kalian mendambakan datangnya musuh, dan sebaliknya hendaknya kalian memohon keselamatan kepada Allah. Namun bila pada suatu saat engkau benar-benar berhadapan dengan musuh, maka tabahlah, dan ingatlah selalu bahwa surga terletak di bawah kilatan pedangmu. (Muttafaqun 'Alaih)

Karena itu kalau anda memiliki pedang, asahlah pedang anda dan rahasiakan keberadaan pedang anda, agar anda dapat mengejutkan musuh anda dengan pedang anda yang selalutajam dan siap dihunus setiap saat. Sungguhlah bodoh bila anda menentang nenteng pedang anda kemana-mana dan menunjukkannya kepada musuh, karena bila ada melakukan hal itu, niscaya musuh segera menyiapkan panah atau minimal pedang yang lebih panjang dan lebih tajam dari pedang anda.

Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi. MA hafizohullah

Sabtu, 04 April 2015

"Saudi Lagi"... "Saudi Lagi"...

Betapa Cerdasnya Raja Salman, Inilah Sesungguhnya Alasan Kenapa Syi’ah Yaman Harus Dimusnahkan

Syi’ah Houtsy di yaman adalah mega proyek Iran,jika yaman sudah dalam genggaman maka perjalanan selanjutnya ke haramain mekkah-madinah(saudi) lebih mudah karena yaman berbatasan langsung secara teritorial dengan saudi.

Kenapa yaman menjadi master plan Iran yang dikerjakan melalui tangan houtsiyyin?!


Rudal-rudal jelajah iran belum memiliki kapasitas yang menjangkau Saudi jika diledakkan langsung dari Iran,Pesawat-pesawat tempur Iran(sejak diembargo) tidak memiliki daya jangkau yang cukup untuk menembak target di saudi jika dilepaskan dari pangkalan udara militer di Iran..Ketika Yaman berhasil dikuasai,Yaman akan dijadikan jembatan dan benteng pertahanan Iran menembus Saudi,Pangkalan Udara akan dibangun dan Rudal-rudal akan diboyong ke Yaman..Jika yaman sudah underhand maka tidak perlu melewati Kuwait,Qatar,UEA dan Bahrain yang pasti tidak akan mengizinkan Pesawat tempur Iran melewati wilayah udaranya dan jika Iran memaksa pastinya akan dicegat dengan Misil Anti pesawat..
[Lihatlah peta Iran-Saudi]


Ketika logistik telah memadai,Iran akan mulai melakukan provokasi militer secara massif dan bermain melalui Tangan-tangan kedua.

Apakah Engkau masih melihat serangan koalisi pimpinan Saudi ke yaman merupakan suatu kekeliruan?

Raja Salman berhasil membuat Iran Majusi sibuk,hal itu akan menguras Pikiran Iran dan menguras dana iran..sehingga proyek-proyek syiahisasi diseluruh dunia Islam akan terkendala pasokan dana karena Iran akan sekuat kemampuan menyuplai senjata dan amunisi mahal untuk Anak laki-lakinya yang bernama Houtsy ini..


Alutsista militer Koalisi Pimpinan Saudi adalah Alutsista upgraded dengan Tekhnolgi modern,yang pasti tidak akan mampu dihadapi senjata konvensional besutan Iran.,Maka Iran perlu merogoh kocek untuk membeli senjata yang sebanding dan menyuplaikanya ke Houtsy..


Namun,Perairan Yaman sudah berhasil di blokir oleh Koalisi,, Alhamdulillah,,Sebenarnya,Kemampuan militer saudi saja sudah sangat mencukupi untuk sendirian menggempur Houtsy di Yaman,lalu kenapa Saudi merekrut Negara teluk?

Ini adalah perjuangan diplomasi,semakin banyak sekutu maka tekanan internasional akan melemah,, 

Beda jika saudi secara munfaridan menyerang Yaman tanpa disupport sekutu,maka tekanan diplomatik Internasional akan menguat karena menilai saudi tak punya kawan dan dukungan..


Silahkan di fahami,semoga tercerahkan.[Aly Raihan El-Mishry/suaranews.com]

Sumber: https://muslimminang.wordpress.com/2015/04/04/betapa-cerdasnya-raja-salman-inilah-sesungguhnya-alasan-kenapa-syiah-yaman-harus-dimusnahkan/

Jumat, 03 April 2015

Website Para Asatidz Ahlu Sunnah Wal Jama'ah

Website Para Asatidz Ahlu Sunnah Wal Jama'ah

Bismullah...
Sauda dan saudariku rohimajumullah...

Kunjungi website para Asatidz kita, diantaranya :

1. Ustadz-Ustadz Universitas Islam Madinah (http://serambimadinah.com/)

2. Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA (http://dzikra.com)

3. Ustadz Abdullah Taslim, MA (http://manisnyaiman.com)4. Ustadz Firanda Andirja, MA. (http://firanda.com/)

5. Ustadz Abdullah Zaen, MA (http://tunasilmu.com)

6. Ustadz Abdullah Roy, MA. (http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/)

7. Ustadz Aris Munandar, MA (http://ustadzaris.com/) [Guru favourit dalambelajar Islam]

8. Ustadz Muhammad Wasitho, MA (http://www.abufawaz.wordpress.com/)

9. Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc. (http://cintasunnah.com)

10. Ustadz Abu Hudzaifah, Lc. (http://basweidan.wordpress.com/)

11. Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc [Dammam –KSA] (http://www.dakwahsunnah.com/)

12. Ustadz Zainal Abidin, Lc. (http://www.zainalabidin.org/)

13. Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. (http://www.ustadzkholid.com/)

14. Ustadz Ahmad Faizi Asifuddin, Lc (http://ustadzfaiz.com)

15. Ustadz Musyaffa Ad Darini, Lc. (http://addariny.wordpress.com/)

16. Ustadz Abu Zubair, Lc. (http://abuzubair.net/)

17. Ustadz Ahmad Sabiq, Lc (http://ahmadsabiq.com/)

18. Ustadz Sa’id Yai Ardiyansyah, Lc. (http://kajiansaid.wordpress.com/)

19. Ustadz Abu Ihsan Al Atsari (http://abuihsan.com/)

20. Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami (http://kajianislam.net)

21. Ustadz Fariq Gasim (http://fariqgasimanuz.wordpress.com)

22. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi (http://abiubaidah.com/)

23. Ustadz Muslim Al Atsari (http://ustadzmuslim.com)

24. Ustadz Marwan Abu Dihyah (http://abu0dihyah.wordpress.com)

25. Ustadz Abu Ali, ST.,MEng.,Phd. (http://noorakhmad.blogspot.com/)

26. Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi.(http://abumushlih.com/)

27. Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim,ST (http://ikhwanmuslim.com)

28. Ustadz Abul Jauzaa (http://abul-jauzaa.blogspot.com)

29. Ustadz Abu Salma (http://abusalma.wordpress.com/)

30. Ustadz Yulian Purnama (http://kangaswad.wordpress.com)

31. Ustadz dr. Muhaimin Ashuri (http://attaubah.com)

32. Ustadz Didik Suyadi (http://abukarimah.wordpress.com)

33. Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa (http://sabilulilmi.wordpress.com)

[Sahabat dekat kami dalam tholabul ‘ilmidi Riyadh]

34. Ustadz Dzulqarnain (http://dzulqarnain.net) [Ustadz favorit kami diIndonesia dan ingin seperti beliau]

35. Ustadz Abdul Malik, sopir pribadi SyaikhSholih Al Fauzan (http://abdoelmalik.com)

Sumber : Muslim.Or.Id , serta hasil searching-an lainnya

Semoga Allah selalu memberkahi ilmu kita dan bermanfaat bagi diri dan ummat.

Kebaikan Saudi Kepada Kyai NU

Kebaikan SAUDI Kepada KYAI NU..

Walaupun SAUDI Dianggap Sebagai Negeri Wahabi, Negeri Yang Patut Diwaspadai,..

Bagi kalangan Nahdhiyin, utamanya akar rumputnya, Arab Saudi dikenal sebagai negara yang menjadi ‘musuh’ pemikiran Islam mereka. Sebab, negeri yang menjadikan Salafi sebagi ideologi negaranya itu dikenal memiliki ulama-ulama yang menyatakan tradisi-tradisi warga NU yang sudah mengurat mengakar sebagai perbuatan bid’ah.

Namun, secara makro, hubungan antara ormas Islam terbesar di Indonesia itu dengan pemerintahan Arab Saudi terbilang cukup baik. Sebagai negara kaya, Arab Saudi seringkali memberikan bantuan finansial kepada berbagai ormas, baik resmi maupun tokoh-tokohnya. Namun hal ini tidak selalu diangkat ke media, sehingga dalam pandangan warga Nahdhiyin, yang nampak hanyalah perselisihan di antara mereka semata.

Bahkan, sebagian tokohnya kerap menghujat Wahabisme sebagai ideologi berbahaya dan transnasional

Salah satu contoh keengganan Arab Saudi mempublikasikan bantuan adalah penuturan seorang sumber di Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta adalah bahwa pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan pengobatan terhadap KH Sahal Mahfudz rahimahullah, tokoh Rais Syuriah Nahdlatul Ulama (NU).

Ahmad D Bashori, konsul haji di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah Arab Saudi mengisahkan, “Ketika beliau sakit, Saudi menawarkan tiga hal kepada beliau, yaitu berobat ke Saudi, berobat ke rumah sakit mana saja di dunia, atau berobat di rumah sakit Indonesia yang semua pembiayaannya ditanggung pihak kerajaan.”

Dengan berbagai pertimbangan, KH Sahal Mahfudz memilih opsi ketiga di mana seluruh pengobatan selama sakit ditanggung Kerajaan Saudi.

“Cerita ini belum pernah diungkap kecuali setelah beliau wafat dan itu pun kepada kalangan terbatas. Bisa jadi almarhum bukan satu-satunya orang di Indonesia yang mendapatkan kebajikan `tanpa pamrih’ Saudi,” pungkasnya.

Sumber: Artikel Fimadani.com

Kamis, 02 April 2015

Surat Cinta Buat Para Pembenci Negri Tauhid "Saudi 'Arabia"

Surat Cinta Buat Para Pembenci Tauhid Negeri Saudi Arabia

Negeri saudi arabia bukanlah khilafah di zaman para Sahabat radhiallahu anhum dan rajanya juga bukanlah Mu’awiyyah bin Abu Sufyan-radhiallahu anhuma demikian juga ulamanya bukanlah Ibnul Musayyib, bukan pula Ibnu Sirin ataupun Sulaiman bin Yasar bahkan tidak pula mendekati derajat Al Imam Asy Syafi’i ataupun Al Imam Al Auzai rahimahumullah.
Kalau kalian mencari-cari kesalahannya niscaya kalian pasti akan mendapatinya sangat banyak, bahkan bukankah kesalahan-kesalahan sudah menjadi tabi’at manusia?

Jika engkau terus-menerus mencari-cari kesalahan saudaramu sama saja jika engkau memaksanya menjadi malaikat, sesuatu yang mustahil bukan?

Wahai Saudaraku…

Negeri Saudi Arabia bukanlah Khilafah di zaman para Sahabat radhiallahu anhum dan rajanya juga bukanlah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah demikian juga ulamanya bukanlah Urwah bin Zubair, bukan pula Al Hasan Al Bashri ataupun Muhammad bin Syihab bahkan tidak pula menghampiri derajat Al Imam Ahmad ataupun Imam Sufyan Ats Tsauri rahimahumullah.

Kalau kalian membandingkan negeri yang sempurna seperti negerinya Umar bin Al Khaththab atau pemimpin setegar Utsman bin Affan radhiallahu anhuma maka sungguh di mata kalian negeri Saudi Arabia saat ini hanyalah sampah.

Tapi wahai saudaraku…

Tunjukkan kepadaku negeri manakah yang saat ini lebih baik dari Kerajaan Saudi Arabia?

Di negeri tersebut Tauhid diserukan, Sunnah di da’wahkan, hukum Had ditegakkan, ketika adzan dikumandangkan pasar-pasar menjadi sepi, para pedagang meninggalkan dagangannya kemudian menyusun shaf menyambut panggilan Allah ‘Azza Wa Jalla.

Sungguh ini adalah miniatur sebuah negeri yang mencoba menegakkan Syariat Islam semampu mereka.

Sekali lagi wahai saudaraku…

Yang baik aku tekankan bahwa negeri Saudi Arabia bukanlah Khilafah di zaman para Sahabat radhiallahu anhum dan rajanya juga bukanlah Sulaiman bin Abdul Malik rahimahullah demikian juga ulamanya bukanlah Fudhail Ibnu Iyyadh, bukan pula Sa’id bin Jubair ataupun Atha’ bin Abi Rabah bahkan tidak pula menghampiri derajat Al Imam Al Bukhari ataupun Imam At Tirmidzi rahimahumullah.

Wahai Saudaraku…

Sangatlah mengherankanku ketika kalian mengatakan Saudi Arabia tidak peduli dengan kaum Muslimin, baik yang di Suriah, Palestina, Mesir maupun di belahan dunia yang lainnya.

Sungguh aku tak tahu apakah yang telah membutakan matamu sehingga tidak mampu melihat dan membaca berbagai penebaran kebaikan dan bantuan dari Pemerintah dan Rakyat Saudi Arabia di seluruh penjuru dunia.

Milyaran rupiah digelontorkan untuk pengungsi Suriah, bahkan Saudi memasok senjata, mortir maupun anti tank kepada kaum muslimin di Suriah yang sedang berperang dengan kaum kafir Syi’ah Raafidhah dan sekutunya.

Sangat mengherankan ketika dengan mudahnya kalian menemukan berbagai berita tapi kok bisa berita seperti ini terlewatkan, dari ketukan jarimu di atas tablet atau smartphone yang engkau pakai?

Wahai Saudaraku….

Sungguh sangat menakjubkan ketika engkau tidak tahu Milyaran rupiah yang dikucurkan Saudi kepada warga Palestina, sementara di saat yang sama engkau mampu mencari dan mengekspos kesalahan dan kejelekan pemerintah saudi.

Bahkan ketika bantuan itu berada di depan mata kalian, di negeri kita yang tercinta ini, Nusantara negeri seribu pulau, ketika Tsunami memporak-porandakan Aceh sembilan tahun yang lalu, ketika media masa ribut menggembor-gemborkan bantuan yang berupa pinjaman dengan bunga dari negeri-negeri kafir, diam-diam pemerintah dan rakyat saudi telah memberikan bantuan jutaan dolar dalam bentuk hibah alias gratis bin cuma-cuma.

Tertutupkah mata kalian dari itu semua, jika kalian melakukan celaan tersebut karena ketidaktahuan maka alangkah baiknya jika kita diam dari sesuatu yang kita tidak mengetahuinya.

Adapun jika celaan itu muncul karena dorongan kebencian maka sungguh aku hanya bisa meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar melembutkan hati-hati kita.

Wahai Saudaraku...

Sungguh kebaikan pemerintah negeri Haramain sangatlah banyak, bahkan yang menyedihkanku bahwa mereka orang-orang yang sangat keras permusuhan dan kebenciannya terhadap pemerintah Saudi.
Mereka berani menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang buruk.

Ternyata di saat yang sama di masa lalu mereka pernah menikmati fasilitas dan berbagai kebaikan dari pemerintah Saudi.

Tanyalah Sa’id Aqil Siraj berapa banyak uang dan bantuan Saudi yang masuk ke kantong dan perutnya? yang di saat dia mencela Saudi yang telah memberinya beasiswa bahkan gaji sehingga dia bisa bergelar doktor.

Sekarang dia justru membangga-banggakan negeri Iran, negerinya Ayatusy-syaithan Khomeini yang telah mencela Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Dengan mengatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah gagal dalam mewujudkan keadilan, dia memuji Iran negerinya para kaum Syi’ah yang mencela Abu Bakar, ‘Umar dan Ibu kita Aisyah dan Hafshah radhiallahu anhum.

Wahai Saudaraku….

Tanyalah kepada para tokoh-tokoh PKS yang banyak kadernya serta saudaranya dari Ikhwanul Muslimin begitu membenci Saudi?

Tanyalah Hidayat Nur Wahid, Anis Matta dan lainnya berapa banyak duit dan bantuan dari Saudi yang mereka nikmati ketika bersekolah di Saudi Arabia atau ketika sekolah di LIPIA?

Demikian juga dengan orang-orang NU yang banyak mendapatkan bantuan dana dari Kerajaan Saudi Arabia?

Wahai Saudaraku…

Bukalah mata kalian terlebih mata hati kalian, kalian mendukung bahkan teriak-teriak memberi dukungan kepada para pejuang di Suriah yang memerangi Basyar Ashad tapi di saat yang sama kalian justru tidak berterima kasih bahkan mencela negeri Saudi Arabia yang jika bukan karena Allah ‘Azza Wa Jalla dan kemudian kesigapan Kerajaan Saudi Arabia mengirimkan bantuan Militer kepada Kerajaan Bahrain maka saat ini mungkin saja Bahrain telah dipimpin oleh orang yang beragama sama dengan Basyar Ashad sehingga tragedi Suriah bisa saja terulang di Bahrain.

Lihatlah wahai saudaraku, jika bukan karena Allah ‘Azza Wa Jalla kemudian dukungan dan fatwa para Ulama Saudi Arabia serta bantuan Dana dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia maka saat ini mungkin saja agama Ahmadiyyah Qadiyaniyyah telah menjadi agama resmi Negeri Pakistan.

Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla merahmati Asy Syaikh Tsanaullah Amru Tisri seorang Salafy yang telah membantah dan melayani Mirza Ghulam Ahmad untuk bermubahalah sehingga Mirza mati dalam keadaan mengenaskan sementara Asy Syaikh Tsanaullah masih hidup bertahun kemudian.

Apakah kalian tidak mengetahui hal itu? Kalau begitu itu sungguh sangat mengejutkan!

Wahai Saudaraku ….

Kesalahan pemerintah Saudi mungkin sangatlah banyak tapi kebaikannya juga sangatlah banyak.

Tak cukup surat singkat ini untuk membeberkan semuanya, maka mari mampir sejenak untuk membaca tulisan ini.

BANTUAN SAUDI ARABIA NEGERINYA WAHHABI KEPADA KAUM MUSLIMIN DI SELURUH DUNIA

Dan itu hanyalah sedikit dari banyaknya kebaikan negeri yang mulia dan penuh berkah ini yang sekali lagi aku katakan bahwa negeri ini juga punya banyak kesalahan, tapi syukurilah ni’mat ini karena masih ada negeri yang semisal Saudi Arabia.

Adapun kesalahannya perbaikilah sesuai dengan tuntunan Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan mintakanlah ampun kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Syukurilah ni’mat ini bahwa masih ada negeri yang di dalamnya tegak hukum Had, Shalat berjama’ah ditegakkan, Rumah-rumah ibadah kaum kafir dilarang untuk didirikan, amar ma’ruf nahi mungkar dilaksanakan dan dianjurkan.

Syukurilah maka mungkin saja Allah ‘Azza Wa Jalla akan menganugerahkan kita ni’mat yang lebih besar yakni Khilafa di atas Minhaj Nubuwwah.

Adapun jika kita memngigkari ni’mat ini maka sungguh aku sangat mengkhawatirkan musibah akan terus menerus menghantam kita, dan terpecahbelahnya kekuatan kaum muslimin disaat ini adalah musibah yang sangat besar dan realita yang sedang terjadi.

Wahai Saudaraku ….

Tersisa pertanyaan untuk diriku dan untuk kalian, ketika kalian sibuk mencela Salafiyyun dengan mengatakannya tidak peduli dengan kaum muslimin, aku jadi ingin bertanya, “di manakah kalian berada ketika kaum Muslimin sedang dibantai di Ambon dan Poso dan apa yang kalian lakukan saat itu, atau jangan-jangan kalian justru bergabung dengan banser NU yang hendak menghalangi kaum muslimin salafiyyun yang hendak berangkat ke Ambon menolong kaum Muslimin di sana dengan bertaruh nyawa. Di mana kalian dan apa yang kalian lakukan saat itu?”

Di saat kalian mencela Negeri Haramain yang telah menggelontorkan dana milyaran dolar bagi kaum muslimin di seluruh dunia apa yang telah kalian sumbangkan untuk Islam dan Kaum Muslimin?

Berapa rupiah yang telah kalian sumbangkan ke penduduk Suriah?
Palestina dan lainnya?

Bahkan berapa rupiah yang telah kalian sumbangkan kepada Saudara-saudara kalian di Aceh? Yogyakarta?

Bahkan berapa rupiah yang kalian sumbangkan kepada sanak saudara kalian yang membutuhkan?

Bahkan berapa rupiah yang telah kalian sumbangkan untuk pembangunan Masjid di tempat kalian?

Atau jangan-jangan Masjid di tempat kalian pun ternyata adalah salah satu dari puluhan bahkan ratusan Masjid di Nusantara ini yang merupakan bantuan dari Negeri Haramain Saudi Arabia?

Jangan sampai doa pun kita lupa panjatkan buat saudara-saudara kita yang menderita dan tertindas di Palestina, Suriah, Somalia, dan Negeri lainnya.

Dan jangan sampai kitapun menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya…

Sungguh Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang
lautan tampak…

Kita teriak-teriak bak pahlawan kesorean tapi ternyata sumbangsih kita untuk islam dan kaum muslimin adalah NOL BESAR…

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201713176655372&set=a.1247182503882.2035944.1359012657&type=1

Senin, 30 Maret 2015

Tamparan Menlu Saudi Terhadap Presiden Rusia

Tamparan Menlu Saudi Pangeran Suud bin Faishol Kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ada yang menarik pada acara penutupan Konfrensi Tingkat Tinggi Liga Arab hari ini. Sebelum di tutup Ahmad bin Huly selaku wakil sekjen liga Arab membacakan surat presiden Rusia Vladimir Putin kepada forum. Dalam surat tersebut Putin menyatakan bahwa negaranya mendukung sepenuhnya segala usaha untuk meredam berbagai permasalahan yang terjadi di timur tengah. Dia juga meminta agar semua persoalan terkait Yaman, Suriah, Libiya diselesaikan dengan jalan dialog menurut undang-undang internasional.

Namun sebelum konfrensi ditutup, Menlu Arab Saudi Pangeran Suud yang tak lain adalah Putra King Faishal bin Abdul Aziz meminta waktu pada Presiden As-Sisi selaku pimpinan forum untuk menanggapi surat tersebut.

Dalam tanggapannya Pangeran Suud bin Faishal mengatakan;

“Saya punya tanggapan terhadap surat yang dilayangkan presiden Rusia itu.
Presiden Rusia berbicara tentang krisis yang terjadi di timur tengah, seolah-olah Rusia tidak punya andil terhadap apa yang kita saksikan saat ini.

Sebagai contoh krisis Suriah. Rusia berbicara tentang krisis yang terjadi di Suriah saat ini, padahal mereka adalah bagian terpenting dalam krisis yang melanda Suriah. Mereka menyuplai persenjataan kepada pemerintah Suriah melebihi kebutuhan pemerintah Suriah untuk memerangi rakyatnya. Mereka menyuplai senajata-senjata yang jitu untuk Suriah. Bahkan terdapat bukti adanya senjata yang berasal dari Rusia, dimana senjata-senjata tersebut melanggar peraturan internasional karena termasuk senjata pemusnah masal.

Beliau juga menyampaikan kritik terhadap Rusia yang melanggar undang-undang yang berlaku di negaranya tentang larangan menjual senjata kepada negara-negara yang menggunakannya untuk menyerang. dan hanya menjual kepada negara yang membela diri saja.

Suud bin Faishol bertanya-tanya, “Bagimana mungkin kita bisa menerima apa yang ditawarkan kepada kita..? Apakah ini bentuk perendahan terhadap pandangan kebijakan kita terkait masyarakat suriah..?
Apakah ini bentuk sikap masa modoh terhadap tragedi yang terjadi di Suriah..?

Bukankah kita patut bertanya-tanya, bagaimana bisa dia mengajak untuk melakukan jalan damai dan disaat yang sama dia tetap melancarkan dukungan materi terhadap pemerintah Suriah yang telah kehilangan otoritasnya secara de facto..?

Suud juga meminta agar Sikap Putin terkait Suriah sejalan dengan apa yang dituangkannya dalam surat tersebut”.

Beliau menambahkan bahwa saya tidak ingin berdiri melawan Rusia, tapi kita ingin melihat Rusia sebagai negara sahabat yang menginginkan kebaikan untuk kita, bukan malah membantu orang lain mengacaukan wilayah kita, wilayah jazirah Arab.

Terimah kasih”

Selesai

Ketegasannya mengingatkan saya pada sang ayah, King Faishol bin Abdul Aziz -rahimahullah-. Semoga Allah menjaga Pangeran Suud bin Faishol dan seluruh pemimpin kaum muslimin.

Selengkapnya di: https://www.youtube.com/watch?v=y4WhYN3DP1k
(Mohon diluruskan bila ada terjemahan kami yang keliru)
__________
Madinah 09-06-1436 H
Penerjemah: ACT El-Gharantaly